27 Oktober 2022

Babycough: Obat Sirup untuk Atasi Demam, Batuk, dan Pilek Si Kecil

Mampu meredakan batuk pilek Si Kecil, ya, Moms!

Babycough adalah obat untuk meredakan batuk, pilek, dan demam pada anak.

Obat ini menjadi obat yang paling pertama diberikan oleh dokter.

Mungkin Moms juga sudah tidak asing lagi dengan obat ini, terutama saat memasuki siklus sakit Si Kecil yang umumnya dipengaruhi oleh cuaca.

Walaupun sering menggunakan obat ini pada anak, apakah tahu penjelasan terkait kandungan obat ini dan penggunaannya?

Jika tertarik mengetahui lebih lanjut, yuk kita simak sama-sama penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Menyembuhkan Flu pada Anak

Manfaat, Dosis dan Panduan Penggunaan Babycough

Obat sirup untuk anak
Foto: Obat sirup untuk anak (iStockphoto.com)

Babycough adalah obat berbentuk sirup untuk menghilangkan batuk dan pilek Si Kecil.

Di lansir dari MIMS, obat ini mengandung paracetamol, guaifenesin, dan chlorpheniramine maleate.

Moms mungkin sudah tahu, paracetamol adalah jenis obat yang termasuk kelompok obat analgesik atau obat penghilang rasa sakit.

Sementara itu, chlorpheniramine maleate adalah obat yang memiliki manfaat untuk meredakan alergi.

Sementara itu, guaifenesin adalah obat ekspektoran yang bermanfaat meredakan batuk dan penyumbatan dahak.

Oleh karena itu, Babycough adalah obat yang tepat diberikan kepada anaknya.

Umumnya, jika konsultasi ke dokter untuk kondisi anak yang demam, batuk dan pilek, obat ini merupakan obat wajib yang diberikan oleh dokter.

Baca Juga: Anak Panas Karena Demam? Jangan Panik Dulu

Lebih lengkap lagi, berikut ini adalah informasi lengkap terkait obat untuk anak, yaitu:

  • Golongan obat: Obat Bebas Terbatas
  • Kandungan: Paracetamol 120mg, Guaifenesin 25mg, Chlorpheniramine Maleate 1mg
  • Bentuk atau tekstur: Obat sirup
  • Kelas terapi: Obat flu & batuk untuk anak
  • Santuan penjualan: Botol @ 60 ml
  • Diproduksi: PT Universal Pharmaceutical Industries.

Dari pembahasan yang telah dijelaskan di atas, Babycough memiliki manfaat meredakan batuk, pilek dan demam pada anak-anak dan balita.

Namun, perhatikan cara penggunaan dan dosis obat satu ini.

Penggunaan dan Dosis Obat Babycough

Anak Mengalami Demam
Foto: Anak Mengalami Demam (thedailystar.net)

Dianjurkan obat Babycough diberikan pada anak sesudah makan, hal ini bertujuan mengurangi nyeri lambung saat obat berproses.

Konsumsi obat ini diperbolehkan bagi anak untuk umur berapa?

Untuk menjawab pertanyaan ini, simak dalam panduan di bawah ini:

  • Anak usia dibawah 1 tahun, dosis 2.5 ml, diminum sebanyak 3 kali sehari.
  • Anak usia 1-4 tahun, dosis 5 ml, diminum sebanyak 3 kali sehari.
  • Anak usia 8-12 tahun, dosis 10 ml, diminum sebagai 3 kali sehari.

Sebagai ibu, penting memperhatikan dosis dan panduan konsumsi obat di atas.

Jika anak mengkonsumsi obat tidak sesuai dosis, bisa berpotensi untuk memberikan buruk.

Terdapat beberapa efek samping atau kontraindikasi yang ditimbulkan saat mengonsumsi obat ini, terutama jika dosis yang digunakan berlebihan atau lebih dari batas yang ditentukan.

Selain itu, wajib menyimpan Babycough ditempat yang sejuk, kering dan terlindung dari paparan sinar matahari.

Baca Juga: 10 Obat Alami Masuk Angin pada Anak, Ampuh!

Efek Samping Obat Babycough

Si kecil sedang minum obat sirup
Foto: Si kecil sedang minum obat sirup (iStockphoto.com)

Umumnya, setiap obat yang mengandung paracetamol dapat memberikan efek samping mengantuk.

Tidak heran jika selesai mengkonsumsi obat paracetamol, pasien akan cepat untuk terlelap.

Selain itu, jika secara terus-menerus mengonsumsi paracetamol, juga memberikan efek samping yang cukup serius, yaitu kerusakan hati.

Maka dari itu, ketika memberikan obat ini, penting untuk memperhatikan dosis obatnya.

Terutama anak-anak yang cenderung hipersensitif.

Saat memberikan obat pada anak-anak atau balita, pertimbangan penting yang perlu diperhatikan adalah usia anak itu sendiri.

Usia bayi pada dasarnya menjadi patokan dasar untuk mempertimbangkan dosis dan penggunaan obat itu sendiri.

Begitu pula obat babycough, yang memang umum diberikan untuk mengobati demam, batuk, dan pilek pada bayi.

Golongan dari obat Babycough, seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu termasuk obat bebas terbatas.

Maka dari itu, obat ini umum ditemukan di setiap apotek.

Namun, maksud dari golongan obat bebas terbatas juga berarti penggunaan obat ini perlu mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya usia bayi dan dosis obat itu sendiri.

Dari penjelasan sebelumnya, Moms sudah mengetahui dosis dan panduan penggunaan obat satu ini.

Baca Juga: 5 Obat Sakit Perut Alami untuk Anak

Efek Samping yang Dapat Terjadi

Di awal pembahasan terkait efek samping, disampaikan bahwa setiap obat yang mengandung paracetamol umumnya memberikan efek samping mengantuk.

Wajar jika setelah memberikan obat ini, anak akan mudah tertidur.

Namun, efek samping ini juga baik, karena dengan anak tidur dapat memberikan kesempatan pada tubuh untuk recovery.

Serta membiarkan obat bekerja di dalam tubuh dengan maksimal.

Namun, perhatikan beberapa hal lainnya, karena obat ini juga bisa menyebabkan efek samping lain.

Obat ini tidak diperkenankan dikonsumsi bagi anak yang memiliki alergi pada obat.

Atau memiliki kondisi hipersensitif pada kandungan obat.

Obat ini tidak disarankan penggunaannya bersamaan dengan obat golongan Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs).

Hal tersebut bertujuan mencegah efek samping buruk yang diderita oleh anak.

Jenis golongan obat bebas terbatas, bukan berarti tidak harus berkonsultasi dengan dokter.

Konsultasi dengan dokter sangat diwajibkan dan disarankan, terutama untuk penggunaan obat.

Dengan begitu, proses penyembuhan bisa dialami dengan cepat.

Nah, itulah penjelasan lengkap terkait obat babycough yang perlu diketahui.

Dengan begitu, Moms bisa memanfaatkan penggunaan obat ini dengan maksimal dengan kesehatan Si Kecil itu sendiri.

  • https://www.mims.com/thailand/drug/info/baby%20cough%20syrup%20atlantic?type=full#
  • https://www.chla.org/blog/health-and-safety-tips/decoding-your-babys-cough

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb