28 Maret 2018

4 Dampak Obesitas Pada Ibu Hamil Bagi Perkembangan Janin

Perhatikan kenaikan berat badan Mama

 

 

Obesitas saat kehamilan sering dialami ibu hamil, karena pada masa ini tubuh sedang dalam titik paling sensitif, baik secara fisik maupun emosional. Hal ini disebabkan karena perubahan hormon memengaruhi hampir seluruh metabolisme tubuh sehingga muncul perubahan yang tak lazim pula.

Salah satu perubahan yang terjadi adalah bertambahnya berat badan dari bulan ke bulan. Hal tersebut dianggap wajar jika masih dalam batas normal, tapi obesitas pada ibu hamil justru dapat memengaruhi perkembangan janin.

Pertambahan berat badan memiliki beberapa ukuran. Jika BMI (Body Mass Index) Moms di bawah 18,5 berarti berat badan Moms tergolong kurang atau di bawah garis normal, sedangkan normalnya sekitar 18,5 – 24,9.

Dikatakan kelebihan berat badan jika BMI Anda mencapai angka 25 – 29,9 sedangkan obesitas pada ibu hamil memiliki angka di atas itu.

Apabila Moms mengalami hal tersebut, harap mulai berhati-hati. Karena obesitas pada wanita hamil dapat berpengaruh pada janin melalui beberapa gangguan kesehatan berikut ini: 

  1. Diabetes

Menurut Prof. Dr. dr Agung Pranoto MSc SpPD KEMD FINASIM, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) cabang Surabaya, diabetes saat kehamilan bisa muncul setelah usia 24 minggu. Tingginya kadar gula darah selama masa kehamilan disebut juga dengan gestasional diabetes .

Diabetes yang dialami ibu hamil dapat berdampak langsung pada perkembangan janin karena kadar gula dalam darah ibu yang tinggi bisa menyebabkan kadar gula darah pada bayi ikut meningkat.

Hal ini tentunya tidak baik bagi kesehatan bayi secara keseluruhan. Pada kasus tersebut seringkali bayi akan lahir dengan berat badan yang tinggi, sehingga berdampak pula proses kelahirannya.

  1. Preeclampsia

Obesitas yang terjadi pada ibu hamil dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan kandungan protein dalam tubuh yang disebut dengan preeclampsia.

Selain mengganggu perkembangan janin itu sendiri, kondisi preeclampsia uga dapat memicu terjadinya kelahiran prematur sehingga bayi harus segera dikeluarkan sebelum tekanan darah semakin tinggi.

  1. Pembekuan darah

Obesitas menunjukkan kondisi tubuh yang kelebihan lemak yang tidak berguna dan dapat menyumbat pembuluh darah, sehingga darah tidak dapat mengalir dengan baik.

Akibatnya tidak jarang terjadi pembekuan darah yang dapat membahayakan kesehatan wanita hamil yang menderita obesitas itu sendiri.

Jika aliran darah tidak lancar, bagaimana bisa menyalurkan nutrisi pada janin? Tentunya hal ini juga akan memengaruhi perkembangan janin sehingga kesehatan dan pertumbuhannya akan terganggu.

  1. Gangguan susah tidur

Sistem pernafasan pada wanita hamil cenderung terganggu karena desakan perut yang semakin membesar, ditambah lagi dengan obesitas yang dapat membuat seorang wanita hamil kesulitan bernafas.

Gangguan pernafasan ini dapat menyebabkan seorang ibu hamil dengan obesitas menjadi susah tidur, sehingga terjadi ketegangan pada sel saraf. Ketegangan tersebut dapat membahayakan perkembangan janin, karena berpengaruh pada sistem saraf bayi yang ada dalam kandungan.

Melihat dampak yang ditimbulkan dari obesitas terhadap perkembangan janin, sebaiknya setiap wanita hamil dapat menjaga pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari. Hal ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan berat badan tubuh supaya kesehatan janin pun tetap terjaga dengan baik.

 

(ARK)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.