24 Juni 2019

Tak Alami Mual saat Hamil, Benarkah akan Alami Kesulitan saat Melahirkan?

Sekedar mitos atau benar-benar fakta?


Moms, perubahan apa yang paling dirasakan ketika tengah mengandung? Di awal kehamilan, biasanya seorang ibu akan mengalami muntah dan mual, yang kemudian disebut morning sickness.

Ibu hamil mengalami morning sickness biasanya pada trimester pertama atau sekitar 6 minggu kehamilan, namun bisa juga dimulai sejak 4 minggu.

Gejala ini dapat menghilang seiring usia kehamilan namun bisa juga memburuk bahkan hampir sebelum persalinan.

Morning sickness pada ibu hamil dapat membuat ibu semakin sensitif pada indera penciuman dan bau-bau tertentu.

Tenang saja, hal ini wajar terjadi selama perkembangan janin tetap berjalan normal.

Namun, bagaimana jika ibu tidak mengalami mual atau muntah selama kehamilan?

Baca Juga : Kurangi Morning Sickness dengan Makanan-Makanan Ini!

Banyak mitos yang beredar, bahwa ibu yang tidak mengalami hal tersebut akan kesulitan saat melahirkan nanti.

Ada anggapan lain kalau ibu hamil yang tidak mengalami mual dan muntah akan memproduksi ASI lebih sedikit. Benarkah demikian?

Moms, perlu diketahui, seiring perkembangan teknologi yang cepat saat ini, semakin mudah dan banyak pula mendapatkan informasi seputar kehamilan.

Ada nasihat dan larangan tertentu, yang kadang tidak bersumber pada data yang jelas. Di sini peran ibu harus dapat memilih dan memilah informasi mana yang tepat dan mana yang tidak.

Pernyataan ini didukung pula oleh dr. Ricky Susanto, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang akan mengungkapkan fakta seputar kehamilan pada Kulwap Orami Community, Kamis (31/1) lalu.

Tidak Mual saat Hamil Itu Wajar

shutterstock 431039377 (1)
Foto: shutterstock 431039377 (1)

Faktanya, tidak mengalami mual dan muntah saat hamil adalah hal yang wajar. Anggapan kalau tidak mual dan muntah saat hamil akan mengalami kesulitan saat melahirkan atau produksi ASI sedikit adalah mitos belaka.

“Mual yang dialami ibu hamil dipicu oleh hormon hCG (human chorionic gonadotropin). Sedangkan untuk proses persalinan dipicu oleh hormon oksitosin dan proses menghasilkan ASI oleh hormon prolaktin. Jadi, tidak ada keterkaitan kadar hormon satu dengan yang lain,” ujar dokter yang praktik RS Mitra Keluarga Kalideres ini.

Jadi, saat ibu hamil hingga proses persalinan, ia akan mengalami banyak perubahan hormon. Perubahan hormon ini dapat memengaruhi fisik hingga psikologis seorang ibu.

Ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah, penyebabnya adalah kadar hormon hCG yang tinggi dan meningkat cepat di awal kehamilan.

Selain itu, diduga hormon estrogen yang meningkat cepat juga menyebabkan rasa mual dan muntah pada masa kehamilan.

Baca Juga : 5 Alasan Ada Ibu Hamil Yang Tidak Mengalami Morning Sickness

Sedangkan saat proses persalinan, hormon yang akan bekerja adalah hormon oksitosin. Hormon oksitosin berfungsi untuk merangsang kontraksi yang kuat pada bagian dinding rahim sehingga mempermudah proses persalinan.

Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Hormon ini akan bekerja dengan baik jika ibu juga memiliki kondisi psikologis yang baik. Jadi ketika ibu merasa tenang dan bahagia, maka ia dapat memproduksi ASI lebih optimal dan lancar.

Jadi, Moms, jika saat ini tidak mengalami mual dan muntah, tidak perlu khawatir karena hal tersebut normal terjadi. Hal yang terpenting adalah selalu jaga dan pantau kesehatan tubuh ibu dan janin, ya!

(DG/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.