27 April 2018

Usia Berapa Anak Sudah Boleh Pergi Sendiri?

Anak harus mandiri tapi keselamatan tetap yang utama

Menanamkan kemandirian pada anak memang penting. Akan tetapi, kadang Moms mungkin merasa ragu. Kapan Moms harus melepaskan anak untuk belajar mandiri dan kapan Moms harus tegas demi keselamatan anak sendiri?

Batas antara kedua dilema tersebut memang sangat tipis. Namun, suka atau tidak lama-lama anak harus belajar pergi ke mana-mana sendiri. Nah, sebelum Moms melepaskan si buah hati untuk bepergian tanpa orangtua, simak dulu empat poin pertimbangannya berikut ini.

1. Mengukur kedewasaan anak

Pada umumnya, anak berusia 11 atau 12 tahun sudah bisa diberi kepercayaan untuk pergi tanpa orangtua. Namun, setiap anak memiliki tingkat kedewasaan yang berbeda-beda. Maka, sebenarnya tak ada patokan usia yang pasti kapan anak sudah boleh pergi sendiri.

Perhatikan kalau anak sudah pandai memahami arah, bisa bertanya pada orang lain kalau tersesat di mal, menghitung uang kembalian, teliti terhadap barang-barang bawaannya, dan bisa menjaga diri. Itu berarti anak sudah siap untuk dilepas pergi sendiri.

2. Mempersiapkan anak untuk pergi sendiri

Sebelum memberi izin si buah hati untuk pergi ke mal atau tempat bermain tanpa orangtua, persiapkan dulu anak Moms. Misalnya saat bepergian bersama, mintalah anak untuk menunjukkan jalan atau membawa sendiri barang-barangnya. Biarkan anak yang mengarahkan Moms dan pasangan.

Dengan begitu, anak terlatih jadi lebih peka dan awas terhadap lingkungan sekitarnya. Moms juga bisa melatih anak untuk naik kendaraan umum bersama supaya anak selalu tahu berbagai cara dan rute pulang ke rumah.

3. Menetapkan batasan dan peraturan

Tegaskan pada si kecil ke mana saja anak boleh bepergian sendiri, dengan siapa saja anak pergi, dan jam berapa anak sudah harus sampai di rumah. Beri tahu anak supaya tidak sembarangan mengobrol atau membeberkan informasi seputar dirinya pada orang tak dikenal.

Ingatkan juga supaya anak selalu mengaktifkan handphone-nya sehingga mudah dihubungi. Moms juga bisa menetapkan konsekuensi tertentu kalau anak ingkar janji.

4. Mulai pelan-pelan

Tips yang satu ini juga penting. Mulailah secara perlahan-lahan. Kalau saat terpisah sendiri di supermarket atau mal saja anak sudah uring-uringan atau mengamuk, cobalah di lain waktu. Tak perlu memaksa anak untuk bepergian sendiri.

Selain itu, pastikan juga Moms sering mengajak anak bepergian, meskipun jaraknya dekat sekali. Ini supaya anak terbiasa menghadapi situasi yang asing. Membiasakan diri untuk bertualang memang seru, kok. Namun, kalau dalam hati Moms sendiri belum siap untuk melepas anak usia sekolah bepergian sendiri, tak perlu dipaksakan.

Pada akhirnya, Moms harus mendengarkan sendiri apa kata hati dan intuisi Moms. Kalau anak tampaknya sudah cukup dewasa dan bertanggung jawab untuk pergi sendirian, Moms boleh mencobanya.

Pada awalnya memang tak mudah melepas anak berpergian tanpa orangtua. Namun, akhirnya akan terbiasa juga, kok. Anak Moms sendiri di usia berapa sudah bisa pergi sendiri?

(IA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.