Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Mar 14, 2018

Waspada, Payudara Pun Bisa Terkena Tuberkulosis!

Bagikan


Tak hanya paru-paru saja yang dapat terinfeksi tuberkulosis, infeksi ini juga dapat menyerang payudara. Infeksi tuberkulosis ini dikenal dengan istilah mastitis tuberkulosis.

Sebenarnya, kondisi ini merupakan infeksi tuberkulosis ekstraparu yang jarang terjadi. Tapi, sebagian besar ditemukan pada wanita usia produktif, memiliki banyak anak, wanita yang sedang menyusui, memiliki riwayat peradangan payudara sebelumnya maupun sedang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.

Gejala yang dialami oleh penderita mastitis tuberkulosis adalah dengan munculnya benjolan. Bisa jadi satu maupun beberapa dan dapat teraba dengan keras pada bagian atas bagian luar atau di tengah payudara.

Bila tidak segera ditangani, benjolan tersebut bisa berkembang menjadi kumpulan nanah dan ketika pecah akan menimbulkan luka atau ulkus tuberkulosis di kulit.

Baca Juga : Bra Berkawat Penyebab Kanker Payudara, Fakta atau Mitos?

Penyebab Tuberkulosis Payudara

Terjadinya tuberkulosis pada payudara dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

Melalui Luka

Meski jarang terjadi, tuberkulosis pada payudara dapat terjadi karena masuknya kuman secara langsung melalui kulit di area payudara seperti melalui luka lecet.

Aliran limfa

Masuknya kuman bisa jadi berasal lewat aliran limfa, dimana biasanya berasal dari infeksi tuberkulosis paru yang kemudian menyebabkan peradangan kelenjar getah bening atau disebut juga dengan limfadenitis tuberkulosis

Aliran Darah

Kuman juga dapat masuk melalui aliran darah, hal ini sebenarnya jarang terjadi kecuali pada infeksi yang telah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran langsung juga dapat terjadi, misalnya bila berasal dari paru lalu menembus rongga pleura dan tulang iga atau bila berasal dari rongga perut setelah menembus lapisan otot-otot rectus.

Baca juga: 10 Fakta Seputar Kanker Payudara yang Perlu Mama Tahu

Apakah Tuberkulosis Payudara Menular?

Pada dasarnya, tuberkulosis pada payudara sama dengan tuberkulosis pada paru-paru karena mastitis tuberkulosis pun termasuk dalam penyakit menular.

Meskipun tidak semua mastitis tuberkulosis berasal dari tuberkulosis paru, namun sebagian besar didahului oleh infeksi bakteri paru yang kemudian menyebar melalui limfa dan ke jaringan payudara.

Cara paling ampuh guna mencegah penularan tuberkulosis adalah dengan menghindari percikan ludah dan cairan rongga mulut penderitanya.

Selain itu berusahalah pula untuk menghindari sentuhan atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. Dengan pengobatan obat antituberkulosis yang tepat, pada umumnya pengobatan pada tuberkulosis paru tampak 2- 3 minggu kemudian. Demikian pula, lesi menjadi berhenti menular.

Baca Juga : Mengenal Perubahan Payudara Saat Hamil

Perbedaan Tuberkulosis Payudara dan Kanker Payudara

Sering kali dalam beberapa kasus ditemukan kesalahan diagnosis dimana seorang wanita didiagnosis mengidap kanker payudara, padahal sebenarnya pasien tersebut hany mengidap TB payudara.

Sebenarnya cukup mudah untuk membedakan antara TB payudara dengan kanker payudara. Hal ini dikarenakan ada perbedaan jelas yang terlihat di mata dokter spesialis onkologi.

Secara fisik memang terlihat serupa bagi dokter yang sudah kompeten dan memang handal di bidang onkologi, mendiagnosis TB payudara cukup mudah dibedakannya sekalipun dengan perabaan saja.

Bengkak atau benjolan pada infeksi TB Payudara biasanya berwarna kemerahan dan terasa nyeri bagi wanita, dengan batas bengkaknya yang tidak tegas, tidak ada batasnya.

Sedangkan untuk kanker payudara itu, benjolannya tidak nyeri atau tidak sakit, tapi batas benjolannya itu tegas sekali. Apabila dibedakan melalui biopsi, maka mudah sekali dilihat perbedaannya.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.