Scroll untuk melanjutkan membaca

Rekomendasi Alat Penghemat Listrik, Ketahui Cara Kerja dan Efektivitasnya di Sini!

Apakah efektif menggunakan alat penghemat listrik dan berdampak pada pengurangan tagihan listrik?
Rekomendasi Alat Penghemat Listrik, Ketahui Cara Kerja dan Efektivitasnya di Sini!
placeholder
Artikel ditulis oleh Hanafi
Disunting oleh Aprillia

Penggunaan alat penghemat listrik beberapa waktu terakhir ini semakin diminati masyarakat guna mengurangi jumlah tagihan listrik bulanan yang cukup tinggi.

Apalagi sejak dicabutnya subsidi PLN 900 VA pada tahun 2020 lalu membuat masyarakat harus pandai-pandai menghemat pemakaian listrik.

Meskipun sudah berhemat semaksimal mungkin, pernahkah Moms merasa kalau tagihan listrik masih mahal?

Apakah alat elektronik rumah tangga tetap menyedot daya listrik meskipun tidak dipakai?

Lantas, apakah bisa menyiasati kondisi ini dengan menggunakan alat penghemat listrik?

Apakah alat ini benar-benar bisa mengurangi konsumsi listrik? Cari tahu penjelasannya disini dan intip rekomendasi alat penghemat listrik, yuk!

Baca Juga: Tips AC Hemat Listrik agar Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Murah

Apakah Alat Penghemat Listrik Efektif?

Apakah Alat Penghemat Listrik Efektif

Foto: token listrik.jpg

Foto: meteran listrik (Orami Photo Stock)

Alat penghemat listrik kini sedang banyak diburu oleh para ibu rumah tangga untuk mengurangi jumlah tagihan listrik pascabayar maupun prabayar.

Namun, tahukah Moms jika pihak PLN sebenarnya tidak pernah menjual alat ini kepada publik?

Hal ini diungkapkan oleh salah satu staf PLN setelah menerima banyak keluhan dari masyarakat yang mengaku ditipu oleh para penjual alat penghemat listrik.

Para penjual tersebut bahkan tidak segan membawa nama PLN yang kabarnya akan menaikkan tarif listrik.

Padahal hingga saat ini tidak ada wacana kalau pihaknya akan menaikkan tarif listrik.

Meskipun PLN secara resmi tidak menjual alat ini, tapi Moms bisa membeli alat penghemat listrik yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan elektronik lainnya.

Banyak di antara produk-produk mereka yang mengklaim bisa mengurangi jumlah konsumsi listrik hingga 40%.

Lantas, bagaimana sih cara kerja alat ini? Alat penghemat listrik pada dasarnya tidak mengurangi daya pemakaian listrik.

Namun alat ini bekerja seperti halnya tempat penyimpanan energi yang berlebihan. Coba simak ilustrasi berikut ini, yuk!

Cara Kerja Alat Penghemat Listrik

Bekasikinian.com-Ilustrasi-Token-PLN.jpg

Foto: Bekasikinian.com-Ilustrasi-Token-PLN.jpg (bekasikekinian.com)

Foto: cara kerja penghemat listrik (Orami Photo Stock)

Beberapa alat elektronik seperti AC, kulkas, freezer, dan charger HP biasanya memakan banyak energi listrik meskipun tidak dipakai.

Energi yang terserap ini kadang bisa berlebihan dengan ditandai meningkatnya suhu alat elektronik tersebut.

Moms pasti pernah menyentuh kepala charger HP yang rasanya hangat walaupun tidak digunakan untuk mengisi daya, kan?

Nah, kemungkinan besar ini karena serapan energi listrik yang terbuang sia-sia.

Meskipun alat elektronik ini tidak menggunakan energi listrik yang terserap, namun konsumsinya tetap terhitung dalam tagihan listrik.

Jadi Moms tetap harus membayar energi listrik yang terbuang itu. Sayang banget, kan?

Nah, disinilah peran alat penghemat listrik dibutuhkan. Alat ini berfungsi sebagai penampung energi listrik yang terserap.

Kemudian, energi listrik yang tertampung ini akan digunakan ketika Moms menggunakan alat elektroniknya. Dengan begitu, tidak ada energi listrik yang terbuang sia-sia seperti sebelumnya.

Baca Juga: 9+ Cara Menghemat Listrik di Rumah, Bye Tagihan Bengkak!

Apakah Benar Kapasitor Bisa Menghemat Listrik?

alat penghemat listrik

Foto: alat penghemat listrik (https://www.britannica.com/technology/electrical-and-electronics-engineering)

Foto: kapasitor listrik (britannica.com)

Salah satu jenis alat penghemat listrik yaitu kapasitor. Fungsinya sama seperti alat penghemat listrik lainnya yaitu untuk menampung energi listrik.

Kapasitor terdiri dari 2 konduktor seperti pelat sejajar dan dipisahkan dengan bahan dielektrik.

Jika salah satu konduktornya menyimpan energi positif, maka konduktor lainnya akan menyimpan energi negatif.

Dengan begitu terkumpullah energi listrik di dalamnya yang disebut kapasitansi.

Ada 2 macam daya kapasitor, yakni besar dan kecil. Kapasitor besar biasanya memiliki energi listrik yang besar sehingga cocok untuk alat elektronik seperti AC dan sejenisnya.

Sedangkan kapasitor yang ukurannya kecil memiliki daya rendah sehingga perlu dihubungkan dengan transistor.

Baca Juga: Panduan Instalasi Listrik Rumah yang Tepat dan Aman

Stability 24 Jam Bisa Menghemat Listrik?

alat penghemat listrik

Foto: alat penghemat listrik (https://evindustrial.com/)

Foto: stability 24 jam (evindustrial.com)

Stability 24 adalah alat penghemat listrik yang cukup populer dan banyak digunakan, terutama di negara-negara Eropa.

Bentuknya yang ringkas dan kecil jadi gampang banget dipasang. Moms hanya perlu menancapkannya ke stop kontak saja.

Alat ini diklaim mampu mengurangi konsumsi listrik alat-alat elektronik hingga 30-50%, Namun, besarnya penurunan energi ini juga tergantung alat elektronik apa yang digunakan. Berikut ini rinciannya:

  • Hemat 50% untuk AC, mesin cuci, komputer, dan hair dryer.
  • Hemat 45% untuk setrika, kompor listrik, oven, microwave, TV, dan heater.
  • Hemat 40% untuk kulkas dan ketel listrik.
  • Hemat 35% untuk alat pembuat kopi, lampu pijar, dan pemanggang roti.
  • Hemat 30% untuk alat bor, palu listrik, gergaji ukir, dan piring bundar.

Dengan menurunkan konsumsi daya antara 30-50% ini Moms bisa menghemat sekitar 10-15% biaya tagihan listrik bulanan.

Hal ini terjadi karena stability 24 membuang elemen reaktif pada alat elektronik.

Elemen reaktif ini dinilai tidak penting, tidak dibutuhkan, dan malah menciptakan beban tambahan pada jaringan. Sehingga bisa menambah konsumsi energi listrik.

Rekomendasi Alat Penghemat Listrik dan Harganya

alat penghemat listrik

Foto: alat penghemat listrik (https://www.wellnesscommunitystl.org/alat-penghemat-listrik/)

Foto: alat penghemat daya listrik (wellnesscommunitystl.org)

Apabila Moms menggunakan listrik token, yuk simak rekomendasi alat penghemat listrik token berikut ini!

  • Lumina alat penghemat listrik, diklaim bisa hemat daya hingga 40%: harga kisaran Rp1.000.000.
  • Zenco Automatic Energy Saver, diklaim bisa hemat daya 15 - 40%: harga kisaran Rp350.000.
  • King Saver Alat Penghemat Listrik, diklaim bisa hemat daya hingga 40%: harga kisaran Rp275.000 - Rp350.000.
  • Enter Indonesia alat hemat listrik, diklaim bisa hemat daya hingga 40%: harga kisaran Rp650.000 - Rp2.800.000.
  • Hannesc Intelligent Energy Saver, diklaim bisa hemat daya hingga 45%: harga kisaran Rp300.000 ke atas.
  • International SORJ, diklaim hemat 70% daya starting dengan kapasitas maksimal 440 watt: harga kisaran Rp85.000.
  • Home Electric Saver, diklaim hemat daya hingga 30%: harga kisaran Rp250.000 ke atas.
  • Dragon Power Energy Saver Solution: harga kisaran Rp270.000 - Rp700.000.

Tips Menghemat Listrik

Tips Menghemat Listrik

Foto: lampu led.jpg (reichelt)

Foto: hemat listrik (Orami Photo Stock)

Selain menggunakan alat penghemat listrik, ada cara lain yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi pemakaian daya listrik, antara lain:

  • Menggunakan lampu LED.
  • Menggunakan stop kontak (smart power strips) yang otomatis mati apabila tidak digunakan.
  • Mencabut charger HP apabila tidak digunakan.
  • Menggunakan smart meter.
  • Menggunakan smart outlets.

Itulah Moms informasi seputar alat penghemat listrik. Ada baiknya jika ingin berhemat pastikan selalu matikan perangkat elektronik yang sudah tak digunakan, Moms!

  • https://www.britannica.com/technology/electrical-and-electronics-engineering
  • https://www.techtarget.com/whatis/definition/capacitor-capacitance
  • https://marsnetwork.org/energy-saving-devices-do-they-really-work/
  • https://www.electricsaver1200.com/devices/power-save/
  • https://evindustrial.com/
Produk rekomendasi