11 Januari 2018

5 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Hindari Sibling Rivalry

Jangan sampai persaingan kakak dan adik menjadi tak sehat ya, Moms

Suatu ketika, kakak dan adik tampak asyik bermain bersama. Mereka akrab dan bergembira. Namun, sepuluh menit kemudian, mereka bertengkar. Ada yang berteriak, ada yang menangis. Ya, begitulah persaingan antara kakak dan adik. Mungkin Moms juga pernah mengalaminya.

“Ketika mereka ribut, Moms mungkin merasa seperti wasit yang harus menengahi dan berkata ‘mengapa kalian tak bisa rukun?” kata Dr. Sigmund Norr, seorang dokter anak.

Pastinya tiap orang tua tentu ingin anak-anaknya selalu akur. Namun, kenyataannya mereka cukup sering bertengkar dengan berbagai pemicu. Itulah yang disebut sibling rivalry. Mereka berkompetisi, bersaing, cemburu dan bertengkar.

“Persaingan kadang tak terelakkan, namun bisa dikendalikan. Langkah pertama untuk menyelesaikan perseturuan antara saudara kandung adalah memahami penyebabnya,” papar Dr. Norr.

Alasan mereka bertengkar tentu tak semata-mata karena berebut mainan atau sepotong kue. Kecemburuan dan persaingan untuk mendapat perhatian orang tua adalah sumber utamanya. Apalagi ada perbedaan usia dan temperamen sehingga persaingan itu tak terelakkan.

Dr Norr mengatakan, ada cara untuk meminimalkan konflik dan memaksimalkan resolusi yang produktif. Kebanyakan orang tua tentu ingin menghentikan pertengkaran itu. Tapi, yang lebih penting adalah bagaimana mengajarkan keterampilan untuk menghentikan persaingan. Yang penting dalam resolusi konflik adalah bagaimana belajar memberi dan menerima, mencintai, toleransi, kesabaran, dan kebaikan.

Baca Juga : Mengurangi Kebiasaan Kakak Adik Bertengkar

Nah, berikut tips mengatasi sibling rivalry seperti dipaparkan Dr. Norr:

1. Tetap tenang dan terkendali

shutterstock 457646809
Foto: shutterstock 457646809

Perhatikan apa yang anak-anak Moms lakukan sehingga Moms dapat melakukan intervensi sebelum situasi persaingan terjadi dan makin meningkat. Jaga suasana agar tetap tenang dan terkendali sehingga anak-anak pun belajar melakukan hal yang sama.

2. Ciptakan lingkungan kooperatif

Hindari membandingkan anak-anak Moms karena akan memicu persaingan antara mereka. Sebaliknya, ciptakan kesempatan mereka untuk bekerja sama dan kompromi.

Jangan lupa, berikan contoh yang baik. Dr. Norr menjelaskan, "Bagaimana cara Moms dan pasangan berinteraksi satu sama lain itu merupakan contoh bagi anak-anak tentang cara berinteraksi antara mereka.”

3. Hargai dan Tidak Melabel

shutterstock 701007301
Foto: shutterstock 701007301

Sebenarnya, anak-anak cenderung tidak bersaing bila mereka merasa dihargai sebagai individu. Dr. Norr mengatakan bahwa menghindari labeling adalah cara yang baik untuk memulai menghargai setiap individu.

Pastikan setiap anak merasa istimewa bagi Moms. Luangkan waktu bersama mereka secara individu. Kemudian, pastikan setiap anak memiliki ruang dan waktu untuk menyendiri.

4.Rencanakan kegiatan keluarga yang menyenangkan

Rencanakan makan malam keluarga, liburan dan kegiatan bersama lainnya. Ini merupakan cara yang baik bagi anak-anak untuk saling berbagi dan merasakan kenangan positif bersama.

5. Bersikap Adil, Tapi Jangan Perlakukan Sama

shutterstock 75987364
Foto: shutterstock 75987364

Bagi orang tua, berisikap adil sangat penting. Tapi adil tidak selalu berarti sama. Hukuman dan penghargaan harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi anak-anak. Misalnya, Moms tidak perlu memberi anak-anak mainan yang sama. Namun, beri mereka mainan yang berbeda sesuai dengan usia dan minat mereka.

(HIL)

Foto : Shutterstock

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.