23 Maret 2024

Bibir Vagina Bengkak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengobatinya

Bisa jadi tanda penyakit, lho!

5. Kanker Vagina

Kanker vagina bisa saja tidak bergejala, terutama pada stadium awal.

Namun beberapa gejalanya bisa berupa benjolan atau bengkak bibir vagina, nyeri panggul, perdarahan dan nyeri setelah berhubungan seksual, atau nyeri saat buang air kecil.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker vagina, adalah:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Menderita kutil di vagina (infeksi HPV)
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan rahim untuk tumor jinak maupun kanker

6. Kehamilan

Jika Moms sedang hamil dan menyadari bibir vagina mulai membengkak, jangan khawatir.

Melansir Case Reports in Obstetrics and Gynecology, hal ini karena adanya tekanan pada panggul karena keberadaan janin di perut memang meningkatkan aliran darah ke bagian bawah tubuh termasuk vagina.

Kondisi inilah yang membuat ibu hamil rentan mengalami bengkak di vaginanya.

Tenang saja, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya saat Moms melahirkan.

Namun, untuk meringankannya, Moms bisa berbaring dengan meninggikan kaki sehingga cairan dan darah tak berkumpul di bagian bawah tubuh termasuk vagina.

Baca Juga: Infus Vitamin C: Kenali Manfaat dan Potensi Risikonya, Tertarik Mencoba?

Cara Mengatasi Bibir Vagina Bengkak

Obat Vagina Bengkak (Orami Photo Stock)
Foto: Obat Vagina Bengkak (Orami Photo Stock)

Perawatan untuk bibir vagina bengkak tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pilihan pengobatan, meliputi:

1. Pengobatan dan Intervensi Bedah

Krim steroid mungkin bermanfaat jika Moms mengalami pembengkakan yang disebabkan oleh alergi atau hubungan seksual.

Moms dengan infeksi jamur mungkin perlu minum obat antijamur yang dijual bebas atau diresepkan, yang dapat dioleskan atau diminum.

Pembengkakan labia yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti bakterial vaginosis atau trikomoniasis dapat diobati dengan antibiotik.

Kista Bartholin tidak selalu memerlukan pengobatan. Namun, beberapa akan memerlukan antibiotik, drainase bedah, atau bahkan operasi pengangkatan.

2. Pengobatan Rumahan

Jika bibir vagina bengkak tidak menimbulkan gejala lain atau parah, Moms juga bisa melakukan pengobatan di rumah, seperti:

  • Kompres hangat atau berendam menggunakan air hangat.
  • Menjaga kebersihan vagina terutama setelah berhubungan seksual dan berkemih.
  • Ganti pakaian dalam, pembalut atau pantyliner lebih sering.
  • Tidak berganti pasangan seksual.

Jika bibir vagina bengkak semakin parah, segera konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Baca Juga: Bronkitis: Gejala, Penyebab, Komplikasi, hingga Pengobatannya

Itu dia Moms penjelasan mengenai bibir vagina bengkak. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6547601/
  • https://www.hindawi.com/journals/criog/2018/7651254/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321077
  • https://www.healthline.com/health/swollen-labia#self--care
  • https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/vaginal-yeast-infections

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb