20 Agustus 2018

Batas Usia Maksimal untuk Hamil dan Cara yang Dilakukan Agar Kehamilan Tetap Sehat

Ketika ovarium menua, apa yang harus dilakukan calon ibu?

Meski keinginan memiliki momongan lazim diutarakan oleh pasangan yang sudah menikah, tapi nyatanya ada juga beberapa dari mereka yang menunda untuk hamil.

Namun, ada anggapan sebaiknya perempuan tidak terlalu lama menunda kehamilan lantaran faktor usia berpengaruh pada stamina dan kesehatannya maupun bayi yang dilahirkan.

Benarkah demikian? Memang sebenarnya berapa, sih, batas usia maksimal untuk hamil?

Sebenarnya memang tidak ada ukuran yang pasti. Selama masih usia subur, perempuan mempunyai peluang untuk hamil. Namun, usia dan kondisi fisik perempuan berpengaruh terhadap proses kehamilan yang pertama, kesehatan janin, dan proses persalinan.

Baca Juga : Berapa Usia yang Tepat untuk Hamil dan Melahirkan?

Seiring kemajuan teknologi kedokteran, konon seorang perempuan berusia di atas 35 tahun masih berpeluang berhasil untuk hamil.

Walaupun sejauh ini, rekomendasi WHO usia yang dianggap paling aman menjalani kehamilan dan persalinan adalah 20 hingga 30 tahun.

Di rentang usia tersebut, kondisi fisik perempuan dalam keadaan prima. Rahim sudah mampu memberi perlindungan untuk kehamilan.

Baca Juga : Kenali Gejala Depresi Saat Hamil dan 7 Cara Mudah Mengatasinya

Sementara itu, kehamilan di usia kurang dari 20 tahun bisa menimbulkan masalah. Kenapa?

Karena kondisi fisik belum 100 persen siap untuk mendukung perubahan fisik yang ditimbulkan selama hamil.

Adapun kemungkinan risiko yang  terjadi pada kehamilan di usia kurang dari 20 tahun adalah naiknya tekanan darah serta pertumbuhan janin jadi terhambat.

Perlu Moms ketahui juga, setiap wanita memiliki jumlah dan kualitas sel telur yang terbatas. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas telur ini menurun.

Kondisi seperti kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan diabetes dapat menjadi faktor yang menghambat kemampuan Moms untuk hamil, risiko keguguran meningkat dan menyebabkan komplikasi selama kehamilan.

Maka perlu diperhatikan beda usia, beda kondisi fisik wanita beda risiko.

Baca Juga : Mengenal Hiperemesis Gravidarum, Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil

Seperti dilansir dari WebMD bahwa wanita yang hamil di atas usia 35 tahun akan memiliki beberapa masalah kesehatan, baik untuk janin yang dikandung maupun ibu hamil. 

Apa saja risiko kesehatan yang dimaksud?

Di antaranya adalah kemungkinan bayi lahir dengan masalah dan gangguan kromosom atau down syndrome.

Akan tetapi Moms tak perlu cemas karena tak sedikit perempuan yang berusia 35 tahun bahkan 40 tahun, hamil dengan sehat dan melahirkan bayi yang sehat pula. 

Baca Juga : Waspada Melahirkan di Atas Usia 35 Tahun

Memang, ada risiko komplikasi yang tinggi pada perempuan yang hamil pada usia di atas 35 tahun, ketimbang wanita yang hamil pada usia yang lebih muda. Akan tetapi, ada beragam upaya yang dapat dilakuan agar ibu hamil di usia tua dapat melahirkan bayi yang sehat. 

Tetap sehat adalah penting untuk memaksimalkan peluang untuk hamil dan membantu memiliki kehamilan yang lebih sehat. Diet dan olahraga saja tidak dapat sepenuhnya mengatasi efek penuaan pada ovarium.

Yang perlu diperhatikan yaitu Moms harus optimal menjaga kesehatan diri dan bayi bayi selama kehamilan. Seperti:

1. Melakukan pemeriksaan pra-kehamilan dan konseling

Ketika Moms memutuskan  siap untuk memiliki bayi, penting untuk mengambil beberapa langkah sebelum konsepsi.

Temui dokter untuk pemeriksaan guna memastikan Moms sehat sebelum kehamilan. Konsultasikan untuk memastikan Moms siap secara emosional untuk menjalani proses kehamilan.

Baca Juga : Hamil atau Tidak? Cek 5 Tanda Kehamilan Ini

2. Melakukan perawatan prenatal dini secara teratur

Perhatikan masa 8 minggu pertama kehamilan sangat penting bagi perkembangan janin. Perawatan prenatal dini dan teratur dapat meningkatkan peluang menjalani kehamilan yang aman dan bayi yang sehat.

Perawatan prenatal meliputi pemeriksaan, pemeriksaan rutin, kehamilan dan pendidikan persalinan, serta konseling dan dukungan.

Mendapatkan perawatan prenatal juga membantu memberikan perlindungan ekstra bagi wanita di atas 35 tahun.

Seperti untuk mengatasi adanya risiko diabetes gestasional dan preeklampsia, suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi akibat protein yang tinggi dalam urin. 

Selama kunjungan prenatal, dokter akan memeriksa tekanan darah, menguji urine untuk protein dan gula, dan menguji kadar glukosa darah. Maka jika ada masalah potensial apa pun dapat ditangani sejak dini.

(HIL)

Sumber: webmd.com, parents.com, fitpregnancy.com

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.