Kesehatan

24 September 2021

Mengenal Tortikolis, Kondisi Leher Bengkok Bawaan pada Bayi

Sungsang dalam kandungan bisa jadi salah satu penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Kondisi fisik bayi baru lahir yang sulit diucapkan ini terdengar sangat menakutkan, yakni tortikolis.

Berasal dari bahasa latin, tortikolis artinya kondisi leher bengkok. Tetapi dalam kenyataannya, tortikolis bawaan pada bayi tidak seseram kedengarannya.

Bayi yang lahir dengan tortikolis bawaan memiliki mobilitas terbatas di lehernya, yang menyebabkan kepalanya miring ke satu sisi.

Tetapi dengan perawatan dan latihan peregangan serta penguatan, kebanyakan kasus tortikolis bawaan pada bayi akan mendapatkan kembali mobilitasnya dalam beberapa bulan.

Tortikolis bisa menakutkan bagi orang tua. Namun, anak-anak bisa mengatasinya dengan sangat baik, terutama ketika tortikolis diidentifikasi lebih awal dan diobati dengan cepat.

Baca Juga: 4 Penyebab Ruam Leher pada Bayi dan Gejalanya, Wajib Tahu!

Gejala Tortikolis pada Bayi

Mengenal Torticolis Bawaan pada Bayi -2.jpg

Foto: Babycenter/Istockphoto.com

Jika kepala bayi sepertinya selalu dimiringkan ke satu sisi atau bayi tidak bisa mengikuti wajah Moms saat bergerak dari satu sisi tubuhnya ke sisi yang lain, bayi mungkin mengalami kesulitan menggerakkan lehernya.

Jika bayi menderita tortikolis bawaan, Moms juga mungkin akan melihat benjolan kecil yang tidak berbahaya di sisi lehernya di area otot SCM yang rusak.

Namun Moms tidak usah khawatir, benjolan tersebut biasanya akan sembuh sendiri sebelum bayi berusia 2 tahun.

Gejala biasanya baru dapat terlihat ketika bayi sudah mampu menggerakkan leher dan kepalanya.

Melansir Healthline, gejala tortikolis yang terjadi sejak bayi akan memburuk dan terlihat semakin jelas seiring berjalannya waktu, meliputi:

  • Kepala miring ke salah satu sisi dan dagu agak mendongak
  • Kepala sulit untuk menggeleng atau mengangguk
  • Keterlambatan pada perkembangan fungsi motorik
  • Gangguan pendengaran dan penglihatan
  • Bentuk muka tidak simetris

Banyak bayi dengan tortikolis bawaan yang memiliki bentuk kepala asimetris, yang disebut plagiocephaly.

Beberapa bayi yang juga memiliki fitur wajah yang sedikit asimetris.

Tetapi dengan perawatan, baik plagiocephaly dan asimetri wajah biasanya akan sembuh.

Pada orang dewasa, tanda fisik tortikolis tidak berbeda jauh dengan anak-anak. Namun, karena tortikolis sudah lama terjadi, beberapa gejala tambahan bisa muncul, seperti:

  • Kaku otot leher
  • Nyeri leher
  • Tremor kepala
  • Salah satu sisi bahu terlihat lebih tinggi
  • Sakit kepala tegang yang kronis

Baca Juga: Ruam di Leher Bayi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyebab Tortikolis pada Bayi

Mengenal Torticolis Bawaan pada Bayi -1.jpg

Foto: Health.clevelandclinic.org

Dikutip dari Pediatric Orthopaedic Society of North America, diperkirakan, 1 dari 250-300 bayi dilahirkan dengan atau mengalami tortikolis bawaan sejak 3 bulan pertama kehidupannya.

Meskipun terlihat tidak nyaman, untungnya kondisinya ini tidak menyakitkan bagi bayi.

Tortikolis bawaan paling sering disebabkan oleh otot yang membentang di kedua sisi leher atau otot sternocleidomastoid (SCM) yang berkontraksi dan memendek.

Pengetatan ini dapat terjadi jika bayi ada dalam posisi sempit atau tidak biasa di dalam rahim seperti sungsang.

Tetapi, tidak semua bayi sungsang lahir dengan kondisi tersebut dan tidak selalu jelas mengapa beberapa bayi dilahirkan dengan tortikolis dan yang lainnya tidak.

Penggunaan forsep selama persalinan juga dapat menjadi faktor yang berhubungan dengan tortikolis.

Dalam kasus yang sangat jarang, tortikolis bawaan dapat disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya seperti kelainan tulang belakang, katai, atau gangguan pertumbuhan tulang.

Baca Juga: Pelampung Leher Tidak Boleh Sering Digunakan Saat Bayi Berenang?

Jenis-Jenis Tortikolis

torticollis.jpg

Foto: pinterest.com

Melansir Johns Hopkins Medicine, ada beberapa jenis dari tortikolis pada bayi, meliputi:

1. Tortikolis Sementara

Jenis tortikolis ini biasanya menghilang setelah satu atau dua hari. Hal ini dapat disebabkan oleh:

  • pembengkakan kelenjar getah bening
  • infeksi telinga
  • flu
  • cedera pada kepala dan leher yang menyebabkan pembengkakan

2. Tortikolis Tetap

Tortikolis tetap disebut juga tortikolis akut atau tortikolis permanen. Biasanya karena masalah dengan struktur otot atau tulang.

3. Tortikolis Otot

Ini adalah jenis tortikolis tetap yang paling umum, yang merupakan hasil dari jaringan parut atau otot tegang di satu sisi leher.

4. Sindrom Klippel-Feil

Ini adalah bentuk tortikolis yang langka dan bawaan. Ini terjadi ketika tulang di leher bayi tidak terbentuk dengan benar, terutama karena dua tulang leher menyatu.

Anak-anak yang lahir dengan kondisi ini mungkin mengalami kesulitan dengan pendengaran dan penglihatan.

Baca Juga: Parenting Hack: Menggunakan Bantal Leher untuk Anak di Troli

Diagnosis Tortikolis Pada Bayi

Tortikolis.jpg

Foto: gettyimages.com

Diagnosis tortikolis biasanya dapat ditegakkan dari pemeriksaan fisik, yakni dengan menemukan rotasi, fleksi, ekstensi, atau puntiran ke sinistra/dekstra pada leher.

Selain itu, tortikolis bisa disertai massa di leher dengan konsistensi lunak, tidak nyeri bila ditekan, serta keterbatasan lingkup gerak leher.

Pemeriksaan tambahan seperti X-ray, CT scan leher, MRI, dan ultrasound juga dapat dilakukan bila perlu.

Baca Juga: 5 Teknik Mengubah Posisi Janin Agar Tidak Sungsang

Mengobati Tortikolis pada Bayi

Mengenal Torticolis Bawaan pada Bayi -3.jpg

Foto: News-medical.net

Tortikolis akan sering mengoreksi diri ketika dirawat lebih awal. Idealnya, dalam satu atau dua bulan pertama.

Jika menunggu sampai bayi berusia 3 bulan atau lebih, perawatan pengobatan dapat memakan waktu lebih lama.

Biasanya, dokter akan menjelaskan cara memposisikan bayi, dan melakukan pijat dan peregangan bayi untuk dilakukan di rumah, atau merujuk ke terapi fisik.

Untuk peregangan, Moms bisa memijat otot leher dan punggung bayi, lalu lakukan latihan peregangan ringan beberapa kali sehari.

Dengan gerakan tangan yang lembut, ini akan membuat jaringan kembali ke posisi yang lebih santai.

Ini memungkinkan leher untuk meluruskan dengan mengembalikan keselarasan dan melepaskan kekencangan jaringan.

Dilansir dari Cleveland Clinic , reposisi juga diperlukan untuk membantu bayi melakukan peregangan sendiri.

Mengajak bayi tummy time juga akan membantu. Lakukan tummy time beberapa kali sehari saat bayi terjaga dan lakukan bertahap hingga 20 menit.

Ini akan mendorong bayi untuk memalingkan kepala dari satu sisi ke sisi lain, mendorong lengan ke atas dan meningkatkan tonus otot.

Dokter dapat mengajari Moms untuk melatih bayi melakukan tummy time secara mandiri, seperti:

  • Biasakan bayi menengok ke arah yang berlawanan dari arah yang biasanya ia lakukan
  • Ajari dan biasakan bayi untuk bermain dengan menggunakan tangan dan kakinya
  • Baringkan bayi di perut Moms minimal selama 15 menit, 4 kali sehari

Baca Juga: 5 Stimulasi Untuk Memperkuat Leher Bayi

Jika tidak ditangani dengan benar, tortikolis bisa menyebabkan komplikasi berupa: 

  • Sindrom kepala datar dan deformitas wajah karena kurangnya gerakan otot sternomastoid pada anak
  • Pembengkakan otot karena ketegangan konstan
  • Gejala sistem saraf karena tekanan pada akar saraf jika terjadi pada orang dewasa

Segerakan perawatan tortikolis bawaan pada bayi agar Si Kecil tidak terganggu perkembangannya.

  • https://posna.org/Physician-Education/Study-Guide/Congenital-Muscular-Torticollis
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/torticollis-wryneck
  • https://kidshealth.org/en/parents/torticollis.html
  • https://www.healthline.com/health/torticollis#symptoms
  • https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-torticollis#1
  • https://emedicine.medscape.com/article/1152543-overview
  • https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/t/torticollis
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait