23 April 2020

Bayi Takut Rumput? Ini Alasannya Moms!

Tidak usah kaget, bayi tidak suka rumput karena alasan medis lho

Pernah menonton video bayi tidak suka rumput kemudian menangis hingga terlihat takut?

Saat menontonnya, mungkin Moms mengira hal tersebut lucu karena melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Si Kecil. Namun ternyata, hal tersebut bisa dijelaskan secara medis.

Coba Moms bayangkan, saat belum pernah melihat sesuatu, apa yang Moms bayangkan? Selain kening berkerut, pasti ada sedikit rasa takut. Begitu pun dengan bayi dan rumput.

Terbiasa tidur di alas empuk dan lembut, Si Kecil akan menunjukkan ekspresi terkejut saat pertama kali menginjakkan kakinya di atas rumput.

Baca Juga: Tidak Hanya Menangis, Ini 3 Tanda Bayi Lapar

Alasan Bayi Takut Rumput

Bayi tidak suka rumput ini lho alasannya moms -1.jpg
Foto: Bayi tidak suka rumput ini lho alasannya moms -1.jpg

Foto: babycenter.com

Ada alasan yang relatif sederhana: rumput menyebabkan bayi mengalami kelebihan sensorik. Selama beberapa bulan pertama kehidupan, sistem saraf bayi berkembang dengan cepat.

Saat menyentuh rumput, reaksi mereka adalah takut, menangis hingga terkesan bahwa bayi tidak suka rumput.

Menurut sebuah studi ilmiah 2014, bayi mungkin mewaspadai tumbuh-tumbuhan secara umum.

Studi Yale yang diterbitkan dalam jurnal Cognition tersebut, mengamati respon bayi terhadap berbagai objek, termasuk pada tumbuhan yang sering mereka lihat setiap hari.

Para peneliti menemukan bahwa ketika bayi diberi tanaman, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk menyentuhnya jika dibandingkan dengan benda lain. Perasaan ragu tersebut akan terlihat saat bayi memasuki usia 8 bulan.

Bayi dilahirkan dengan rasa takut bawaan, tetapi kebanyakan mereka menunjukkan ketakutan kepada hewan berbahaya, seperti ular. Penelitian terbaru menunjukkan ternyata bayi juga memiliki rasa takut pada tanaman.

Baca Juga: Kenapa Bayi Takut Pada Orang Lain?

Annie Wertz, salah satu peneliti dalam studi tersebut menjelaskan, hal tersebut bisa didasari karena ada sebagian tanaman yang beracun.

Banyakanya tanaman yang berada dilingkungan sekitar bayi, harus diwaspadai. Terutama arena bayi memiliki kecenderungan untuk meletakkan benda di mulutnya.

“Ketakutan bawaan pada tanaman juga bisa membantu melindungi terhadap bahaya di luar racun. Misalnya, beberapa tanaman memiliki duri, rambut halus atau minyak yang dapat merusak jaringan,” kata dia.

Fakta Penelitian

Bayi tidak suka rumput ini lho alasannya moms -2.jpg
Foto: Bayi tidak suka rumput ini lho alasannya moms -2.jpg

Foto: pennington.com

Penelitian ini didasarkan pada percobaan sederhana yang melibatkan menempatkan tanaman, tanaman buatan di depan bayi yang duduk di pangkuan ibunya. Tidak ada benda lain di ruangan tersebut untuk mengalihkan perhatian bayi.

Para peneliti menemukan bahwa rata-rata butuh waktu lima detik lebih lama bagi bayi untuk menyentuh tanaman tersebut.

Peneliti juga menyebarkan kuisioner kepada orang tua tentang seberapa sering anak-anak mereka bermain dengan rumput dan tanaman.

Ternyata, bayi-bayi yang biasanya menyaksikan orang tua mereka memegang tanaman lebih enggan menyentuh tanaman atau rumput.

"Reaksi yang sering terjadi saat saya mempresentasikan penelitian ini, adalah ada banyak orang tua yang mendatangi saya dan berkata, 'Anak-anakku memasukkan semuanya ke mulut, tetapi tidak dengan tanaman,'" jelasnya.

Penelitian ini mungkin juga ada hubungannya dengan anak-anak yang cenderung tidak menyukai sayuran.

Faktanya, anak-anak kecil sudah dikenal tidak menyukai kepahitan sayuran, suatu adaptasi yang ternyata dapat membantu melindungi mereka dari mengkonsumsi tanaman beracun.

Baca Juga: Bayi Tidak Suka Mandi, Apa yang Harus Dilakukan?

Bayi Alergi Tanaman

Bayi tidak suka rumput ini lho alasannya moms -3.jpg
Foto: Bayi tidak suka rumput ini lho alasannya moms -3.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Alasan lain bayi takut rumput ternyata berkaitan dengan alergi, Moms. Selain rumput, ada beberapa tanaman yang bisa menimbulkan alergi.

American Academy of Pediatrics (AAP) meminta Moms untuk mewaspadai tanda-tanda alergi seperti pilek, sakit kepala, kelelahan dan gejala lainnya.

Mengetahui alergi pada bayi bisa menjadi langkah penting dalam menemukan perawatan yang tepat. Tes alergi dapat dilakukan untuk menentukan apakah Si Kecil alergi terhadap alergen lingkungan.

Gejala alergi dapat disebabkan oleh berbagai alergen lingkungan, termasuk alergen dalam ruangan seperti tungau debu, hewan peliharaan, dan hama serta alergen luar ruangan seperti serbuk sari dan tanaman.

Mandi di penghujung hari dapat menghilangkan alergen dari permukaan tubuh dan rambut.

Jika bayi alergi serbuk sari dan rumput, tinggal di dalam ruangan ketika rumput dipangkas dan menghindari bermain di taman berumput tinggi akan sangat membantu.

Baca Juga: Ini Tanda-Tanda Alergi Kedelai pada Bayi, Moms Perlu Tahu!

Menikmati reaksi bayi yang lucu memang menyenangkan. Namun selain itu, Moms juga harus memperhatikan reaksi lain saat melihat alasan di balik bayi yang tidak menyukai rumput ya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.