Bayi

BAYI
17 April 2020

Bayi 11 Minggu Terinfeksi COVID-19, Berikut Kondisi Terkininya

Awalnya didiagnosis alami meningitis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Virus COVID-19 merupakan virus yang sangat cepat menyebar, virus ini dapat menyerang kalangan dari ragam usia, baik itu orang dewasa maupun bayi dan anak-anak.

Ada sebuah peristiwa di Inggris, di mana seorang bayi baru lahir positif terinfeksi virus COVID-19. Awalnya, bayi ini memiliki suhu badan tinggi dan setelah diperiksa, ia dikonfirmasi memiliki infeksi COVID-19.

Baca lebih lanjut untuk mengetahui penjelasannya berikut ini, Moms.

Baca Juga: Tips Melindungi Diri dari COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Bayi Terinfeksi COVID-19 di Usia 11 Minggu

bayi terinfeksi COVID-19-1.jpg

Foto: metro.co.uk

Mengutip Metro, bayi yang positif COVID-19 tersebut bernama Ares Banister, yang masih berusia 11 minggu. Ia dibawa ke Leicester Royal Infirmary pada Senin malam karena suhu tubuhnya tinggi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Ares dikonfirmasi terinfeksi virus corona pada hari berikutnya.

Jodie, sang ibu yang berusia 30 tahun, mengatakan bahwa kondisi bayinya tersebut telah membaik, meskipun pada awalnya dirinya sempat merasa takut dan panik.

"Dia terlihat tidak sehat dan sedikit rewel. Dia tidak batuk tetapi hidungnya sedikit berair seperti pilek biasa. Tapi kemudian suhunya naik menjadi sekitar 39° C pada hari Senin," tulis Jodie dalam unggahan Facebook-nya.

Baca Juga: Cara Mencuci Pakaian untuk Menghindari Kontaminasi Covid-19

Diagnosis Awal Diduga Meningitis

bayi terinfeksi COVID-19-2

Foto: Orami Photo Stock

Jodie menjelaskan, ia sempat menelepon dokter dan NHS Direct, tetapi dikatakan agar tidak perlu khawatir dan cukup tinggal di rumah. Tetapi, kondisi Ares makin memburuk.

"Saya menelepon lagi, dan akhirnya seorang dokter yang tidak masuk kantor menghubungi kami kembali. Ketika saya sedang meneleponnya, suhu Ares naik hingga 40.1° C, dan dokter mengakui itu mengkhawatirkan dan mengatakan saya harus membawanya ke rumah sakit," jelasnya.

Awalnya dokter mengira Ares mengidap penyakit meningitis, dan dilakukan perawatan dengan memberikan antibiotik dan cairan. Tetapi, petugas medis melakukan tes COVID-19 sebagai tindakan pencegahan, dan ternyata bayi tersebut positif terinfeksi COVID-19.

"Ketika hasil tes COVID-19 positif, saya terkejut. Rasa takut dan panik muncul, tetapi saya benar-benar kaget. Saya hanya duduk dan menangis. Hal pertama yang dipikirkan secara otomatis adalah dia akan meninggal. Saya sangat takut," terang Jodie.

Baca Juga: Virus Corona Gelombang Kedua di China, Capai 100 Pasien per Hari

Jodie Ingatkan Pentingnya Berada di Rumah

bayi terinfeksi COVID-19-3.jpg

Foto: metro.co.uk

Dalam status Facebook yang dibuat Jodie, ia menjelaskan betapa pentingnya untuk berdiam diri di rumah. Ia juga mengatakan keluarganya sudah tidak keluar selama berminggu-minggu.

"Jika Anda bukan pekerja yang memberikan layanan penting (key worker), silahkan tinggal di rumah! Silahkan mulai mendengarkan pemerintah karena seluruh dunia baru saja berada di masa kritisnya," tegas Jodie.

Karena bayi terinfeksi COVID-19 tersebut masih berada dalam masa menyusui, Jodie diperbolehkan untuk berada di dekatnya, dan ia berlokasi jauh dari jangkauan semua orang.

"Staf di sini baik, meskipun mereka juga perlu menjaga jarak dan hanya datang untuk mengerjakan tugasnya. Karena tidak ada perawatan untuk COVID-19, mereka hanya bisa membuat kondisinya menjadi nyaman," tutup Jodie.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait