10 Desember 2022

Telur Infertil: Pengertian, Bahaya, dan Cara Membedakan dengan Telur Normal

Keberadaan telur ayam infertil sudah dilarang pemerintah sejak lama

Telur infertil sempat menjadi bahan perbincangan masyarakat di tahun 2020 lalu.

Hal ini disebabkan pada tahun lalu, tim satgas pangan Tasikmalaya menemukan penjualan telur infertil untuk jenis ayam.

Kala itu, masyarakat dihebohkan dengan penemuan telur ayam infertil yang banyak beredar di pasaran. Padahal keberadaan telur infertil telah lama dilarang pemerintah.

Telur ayam yang juga populer dengan sebutan telur HE atau hatched egg merupakan telur gagal produksi saat pembibitan tunas ayam atau breeding. Dalam hal ini, telur infertil tidak terpakai karena tidak bisa ditetaskan atau menghasilkan anak ayam.

Lalu, sebenarnya apa sih telur infertil dan apa yang membuat telur infertil dilarang? Yuk simak di sini!

Baca Juga: 5+ Manfaat Telur Kampung untuk Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Degenerasi Makula!

Apa Itu Telur Infertil?

Telur Infertil
Foto: Telur Infertil (https://www.hhf.farm/amp/why-you-should-spend-650-on-a-dozen-eggs)

Sebelum membahas lebih dalam mengenai jenis telur ini, ada baiknya kita mulai mengetahui terlebih dahulu definisi telur infertil.

Telur ayam infertil adalah telur yang tidak dibuahi oleh ayam pejantan, artinya telur ayam jenis ini tidak dapat menetas secara natural.

Tak hanya itu, telur ayam infertil termasuk golongan telur ayam HE (hatched egg) yang sudah melalui proses penetasan lewat mesin penetas, tetapi gagal menetas dalam prosesnya.

Secara kandungan, telur ayam infertil dan telur ayam biasa pada dasarnya sama. Jadi, tidak ada faktor yang membahayakan untuk seseorang mengonsumsi telur ayam infertil.

Namun, pengaruh yang membahayakan datang dari waktu simpan. Telur ayam infertil memiliki usia layak konsumsi yang sangat pendek, karena itulah telur ayam infertil tidak direkomendasikan untuk dijual.

Baca Juga: Bolehkah Penderita Asam Urat Makan Telur? Cari Tahu Jawabannya Berikut Ini

Hal yang perlu untuk diketahui, ayam betina tetap bisa menghasilkan telur meski tanpa ayam jantan.

Proses tersebut membuat ayam-ayam yang dikumpulkan pada peternakan yang berfokus pada produksi telur tidak digabung tempat tinggalnya dengan ayam jantan.

Jadi, telur yang dihasilkan dari ayam pada peternakan inilah yang menjadi telur konsumsi.

Meski demikian, perlu dibedakan dengan kasus ayam-ayam yang tinggal di peternakan untuk produksi daging.

Pada peternakan ini, ayam betina hidup bersama ayam jantan agar pembuahan bisa terjadi. Telur yang dihasilkan oleh ayam betina ini disebut sebagai telur bertunas.

Nah, jika telur bertunas berhasil menetas menjadi anak ayam, berarti telur tersebut adalah telur fertil. Sementara itu, jika telur tak mengalami perubahan walau sudah dieramkan atau masuk ke mesin, maka telur ini adalah telur infertil.

Telur infertil juga sering kali dianggap sebagai produk buangan atau produk tak terpakai dari ternak pembiakan ayam.

Baca Juga: Benarkah Obat Kuat Alami Telur Bebek Bisa Atasi Disfungsi Seksual pada Pria?

Kenapa Telur Infertil Dilarang?

Telur Infertil
Foto: Telur Infertil

Jika memang membahayakan, sebenarnya apa sih yang membuat peredaran telur infertil ini dilarang?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, telur infertil sendiri sebenarnya seperti telur biasa yang aman untuk dikonsumsi.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa telur ini memiliki potensi bahaya yang terkait dengan masa simpannya.

Telur infertil memiliki masa simpan yang relatif pendek. Jadi, jika disimpan lebih lama kualitasnya akan berkurang dan bisa menimbulkan berbagai macam kondisi.

Baca Juga: Cari Tahu Kandungan Gizi, Manfaat, dan Risiko Makan Putih Telur, Yuk!

Alasan telur infertil ini memiliki masa simpan yang singkat ternyata berhubungan dengan prosesnya.

Telur jenis ini sempat disimpan terlebih dahulu untuk tujuan penetasan.

Jadi, begitu keluar dari mesin, telur infertil sudah berumur lama dan memengaruhi masa simpan.

Dalam dunia peternakan, telur ayam akan ditetaskan menggunakan mesin. Namun telur ayam tak selalu menetas.

Telur yang tidak menetas inilah yang disebut dengan telur infertil.

Baca Juga: Cari Tahu Kandungan Gizi, Manfaat, dan Risiko Makan Putih Telur, Yuk!

Amankah Mengonsumsi Telur Infertil?

Telur Infertil
Foto: Telur Infertil (shutterstock)

Dalam Peraturan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi Bab III Pasal 13 disebutkan bahwa Pelaku Usaha Integrasi, Pembibit GPS, Pembibit PS, Pelaku Usaha Mandiri, dan Koperasi dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi.

Hal ini disebabkan telur infertil lebih cepat busuk dibandingkan telur ayam lainnya karena sudah terlalu lama berada di pusat pembibitan.

Menurut jurnal penelitian yang dilakukan oleh K. C. Lawrence, D. P. Smith, W. R. Windham, dan G. W. Heitschmidt berjudul Fertility and Embryo Development of Broiler Hatching Eggs Evaluated with a Hyperspectral Imaging and Predictive Modeling System, dijelaskan bahwa telur infertil adalah sarang perekembangbiakan bakteri dan jamur karena perbedaan suhu telur dengan termometer inkubator sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Baca Juga: 5 Manfaat Makan Sebutir Telur Untuk Sarapan Anak Setiap Hari

Mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang peraturan telur aman konsumsi tahun 2018, dijelaskan bahwa umur telur layak konsumsi setelah diproduksi ialah 14 hari dengan suhu ruangan dan kelembapan antara 80 hingga 90%.

Pada suhu dingin, yakni 4 hingga 7 derajat Celsius dengan kelembaban 60 hingga 70%, telur bisa disimpan hingga 30 hari setelah diproduksi.

Sementara itu, telur infertil sudah melalui proses masa simpan untuk ditetaskan yang tidak diketahui oleh masyarakat sehingga mengurangi masa simpan produksi.

Jadi, setelah telur infertil ini dikeluarkan dari mesin produksi, masa simpannya sudah berkurang dan biasanya jika telur infertil disimpan lebih dari 7 hari, telur sudah membusuk dan tak layak dikonsumsi.

Baca Juga: 10 Manfaat Telur Rebus untuk Ibu Hamil, Pilih Telur yang Sehat Yuk, Moms!

Cara Membedakan Telur Infertil dengan Telur Ayam Normal

Telur Infertil
Foto: Telur Infertil (Orami Photo Stock)

Secara kasat mata memang susah untuk membedakan telur infertil dengan telur normal. Namun, ada beberapa trik yang bisa Moms lakukan agar tak salah konsumsi telur infertil.

  • Saat telur dipecahkan, terdapat bercak atau titik merah pada telur.
  • Meskipun tidak terlalu terlihat, tapi cangkang telur infertil warnanya lebih pucat dibandingkan cangkang telur biasa.
  • Ketika telur dikocok warna telur tidak merata, berbeda dengan telur normal yang cenderung memiliki warna yang sama ketika dikocok atau dicampur.
  • Telur infertil biasanya lebih cepat busuk dan berbau karena hanya mampu bertahan hingga 7 hari. Karenanya ketika Moms ingin memasak telur namun mencium bau busuk, sebaiknya jangan dikonsumsi.
  • Tekstur telur infertil lebih cair atau encer ketimbang telur biasa yang teksturnya lebih kental dan stabil.
  • Tidak berbayang jika disorot cahaya senter
  • Harga jauh lebih murah

Itulah risiko mengonsumsi telur infertil serta cara membedakannya.

Selalu teliti sebelum berbelanja ya, Moms. Dan pastikan telur yang dikonsumsi tidak mengandung kelima ciri di atas agar aman untuk kesehatan.

Telur infertil memiliki ciri fisik yang mudah untuk diketahui. Jangan terkecoh ya, Moms!

  • https://ditjenpkh.pertanian.go.id/userfiles/regulasi/005efe9eb65bfcd8c19d8ed9983ad6c2.pdf
  • https://pubag.nal.usda.gov/catalog/40959

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.