19 Juli 2020

Vagina Bau Amis? Ini Penyebabnya dan Cara Alami untuk Mengatasinya

Bau amis dapat disebabkan bacterial vaginosis, dan bisa diatasi dengan pengobatan rumahan

Organ vagina pasti memiliki bau atau aroma yang khas. Tetapi, beberapa perempuan mungkin mencium bau vagina yang aneh atau berbeda dari biasanya, seperti bau amis.

Vagina yang bau amis adalah salah satu kondisi yang perlu diperhatikan. Lauren Streicher, MD, Associate Professor of Obstetrics dan Gynecologist di Northwestern University Feinberg School of Medicineroma, mengatakan hal ini bisa jadi petunjuk bahwa ada hal yang tidak beres dengan kesehatan vagina.

Baca Juga: 5 Cara Alami untuk Menghilangkan Bau Pada Vagina

Penyebab Vagina Bau Tak Sedap

penyebab vagina bau
Foto: penyebab vagina bau (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms memiliki bau amis yang keluar dari vagina, kemungkinan besar penyebabnya adalah bacterial vaginosis (BV).

Dr. Streicher mengatakan bacterial vaginosis adalah infeksi yang berkembang ketika keseimbangan alami antara bakteri sehat dan tidak sehat disingkirkan oleh pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan.

Bacterial vaginosis pada vagina ini paling umum terjadi pada wanita usia 15 hingga 44 tahun. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini juga sebagian besar memengaruhi orang yang aktif secara seksual.

Meskipun belum diketahui adanya pengaruh hubungan seks terhadap pengembangan BV. Tapi, memiliki pasangan seks baru atau banyak pasangan seks dapat mengganggu keseimbangan bakteri vagina dan meningkatkan risiko mengalami BV.

Beberapa orang dengan BV mungkin tidak memiliki gejala apapun. Namun, keluarnya cairan putih atau abu-abu sebagai keputihan dan bau amis termasuk tanda umum BV.

Bau amis seperti ikan mungkin sangat tercium setelah berhubungan seks. Office on Women's Health (OWH) menjelaskan, cairan pada vagina yang mengeluarkan bau amis mungkin juga berbusa atau berair.

Gejala lain dari BV termasuk gatal di dalam dan di luar vagina dan rasa terbakar ketika buang air kecil.

Baca Juga: Vaginosis Bakterialis Sebabkan Wanita Sulit Hamil?

Cara Mengatasi Vagina Bau

Untungnya, bacterial vaginosis mudah didiagnosis dan diobati. Seiring dengan pemeriksaan fisik, dokter akan mengambil sampel keputihan untuk memeriksa bakteri berbahaya yang menunjukkan terjadinya BV.

Mengutip Flo Health, jika Moms memiliki sedikit bau amis dan tidak mengeluarkan cairan pada vagina, Moms bisa mengatasinya dengan beberapa pengobatan rumahan berikut ini.

1. Gunakan Pembersih Lembut dan Tanpa Wewangian

vagina bau amis - Gunakan pembersih tanpa wewangian.jpg
Foto: vagina bau amis - Gunakan pembersih tanpa wewangian.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Hindari penggunaan sabun beraroma, mandi busa dan deodoran vagina, yang bisa memperburuk gejala dengan menyebabkan ketidakseimbangan lebih lanjut dalam atau flora vagina.

Bersihkan vulva dengan lembut hanya dengan air atau pembersih tanpa wewangian sebagai cara mengatasi vagina yang bau. Jangan pernah gunakan sabun yang kuat untuk membersihkannya.

Baca Juga: Douching Vagina, Benarkah Bisa Meningkatkan Peluang Hamil?

2. Hindari Douching

vagina bau amis - Hindari douching.jpg
Foto: vagina bau amis - Hindari douching.jpg (Shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Douching berarti membersihkan vagina dengan cairan yang terdiri dari campuran berbagai bahan kimia. Ini hanya boleh diresepkan oleh dokter jika diperlukan secara medis.

Douching dapat memperburuk gejala dan membatasi kemampuan vagina untuk membersihkan bagiannya sendiri dari keputihan. Hindari douching sebagai cara mengatasi vagina bau.

3. Konsumsi Probiotik

vagina bau amis - Konsumsi probiotik.jpg
Foto: vagina bau amis - Konsumsi probiotik.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Konsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt dapat membantu mendukung produksi tubuh dan keseimbangan bakteri sehat. Cara ini juga bisa mengatasi vagina yang bau tidak sedap.

Tetapi, bila bau vagina masih berlanjut atau tercium amis, obat rumahan mungkin tidak bisa mengatasinya. Moms perlu mengunjungi dokter kandungan atau kulit dan kelamin untuk mengobati kondisi ini.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.