01 Mei 2018

Bahaya Dehidrasi pada Ibu Hamil dan Janin

Dehidrasi pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur!

Sebagian besar wanita hamil disarankan minum delapan hingga 8-12 gelas air setiap hari selama masa kehamilan. Namun, banyak juga ibu hamil yang lupa atau malas mengonsumsi banyak air putih selama hamil. Padahal, ada banyak bahaya dehidrasi pada ibu hamil dan janin, lho!

Pada tahap awal kehamilan, volume darah Moms akan memperluas plasenta dan air menyusun sebagian besar kandungan darah ini dalam bentuk plasma. Cairan amniotik pada janin, awalnya terbentuk dari air yang Moms minum.

Baca Juga : Fakta dan Mitos Makanan untuk Ibu Hamil

Dengan kata lain, seorang wanita yang sedang hamil tak boleh sampai kekurangan cairan apalagi dehidrasi. Lalu apa saja dampak buruk dehidrasi pada kesehatan ibu hamil dan janin? 

Volume Air Ketuban Rendah

Meskipun ada berbagai hal yang menyebabkan air ketuban rendah, dehidrasi pada ibu hamil dapat menjadi penyebab yang paling mungkin. Cairan amniotik berfungsi sebagai sistem pendukung janin. Karena cairan tersebut memberikan perlindungan dan bantalan bagi bayi janin yang belum lahir dan membantu pengembangan banyak sistemnya.

Cairan ketuban rendah pada tahap awal kehamilan dapat menyebabkan perkembangan cacat lahir atau bahkan keguguran. Pada tahap akhir kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan bayi atau komplikasi persalinan seperti persalinan caesar yang diperlukan atau kompresi tali pusar.

Baca Juga : Faktor Penyebab Air Ketuban Menyusut di Dalam Rahim

Berisiko pada Perkembangan Organ Janin

Selain kemungkinan risiko ibu kelelahan, sembelit dan produksi ASI yang tidak memadai, dehidrasi dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya untuk bayi Moms.

Air memainkan peran penting dalam membuang limbah dan fungsi hati dan ginjal baik untuk Moms dan bayi.

Dehidrasi dapat menyebabkan pengangkatan substansi yang tidak memadai dari sel-sel bayi dan membuat ketegangan pada hati dan ginjalnya. Dehidrasi pada trimester ketiga dapat memicu kontraksi uterus dan menyebabkan persalinan prematur.

Bagaimana Mencegah Dehidrasi Saat Hamil?

Jika Moms mengalami gejala dehidrasi sedang atau ringan, Moms dapat memperoleh kembali cairan yang hilang dengan mengonsumsi lebih banyak air.

Ada pula pilihan lainnya seperti  teh herbal,kopi tanpa kafein, jus buah, minuman ringan, susu, sup dapat diterima tetapi pada tingkat lebih rendah dari yang di atas.

Baca Juga : Berbagai Minuman Bernutrisi Untuk Ibu Hamil

Selain minum air yang cukup selama kehamilan, ada faktor lain yang harus Moms perhatikan untuk menghindari dehidrasi. Batasi minuman dengan banyak gula atau kafein karena minuman tersebut benar-benar dapat berfungsi sebagai diuretik.

Berolahraga atau bekerja terlalu keras di lingkungan yang panas atau lembap dapat sangat meningkatkan risiko suhu tubuh panas, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Ketika menyimpang dari rutinitas harian, pastikan untuk tetap terhidrasi dan memiliki air atau cairan lain yang mudah dan aman dikonsumsi.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.