Newborn

NEWBORN
16 April 2019

Terus Gendong Bayi Sambil Membersihkan Rumah, Baik Atau Bahaya?

Bayi jatuh hingga kehabisan napas, satu risiko yang mengintai saat gendong bayi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Mengurus Si Kecil tentu kini menjadi prioritas utama Moms.

Namun, pekerjaan rumah sehari-hari juga tidak dapat diabaikan, terutama bagi Moms yang tidak menggunakan jasa pengasuh anak dan asisten rumah tangga (ART).

Beberapa Moms membiarkan Si Kecil bermain di box bayi atau bouncer saat Moms sedang menyelesaikan pekerjaan rumah.

Tapi bagaimana jika Si Kecil hanya mau digendong dan tidak mau jauh dari Moms?

Temukan tips aman gendong bayi di rumah meski Moms harus menyelesaikan pekerjaan rumah.

Manfaat Gendong Bayi

manfaat gendong bayi

Foto: bubzico.com

Sebuah penelitian dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa menggendong bayi selama tiga jam setiap hari dapat mengurangi tangisan bayi baru lahir hingga 43%. 

Dalam buku A Baby Wants to be Carried, penulis Evelin Kirkilionis menjelaskan mengapa bayi merespon sangat baik saat digendong.

“Di dekat tubuh orang yang merawatnya, bayi tumbuh dalam rasa aman yang mereka rasakan ketika berinteraksi dengan lingkungan mereka,” ungkap Evelin.

Tidak hanya mampu menenangkan, gendong bayi juga memberikan manfaat kesehatan bagi Si Kecil, antara lain: memperkuat leher dan kontrol kepala hingga mengurangi risiko kepala bayi peyang.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilih Teether yang Aman untuk Bayi

Risiko Gendong Bayi

risiko gendong bayi

Foto: pregnancytoparenting.ca

Meski ada banyak manfaat dari gendong bayi, namun faktor risiko juga tidak dapat diabaikan.

Risiko gendong bayi yang biasa terjadi, antara lain: bayi jatuh dan bayi kehabisan napas karena wajahnya terlalu menempel pada bagian dada orang yang menggendongnya.

Berdasarkan jurnal Injury Prevention yang dipublikasikan tahun 2000, cedera karena penggunaan gendongan bayi memang jarang terjadi dan sebagian besar terjadi karena cara gendong bayi yang tidak tepat dan gendongan bayi yang rusak atau lepas.

Sehingga, gendong bayi masih aman selama gendongannya berada pada kondisi yang baik dan digunakan dengan cara yang benar.

Baca Juga: Waktu Ideal untuk Menjemur Bayi dan Tata Caranya

Tips Gendong Bayi Tetap Aman

tips gendong bayi tetap aman

Foto: cheetahisthenewblack.com

Jika Moms ingin gendong bayi disertai dengan melakukan kegiatan di rumah, dokter anak asal Amerika Serikat, Dr William Sears membagikan tips aman menggunakan gendongan bayi.

- Jika belum terbiasa menggunakan gendongan bayi, tahan atau pegang bayi dengan menggunakan tangan saat dalam gendongan. Ketika sudah terbiasa bergerak atau bereaksi sembari gendong bayi, maka kebiasaan menahan dengan tangan saat gendong bayi akan berkurang dengan sendirinya. Setelah sudah mahir gendong bayi, maka Moms dapat dengan aman gendong bayi dengan satu tangan atau tanpa kedua tangan sekaligus.

- Berhati-hatilah saat gendong bayi di dapur. Jangan gendong bayi sambil memasak atau melakukan kegiatan dengan objek yang tajam serta panas.

- Jangan minum minuman panas saat gendong bayi, tapi makan sambil gendong bayi dirasa cukup aman.

- Saat gendong bayi dan Moms perlu membungkuk, maka membungkuklah dengan menekuk bagian lutut, bukan di pinggang dan pegang bayi dalam gendongan dengan satu tangan.

- Jika bayi sudah agak besar dan mulai bisa meraih benda di sekitarnya, maka jaga jarak Moms dari benda-benda berbahaya dan mudah pecah.

- Melewati pintu atau berbelok di sudut saat gendong bayi di rumah, perhatikan bahwa tidak ada tangan atau tubuh bayi yang melewati lengan Moms. Sehingga tidak menabrak dinding atau kusen pintu.

Baca Juga: Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui Saat Memilih Sepatu Bayi

Itulah beberapa tips yang bisa Moms terapkan saat gendong bayi di rumah. Pekerjaan rumah selesai dan Si Kecil pun tetap tenang karena selalu berada dalam pelukan Moms.

(GS)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait