14 Maret 2018

Teman Menjadi Rekan Bisnis? Ini 5 Hal yang Perlu Kita Pertimbangkan

Jangan sampai bisnis berhenti di tengah jalan, sampai menyebabkan hancurnya persahabatan.

Memilih membuka usaha bersama teman memang menyenangkan dan dirasa lebih mudah, karena Moms merasa sudah mengenalnya dengan baik serta memahami karakter satu sama lain.

Namun kenyataannya tidak semua bisnis yang dijalankan bersama teman dapat berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, Moms perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini sebelum mengajak teman menjadi rekan bisnis.

1. Memiliki tujuan yang sama

Sebelum memulai bisnis bersama teman, ada baiknya Moms dan teman bersama-sama menetapkan satu tujuan dan target yang akan dicapai. Hal ini sangat perlu agar nantinya bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan dan target tersebut.

Selain itu, membagi posisi atau tugas masing-masing di awal perjalanan bisnis juga perlu. Jangan sampai ada beban pekerjaan yang berat sebelah, yang nantinya dapat memicu konflik selagi menjalankan usaha atau bisnis. Buatlah pembagian tugas sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing pihak yang dapat berguna untuk memperlancar bisnis bersama.

Jika di awal Moms dan teman tidak sepaham atau berbeda tujuan, jangan takut untuk membatalkan kerja sama usaha. Apabila diteruskan, kita tidak tahu masalah atau kendala apa yang di depan nanti, yang malah dapat merusak persahabatan dan menghentikan bisnis di tengah jalan.

Baca juga: 5 Tanda yang Kita Perlu Cuti Sejenak dari Aktivitas Kantor

2. Mengantisipasi perbedaan karakter

Masalah karakter akan terlihat sepele jika tidak dipikirkan secara matang-matang. Mengingat Moms dan teman sudah bersahabat sejak lama, merasa sudah cocok dan tidak akan ada masalah sehingga merasa soal karakter tidak perlu dikhawatirkan lagi.

Padahal menjalankan bisnis bersama teman adalah hal yang berbeda dengan berteman tanpa menanggung beban kerja sama. Karena dalam bisnis, Moms dan teman mempunyai tanggung jawab yang sama untuk mencapai tujuan dan target, serta dalam menjalankan usaha, pasti akan ada banyak kendala yang harus diselesaikan serta dipikirkan bersama. Oleh sebab itu, sebaiknya Moms perlu memilih teman berbisnis dengan karater yang cocok, mau bekerja keras, bertanggung jawab, dan memiliki skill yang saling melengkapi.

3. Transparan membicarakan modal dan kerja sama

Moms dan teman juga perlu mendiskusikan berapa modal usaha yang akan dikumpulkan. Tanpa modal yang cukup, usaha tidak dapat berjalan dengan lancar. Modal yang dikumpulkan dari masing-masing pihak sebaiknya uang yang berupa investasi dan bukanlah dana pokok yang diambil dari kebutuhan rumah tangga untuk menghindari persoalan pribadi nantinya.

Semua angka dan pernyataan kerja sama harus dibicarakan secara transparan dan jelas, serta dituliskan dalam sebuah kontrak kerja sama usaha yang dilengkapi materai. Banyak yang merasa bukti kerja sama seperti ini tidak perlu karena teman adalah rekan bisnis. Padahal ini sangat penting, agar komitmen masing-masing pihak dalam menjalankan usaha bisa berjalan dengan baik dan serius.

Baca juga: 5 Mitos Seputar Gaji yang Sering Bikin Menyesal

4. Pembagian keuntungan harus jelas di awal

Menjalankan bisnis bersama teman sering kali berhenti di tengah jalan karena tidak adanya pembagian keuntungan yang jelas dan seimbang. Jika arus kas belum berjalan stabil, sebaiknya jangan buru-buru membagikan keuntungan ke masing-masing pihak.

Hal yang paling penting adalah usaha dapat berjalan lancar dan mencapai target terlebih dahulu. Jika semuanya sudah tercapai dan arus kas stabil, maka pembagian keuntungan dan gaji boleh dilakukan serta harus sesuai dengan porsi pekerjaan masing-masing pihak.

5. Bekerja secara profesional

Sikap profesional dalam menjalankan bisnis bersama teman perlu dijaga. Usahakan untuk tidak membawa-bawa masalah pribadi yang dapat merugikan usaha bersama nantinya. Oleh sebab itu, Moms dan teman bisa sama-sama belajar untuk mengelola konflik, mampu bersikap tegas, dan sama-sama jujur serta mau terbuka satu sama lain.

Sudah siap untuk berbisnis bersama teman?

(OMI)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.