26 Mei 2019

5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms?

Beras tidak hanya berwarna putih, lo

Bicara tentang jenis beras di Indonesia, mungkin yang pertama muncul di pikiran kita adalah beras putih. Padahal beras ada juga yang berwarna cokelat, merah, bahkan hitam.

Setelah dipanen, padi melalui beberapa proses pengolahan sebelum menjadi beras. Bulir padi (gabah) dipisahkan dari jeraminya, kemudian dijemur. Setelah kering, gabah digiling sehingga sekamnya terlepas.

Pada tahap ini, padi sudah berubah menjadi beras merah, cokelat, atau hitam, tergantung jenisnya. Jika beras diproses lagi hingga bekatul dan benihnya hilang, maka jadilah beras putih.

Setiap jenis beras di Indonesia memiliki karakter berbeda, Moms. Kenali lebih jauh, yuk!

1. Beras Putih

5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 1.jpg
Foto: 5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 1.jpg (calorielab.com)

Padi yang sudah dihilangkan sekam, bekatul, dan benihnya kemudian dipoles agar tampilannya menjadi lebih cerah, putih, dan mengilat. Inilah beras putih yang paling populer di Indonesia dibanding beras jenis lain.

Proses tadi mengubah rasa, tekstur, dan tampilan beras serta membuat beras putih lebih tahan lama dibanding beras merah, cokelat, atau hitam. Nasi putih hasil memasak beras putih banyak disukai karena pulen, enak, dan bersih. Sayang, zat gizinya jadi hilang, terutama kandungan vitamin B1-nya.

Beras putih yang ada di Indonesia memiliki beberapa jenis. Ada pandan wangi, IR 64 (setra ramos), rojolele, mentik wangi susu, IR 42, batang lembang, serta beras C4 dan beureum sengit yang langka.

Baca Juga: Selain Beras, Ini 4 Makanan yang Sering Dipalsukan

2. Beras Cokelat

5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 2.jpg
Foto: 5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 2.jpg (img.purch.com)

Beras cokelat (brown rice) adalah beras yang dihilangkan sekamnya saja, tidak diproses sepanjang beras putih. Karena itu teksturnya kasar dan warnanya cokelat kusam.

Proses memasaknya lebih lama daripada beras putih dan nasi yang dihasilkan pera. Beras cokelat juga mudah busuk jika tidak disimpan dengan benar.

Meski demikian, beras cokelat adalah sumber magnesium, fosfor, selenium, thiamine, niasin, vitamin B6, mangan, dan serat yang baik.

Beras cokelat berkecambah (germinated brown rice atau GBR) bahkan lebih kaya nutrisi lagi. GBR dibuat dengan cara merendam beras cokelat dalam air suhu 400 C selama 4-20 jam sebelum dimasak.

Perkecambahan mengaktifkan berbagai enzim dalam beras dan meningkatkan jumlah asam amino komplet di dalamnya. Tekstur nasinya juga lebih empuk.

3. Beras Merah

5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 3.jpg
Foto: 5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 3.jpg (upload.wikimedia.org)

Beras merah (red rice) berbeda varietas dengan beras cokelat (dan beras putih). Warna merahnya berasal dari kandungan antosianin.

Rasanya khas, agak seperti kacang. Di luar warna, beras merah memiliki karakteristik seperti beras cokelat yakni tinggi serat dan gizi serta lebih cepat busuk dan bertekstur lebih pera dibanding beras putih.

Di Indonesia, beras merah adalah beras yang paling populer kedua setelah beras putih. Harganya lebih mahal daripada beras putih. Biasanya beras merah dikonsumsi oleh mereka yang sedang diet atau peduli kesehatan.

Ada beberapa cara memasak beras merah agar hasilnya tidak terlalu keras. Pertama, rendam beras 15-30 menit sebelum dimasak.

Kedua, masak dengan air lebih banyak dari biasanya. Ketiga, masak beras merah dicampur beras putih dengan komposisi 3:1 (lebih banyak beras merah).

Baca Juga: Ini Caranya Menyimpan Beras Agar Bebas Kutu

4. Beras Hitam

5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 4.jpg
Foto: 5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 4.jpg (vibrantwellnessjournal.com)

Beras hitam berbeda dengan beras ketan hitam, ya, Moms. Nasi dari beras hitam tidak lengket seperti nasi ketan hitam.

Beras ini memiliki warna hitam pekat yang berubah menjadi ungu saat dimasak. Warna ungu gelapnya berasal dari kandungan antosianin yang paling banyak dibanding beras warna lain.

Bahkan, kandungan antosianin dalam sekam beras hitam merupakan salah satu yang tertinggi yang pernah ditemukan dalam makanan.

Beras hitam adalah sumber zat besi, vitamin E, dan antioksidan. Kandungan serat dan rasanya seperti beras cokelat dan beras merah. Beras ini langka dan dipercaya memiliki beragam manfaat kesehatan jika dikonsumsi.

5. Beras Ketan

5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 5.jpg
Foto: 5 Jenis Beras yang Ada di Indonesia, yang Mana Favorit Moms 5.jpg (sbs.com.au)

Beras ketan kebanyakan berasal dari Asia Tenggara, Timur, serta bagian timur Asia Selatan. Ciri butirannya adalah putih tidak transparan seperti beras biasa dan lengket setelah dimasak. Ini karena beras ketan tinggi amilopektin dan rendah amilose.

Meski sama-sama lengket, beras ketan dan beras Jepang berbeda jenis dan tingkat kelengketannya. Namun, beras ketan sering digunakan sebagai campuran beras putih saat membuat sushi, sebagai pengganti beras Jepang.

Di Indonesia, beras ketan sering dibuat menjadi kudapan tradisional, berbeda dengan beras biasa yang umumnya dijadikan makanan pokok. Selain beras ketan putih, ada pula beras ketan hitam yang sering dijadikan bubur manis atau tapai.

Baca Juga: Manfaat Air Beras untuk Perawatan Rambut Alami, Bikin Berkilau!

Nah, itulah jenis-jenis beras yang ada di Indonesia. Yang mana beras favorit Moms?

(EMA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.