07 Agustus 2018

5 Faktor Pemicu Kehamilan Berisiko Tinggi

Moms dan si janin mungkin memerlukan pemantauan atau perawatan khusus selama kehamilan

Kehamilan berisiko tinggi dapat menimbulkan tantangan sebelum, selama atau setelah melahirkan. Jika Moms memiliki kehamilan berisiko tinggi, Moms dan si janin mungkin memerlukan pemantauan atau perawatan khusus selama kehamilan.

Sebaiknya pahami lebih dahulu apa saja yang menyebabkan kehamilan berisiko tinggi, dan apa yang dapat Moms lakukan untuk merawat diri dan janin Moms.

Apakah Kehamilan Berisiko Tinggi?

shutterstock 340629941
Foto: shutterstock 340629941

Kehamilan dianggap berisiko tinggi bila ada potensi komplikasi yang bisa memengaruhi ibu, bayi, atau keduanya.

Menurut dr. Alvin Setiawan, SpOG, M.Kes, DMAS dari Thomson Specialist Centre, kehamilan berisiko tinggi adalah suatu keadaan ibu hamil yang bisa menyebabkan janin yang dikandungnya tidak dapat tumbuh dengan sehat, bahkan dapat menimbulkan kematian pada mama dan janin.  

Apakah Faktor Pemicu Kehamilan Berisiko Tinggi?

shutterstock 609113324
Foto: shutterstock 609113324

Berikut adalah faktor risiko kehamilan meliputi:

Usia ibu. Wanita yang berusia di bawah 17 tahun atau di atas usia 35 ketika hamil merupakan risiko komplikasi yang lebih besar dibandingkan usia remaja akhir dan awal 30-an. Risiko keguguran dan cacat genetik semakin meningkat setelah usia 40 tahun.

Kondisi medis yang ada sebelum hamil. Kondisi seperti tekanan darah tinggi; masalah paru-paru, ginjal, atau jantung; diabetes; penyakit autoimun; penyakit menular seksual (PMS); atau infeksi kronis seperti human immunodeficiency virus (HIV) dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan/atau janin.

Riwayat keguguran, masalah dengan kehamilan sebelumnya, atau riwayat kelainan genetik keluarga juga merupakan faktor risiko kehamilan berisiko tinggi.

Kondisi medis yang timbul saat hamil. Masalah yang berhubungan dengan kehamilan yang lebih umum adalah:

Preeklampsia: sindrom yang meliputi tekanan darah tinggi, protein urine, dan pembengkakan bisa berbahaya atau bahkan fatal bagi ibu atau bayi jika tidak diobati.

Gestational diabetes: sejenis diabetes yang berkembang selama kehamilan. Wanita dengan gestasional diabetes dapat memiliki kehamilan dan bayi yang sehat jika mengikuti rencana perawatan dari dokter.

Masalah tiroid: timbul karena kelainan autoimun di mana tubuh memproduksi terlalu banyak atau sedikit hormon tiroid.

Masalah terkait komplikasi kehamilan. Sering kali kehamilan tergolong berisiko tinggi karena masalah yang timbul dari kehamilan itu sendiri dan tidak ada kaitannya dengan kesehatan ibu, termasuk di antaranya:

Persalinan prematur: persalinan yang dimulai sebelum 37 minggu kehamilan. Meskipun tidak ada cara untuk mengetahui wanita mana yang akan mengalami persalinan prematur atau kelahiran, ada beberapa faktor yang berisiko lebih tinggi, seperti infeksi tertentu, serviks yang pendek, atau kelahiran prematur sebelumnya.

Kelahiran kembar: mengandung lebih dari satu bayi, yang lebih umum terjadi karena program IVF. Ini meningkatkan risiko persalinan prematur, gestasional diabetes, dan tekanan darah tinggi akibat kehamilan.

Placenta previa: kondisi di mana plasenta menutupi serviks. Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan, apalagi jika seorang wanita mengalami kontraksi.

Masalah janin, yang terkadang terlihat pada USG. Sekitar 2% sampai 3% bayi memiliki masalah struktural minor atau mayor dalam perkembangannya.

Pilihan gaya hidup. Merokok, minum alkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan kehamilan.

Bagaimana Meningkatkan Kehamilan yang Sehat?

shutterstock 271083656
Foto: shutterstock 271083656

Pertimbangkan langkah-langkah berikut ini:

  • Jadwalkan pertemuan prakonsepsi.
  • Jika menggunakan teknologi terbaru agar cepat hamil, pertimbangkan risiko persalinan prematur yang lebih tinggi.
  • Melakukan perawatan rutin prenatal.
  • Konsumsi lebih banyak asam folat, kalsium, zat besi dan nutrisi penting lainnya.
  • Berhenti merokok, minum alkohol dan obat-obatan terlarang serta obat atau suplemen apa pun tanpa rekomendasi dokter.
  • Kurangi berat badan.
  • Olahraga teratur

Bagaimana cara Moms mengatasi faktor risiko kehamilan?

(ROS)

Foto : Shutterstock

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.