Karier & Keuangan

5 Maret 2021

Serba-serbi Tentang Zakat Penghasilan

Banyaknya zakat yang harus disisihkan ialah 2,5% dari total gaji bulanan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Menunaikan zakat penghasilan adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap umat muslim yang telah memenuhi syarat zakat penghasilan.

Banyaknya zakat yang harus disisihkan ialah 2,5% dari total gaji bulanan yang Moms dan Dads dapatkan setiap bulannya.

Menurut Badan Amil Zakat Nasional, zakat penghasilan atau yang dikenal zakat profesi dan zakat pendapatan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Sementara itu, jika menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijelaskan bahwa penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal dan rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Perlu diketahui bahwa sebelum membayar zakat, Moms juga harus mengetahui arti nisab atau batas harta wajib zakat, senilai 522 kg beras.

Nah, apabila jumlah penghasilan lebih dari harga 522 kg beras, maka Moms wajib menunaikan zakat penghasilan. Jika jumlah pendapatan kurang dari nisab, maka tidak diwajibkan menunaikan zakat.

Contoh, harga 1 kg beras paling murah ialah Rp9.850,- sehingga batas wajib zakat ialah Rp5.141.700. Nah, jika penghasilan Moms lebih dari Rp5.141.700,- maka Moms wajib menunaikan zakat penghasilan.

Hukum menunaikan zakat penghasilan ini disampaikan langsung dalam firman Allah SWT pada surat Adz Dzariyat ayat 19, yang artinya:

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang – orang yang meminta dan orang-orang miskin yang tidak mendapatkan bagian . “ (QS. Adz-Dzariyat: 19)

Selain itu, ayat tersebut juga dikuatkan oleh fimran Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 267, yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (QS. Al-Baqarah: 267).

Baca Juga: Tata Cara Membayar Zakat Fitrah Menurut Ajaran Islam

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

zakat penghasilan

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum menunaikan salah satu rukun Islam ini, sebaiknya Moms mengetahui berapa besaran atau nominal uang yang harus dibayarkan untuk zakat?

Untuk bisa mengetahui hal itu, Moms juga perlu paham bagaimana cara menghitung zakat penghasilan yang baik dan benar.

Rumus menghitung zakat penghasilan: 2,5% x jumlah penghasilan dalam 1 bulan.

Contoh, Moms memiliki gaji Rp8.000.000,- per bulan, maka jumlah zakat penghasilan yang harus dibayarkan ialah 2,5% x Rp8.000.000,- = Rp200.000,-.

Moms bisa membayarkan zakat penghasilan tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau di beberapa platform lainnya seperti kitabisa.com, Dompet Dhuafa, datang langsung ke masjid, hingga e-commerce.

Selain itu, tak ketika membayarkan zakat jangan lupa untuk membaca niat zakat sebagai berikut.

“Nawaitu an ukhrija zakata maali fardhan lillahi ta’aala.”

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat hartaku fardhu karena Allah Ta’ala.

Baca Juga: 9 Larangan Saat Haid Menurut Islam dan Kesehatan, Wajib Tahu!

Macam-macam Zakat Harta

Zakat penghasilan termasuk dalam zakat harta. Seperti zakat fitrah atau zakat jiwa, zakat harta ini hukumnya wajib ditunaikan dengan aturannya masing-masing.

Nah, agar lebih paham, berikut ini macam-macam zakat harta selain zakat penghasilan yang perlu Moms ketahui.

1. Zakat Emas dan Perak

zakat penghasilan

Foto: Orami Photo Stocks

Zakat emas dan perak ini dihitung menurut jumlah kepemilikan emas atau perak. Untuk nisab zakat emas ialah 86 gram dan 595 gram untuk zakat perak.

Nah, apabila Moms setiap bulannya membeli atau mendapatkan emas dan perak melebihi nilai nisab, maka wajib melaksanakan zakat emas dan perak sebesar 2,5%.

Berbeda dengan zakat penghasilan yang dilakukan setiap bulan, zakat emas dan perak dibayarkan setahun sekali. Sehingga total jumlah zakat yang harus dibayarkan disesuaikan dengan total emas dan perak yang dimiliki selama setahun.

Contoh, Moms memiliki total emas seberat 100 gram dalam setahun. Nah, jumlah atau total berat emas ini telah melebihi batas nisab sehingga wajib dikenakan zakat emas.

Apabila harga per gram emas adalah Rp 663 ribu maka 100 gram emas senilai Rp 100 juta. Dengan begitu, jumlah besaran zakat yang wajib dibayarkan Moms ialah 2,5% dari Rp 663 juta yakni Rp1.657.500 per tahun.

Baca Juga: 70 Nama Bayi Perempuan Islami yang Indah dan Tidak Pasaran

2. Zakat Saham

zakat penghasilan

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms memiliki investasi berupa saham, maka harta tersebut juga harus dibayarkan zakatnya, Moms. Nah, mengeluarkan zakat saham juga harus sesuai aturan.

Nisab zakat saham adalah 85 gram emas dengan besaran 2,5% dari nilai saham yang dimiliki. Sama dengan zakat emas dan perak, zakat saham dibayarkan setiap tahun sekali.

Untuk mengetahui berapa jumlah zakat saham yang harus dibayarkan, Moms harus memahami bahwa saham dinyatakan dalam satuan lot atau setara dengan 100 lembar surat saham.

Nah, apakah saham yang Moms miliki sudah mencapai nisab maka rumusnya ialah mengalikan jumlah surat saham dengan harga per lembar saham.

Contohnya, Moms memiliki total aset sebanyak Rp 200 juta setahun. Jumlah tersebut sudah melebihi nisab yakni 85 gram emas, sehingga Moms wajib membayarkan zakat sebesar 2,5% atau Rp 5 juta.

Kemudian, ubah angka Rp 5 juta ke dalam satuan lot dengan cara dibagi dengan harga saham per lembar. Maka hasilnya ialah 77,52 lot atau 78 lot. Dengan demikian, Moms wajib membayar zakat saham sebanyak 78 lot.

Baca Juga: 40 Nama Bayi Laki-laki Bertema Islami yang Unik dan Punya Arti Bermakna

3. Zakat Perdagangan

zakat penghasilan

Foto: Orami Photo Stocks

Apakah Moms seorang pengusaha? Ternyata penghasilan yang didapatkan dari perdagangan juga harus dibayarkan zakatnya lho, Moms.

Sama seperti zakat penghasilan, zakat emas dan perak, juga zakat saham, nisab untuk zakat perdagangan ialah 85 gram emas dan dibayarkan selama satu tahun sekali dengan jumlah 2,5% dari total penghasilan selama setahun.

Perlu diingat bahwa harta yang dikenakan zakat perdagangan adalah penghasilan bersih atau penghasilan setelah dikurangi utang.

Misalnya, Moms memiliki aset usaha sebesar Rp 200 juta dengan utang sebesar Rp 70 juta. Maka zakat yang wajib dibayarkan ialah aset bersih sejumlah Rp 130 juta dikali 2,5% hasilnya Rp 3.250.000,-.

Baca Juga: Inspirasi Nama Bayi Perempuan Islami dari Anak-anak Artis Indonesia

Syarat Menunaikan Zakat Penghasilan

zakat penghasilan

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah mengetahui cara menghitung zakat penghasilan, sebagian orang masih salah kaprah tentang syarat menunaikan zakat penghasilan.

Perlu diketahui bahwa zakat penghasilan hukumnya wajib untuk mereka yang memenuhi persyaratan di bawah ini.

1. Memiliki Harta Secara Penuh

Untuk bisa menunaikan zakat penghasilan, harta yang dimiliki haruslah milik Moms seutuhnya. Penghasilan itu diperoleh dari milik pribadi, bukan orang lain apalagi milik bersama.

Selain itu, harta tersebut juga tidak boleh termasuk dalam harta warisan yang masih harus dibagi-bagi dengan anggota keluarga lainnya. Sehingga, murni harta pribadi.

2. Lebih dari Kebutuhan Pokok

Apabila penghasilan yang Moms dapatkan sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok bahkan sisa, maka wajib menunaikan zakat penghasilan.

Namun, jika penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok maka Moms tidak wajib mengeluarkan zakat penghasilan.

Sebab, dengan penghasilan yang telah melampaui kebutuhan pokok, Moms dinilai mampu secara finansial sehingga hukumnya wajib membayar zakat.

Baca Juga: 10 Inspirasi Nama Bayi Islam Berawalan Huruf A, Bagus dan Penuh Makna!

3. Telah Mencapai Nisab

Pastikan bahwa penghasilan yang Moms dapatkan setiap bulan sudah mencapai nisab atau batasan capaian penghasilan untuk bisa melakukan zakat penghasilan.

Mengutip Payok, nisab untuk zakat penghasilan ialah 522 kg beras atau bahan pokok.

4. Terbebas dari Hutang

Banyak ulama yang mengatakan bahwa untuk bisa ikut membayar zakat penghasilan, maka Moms lebih dahulu membebaskan harta dari hutang.

Jika masih ada utang, maka zakat yang dibayarkan tidak sah. Namun, jika utang tersebut adalah utang jangka panjang maka tidak menghalangi seseorang membayar zakat.

Itulah penjelasan mengenai cara menghitung zakat penghasilan, macam-macam zakat harta, hingga syarat menunaikan zakat penghasilan.

Apabila Moms memiliki pertanyaan terkait zakat penghasilan bisa langsung menanyakan hal tersebut ahli agama setempat.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait