Kesehatan

17 Februari 2021

Bolehkah Keramas saat Haid Menurut Pandangan Islam? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

Cari tahu juga bolehkah keramasa sat haid dari sisi kesehatan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, pernahkah mendengar mitos tidak bolehkah keramas saat haid? Kebanyakan orang percaya pada mitos tersebut. Namun, apakah benar? Bolehkah keramas saat haid dari sisi kesehatan? Bolehkah keramas saat haid dari sisi agama? Simak penjelasanterkait bolehkah keramas saat haid di bawah ini.

Ada banyak masalah yang harus dihadapi selama menstruasi oleh perempuan, seperti kram perut, sakit punggung, kelelahan, dan bahkan hingga mengalami masalah rambut. Apakah Moms juga merasakan perbadaan pada rambut saat haid?

Ternyata, siklus menstruasi mempengaruhi rambut lho Moms. Misalnya saja menjadikan rambut lebih berminyak. Hal ini biasanya terjadi adanya ketidakseimbangan hormon. Selain itu, kulit kepala juga akan menjadi lebih sensitif.

Namun, bolehkah keramas saat haid? Biasanya, pertanyaan seperti itu datang karena mendengar banyaknya mitos yang beredar sejak lama. "Meskipun kami kebanyakan menganggap kulit sebagai yang paling reaktif terhadap hormonal, perubahan siklus menstruasi dalam beberapa kasus, secara langsung dan tidak langsung memengaruhi kulit kepala dan rambut," jelas dokter kulit Sophia Kogan, MD, dari Nutrafol, dikutip Refinery 29

Baca Juga: Apa Perbedaan Sakit Pinggang saat Haid dan Hamil?

Perubahan saat Haid

Bolehkah Keramas Saat Haid -1

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum menjawab pertanyaan bolehkah keramas saat haid, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja yang terjadi pada tubuh saat haid, terutama pada rambut dan kulit kepala.

1. Pasca-Periode

Moms mungkin terlihat dan merasa membaik pada hari-hari terakhir haid, dan sekitar minggu berikutnya. Selama siklus haid, kadar estrogen mulai meningkat dan testosteron, yang bertanggung jawab untuk memicu produksi minyak akan menurun.

Ini mungkin berita bagus untuk kulit, karena Moms akan mengalami lebih sedikit penumpukan sebum dan warna kulit yang lebih bersih. Tetapi pengurangan minyak di kulit kepala juga dapat menyebabkan rambut kering secara keseluruhan.

"Jika rambut Anda biasanya kering, Anda mungkin perlu mengondisikan lebih banyak pada fase pasca-menstruasi, dan mungkin bagian akhir dari menstruasi, sebelum produksi minyak dimulai," saran Sejal Shah, MD, seorang ahli bedah dermatologi yang bekerja dengan RealSelf.com.

2. Ovulasi

Sekitar 14 hari sebelum menstruasi dimulai, dan seminggu sebelum semua efek PMS muncul, sel telur mulai keluar dari ovarium dan melalui tuba falopi untuk masuk ke hotel rahim lama. Saat ini terjadi, tubuh mulai memproduksi lebih banyak estrogen, yang memicu produksi LH, yang juga dikenal sebagai hormon luteinizing.

Hormon ini bertanggung jawab atas sedikit peningkatan produksi minyak. Sedikit peningkatan ini sebenarnya baik untuk rambut dan kulit kepala yang mengalami kekeringan seminggu sebelumnya.

“Tingkat estrogen yang tinggi dan kadar testosteron yang rendah menjaga produksi minyak tetap terkendali untuk mencegah sebum berlebih,” jelas Sejal.

Ini berarti kulit kepala dan rambut harus terlihat dan terasa sangat bagus. Moms dapat terus mencuci dan memberikan kondisioner biasa, tetapi gunakan pijatan yang lembut. Karena menggosok secara intensif dapat membuat kulit kepala terasa tidak nyaman.

3. Pra-Menstruasi

Pasca-menstruasi dan selama ovulasi, lapisan rahim menebal untuk menyediakan ruang bagi sel telur. Untuk menghasilkan bayi, sel telur harus dibuahi oleh sperma. Ketika ini tidak terjadi, tubuh mengalami serangkaian perubahan hormonal yang tiba-tiba dan rahim bersiap untuk melepaskannya.

Moms bisa merasakannya dalam bentuk payudara yang lembut, jerawat, emosi yang naik turun, kram, dan kembung. "Tingkat penurunan estrogen dan tingkat progesteron dan testosteron meningkat sekitar seminggu sebelum menstruasi," jelasnya.

Hal ini menyebabkan peningkatan produksi minyak di kelenjar kulit. Dan bukan hanya di wajah, kelenjar di kulit kepala juga meningkatkan produksi minyak, yang bagi sebagian perempuan, membuat rambut terlihat dan terasa berminyak di hari-hari menjelang menstruasi.

4. Selama Haid

Selama haid, tingkat estrogen akan berada di titik terendah dan tingkat molekul pro-inflamasi seperti prostaglandin sangat tinggi. “Selama periode ini kita cenderung merasa lelah, lesu, dan tubuh kita lebih sensitif,” kata dia.

Menurutnya, beberapa perempuan melaporkan bahwa rambutnya terlihat lebih kusam dan beberapa bahkan mengatakan kulit kepalanya terasa lebih sensitif saat sedang melakukan perawatan rambut. inilah yang biasanya yang menjadi alasan dari pertanyaan bolehkah keramas saat haid.

Padahal, perawatan tetap perlu dilakukan agar lebih rileks. “Cobalah mandi busa, mandi air panas, mminum teh penghilang kram, atau sedikit membaca. Beristirahatlah yang banyak. Karena kulit kepala Anda lebih berminyak dari biasanya,” tambahnya.

Baca Juga: Mengenal Menorrhagia, Darah Berlebih Saat Haid yang Bisa Sebabkan Anemia

Bolehkah Keramas saat Haid?

Bolehkah Keramas Saat Haid -2

Foto: Orami Photo Stock

Lantas, bolehkah keramas saat haid? Ternyata, hal ini benar-benar mitos. Ini terbukti dengan tidak adanya bukti ilmiah semacam penelitian yang menunjukkan bahaya keramas saat haid. Yang terjadi malah jika tidak keramas, kondisi rambut dan kulit kepala akan sangat kotor dan tidak sehat.

Selain itu, kondisi tersebut juga berkaitan erat dengan hormon. Sebab, saat sedang haid, perempuan memiliki tiga fase siklus menstruasi, yakni: folikuler (sebelum sel telur dilepaskan), ovulasi (saat sel telur dilepaskan) dan luteal (setelah sel telur dilepaskan).

Masing-masing fase diatur oleh hormon yang berbeda, terutama estrogen, progesteron, FSH (hormon perangsang folikel), dan LH (hormon luteinizing), dikutip University of California San Francisco. Hormon-hormon ini bekerja bersama dan melakukan peran terpisah dalam koordinasi dengan hormon lainnya.

Saat haid, terjadi ketidak seimbangan hormon. Dan hal ini dapat menyebabkan segala macam kondisi yang tidak diinginkan seperti penambahan berat badan, insomnia, kulit kering atau ruam, mudah tersinggung dan cemas, kelelahan, dan kembung.

Ada sejumlah kemungkinan penyebab ketidakseimbangan hormon.namun baru-baru ini ada penyebab ketidakseimbangan hormon yang teridentifikasi, yakni adanya peran zat yang disebut sebagai ‘pengganggu endokrin’.

Penelitian National Institute of Environmental Sciences menyebutkan, pengganggu endokrin adalah bahan kimia yang dapat mengganggu sistem endokrin atau sistem kelenjar penghasil hormon tubuh. Ini dapat mengganggu hormon dalam beberapa cara.

Canadian Centre for Occupational Health and Safety mencatat, ada beberapa kategori bahan kimia yang dapat mengganggu endokrin, beberapa di antaranya merupakan produk sampingan dari proses industri atau pertanian. Pengganggu endokrin yang umum adalah Phthalates.

Penggunaan utama Phthalates adalah untuk melembutkan plastik dan vinil dan membuatnya lebih fleksibel. Ini juga digunakan sebagai pelumas di beberapa kosmetik. Phthalates akan memasuki tubuh saat tertelan biasanya dengan cara menelan makanan atau air yang dikemas dalam plastik atau air minum yang terkontaminasi Phthalates.

Bahkan, Phthalate dapat terhirup saat menghirup debu dari ruangan yang memiliki kandungan phthalate seperti plastik miniblinds, lantai vinyl, tirai kamar mandi. Phthalates dapat diserap melalui kulit melalui kontak dengan produk yang mengandung phthalates.

Baca Juga: Kenapa Kita Bisa Pingsan Saat Haid?

Bolehkah Keramas saat Haid Menurut Islam?

Selain dari sudut kesehatan, ada baiknya juga untuk mengetahui bolehkah keramas saat haid menurut pandangan Islam. Terkait hal itu, sebenarnya tidak ada larangan atau dalil yang dengan jelas menyebutkan larangan keramas saat haid.

Namun, terdapat beberapa hadis yang menunjukkan bolehnya keramas saat haid. Seperti hadis dari Aisyah RA yang mendapat haid saat mengikuti haji wadaa’. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Bukalah ikatan rambutmu dan sisirlah. Lalu masuklah ke dalam ihram untuk mengikuti haji …” (HR Bukhari Muslim).

Jika yang ditakutkan keramas saat haid adalah rontoknya rambut, Aisyah saja menyisir rambutnya. Padahal bagi sebagian wanita, menyisir rambut bisa menyebabkan rontoknya rambut. Jika menyisir saja diperbolehkan apalagi berkeramas.

Terkait dengan rambut rontok, ibnu Taimiyah dalam Majmuk al-Fatawa menyatakan bahwa: “Saya tidak menemukan dalil syar’i atas makruhnya menghilangkan rambut dan memotong kuku bagi orang junub.”

Berdasarkan dalil tersebut, maka jelaslah bahwa pertanyaan bolehkah keramas saat haid memiliki jawaban boleh. Bahkan, perempuan yang sedang haid dianjurkan untuk membersihkan tubuhnya meskipun tetap belum dapat melaksanakan ibadah sebagai mana biasanya.

Cara Merawat Rambut saat Haid

Bolehkah Keramas Saat Haid -3

Foto: Orami Photo Stock

Karena jawaban dari pertanyaan bolehkah keramas saat haid adalah boleh, maka mulai saat ini Moms perlu memperhatikan kondisi rambut dan kulit kepala saat haid yang juga mengalami perubahan. Bukan hanya demi tampilan yang tetap segar, tapi juga untuk menjaga kesehatannya.

Dikutip Blushin, inilah beberapa perawatn rambut yang bisa dilakukan selama masa haid.

1. Pijat Kepala

Kondisi vagina dan hormon lainnya saah PMS dan haid sudah saling ‘bertengkar’ dan membuat Moms merasa sangat tidak nyaman. Jadi, sangat penting untuk bersantai selama waktu ini. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mendapatkan pijatan di area kepala.

Gunakan minyak hangat dengan minyak rambut yang cocok untuk rambut Moms dengan memasangkan wewangian ruangan yang membantu membuat suasana menjadi lebih rileks. Ini juga bagus untuk rambut, karena sirkulasi darah akan meningkat dan membuat rambut tumbuh lebih cepat.

2. Pilih Sampo dan Kondisioner yang Baik

Saat haid, rambut akan menjadi lebih berminyak. Jadi, sangat penting untuk menghilangkan minyak berlebih ini dari kulit kepala. Shampo dan kondisioner sangat bagus untuk itu, karena tidak hanya menghilangkan minyak berlebih tetapi juga debu dari kulit kepala.

Hindari juga bahan yang menggunakan Phthalates. Sebab, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Alternative Medicine Review, peneliti menemukan bahwa Phthalates telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang serius, termasuk infertilitas, disgenesis testis, obesitas, asma, dan alergi, serta leiomioma dan kanker payudara.

3. Pola Makan Seimbang

Ini sangat penting ketika Moms sedang haid. Karena akan merasakan ketidak seimbangan hormon dan kelelahan serta rasa sakit, sehingga tidak hanya rambut tetapi seluruh tubuh akan menjadi berantakan. Jadi sangat penting untuk memiliki pola makan yang sehat.

4. Santai

Setelah memperhatikan makanan, hal selanjutnya yang harus menjadi perhatian adalah stress. Sebab, stress juga bisa meningkatkan tingkat kerontokan rambut. Lakukan gerakan yoga, dengarkan musik yang menenangkan, tidur dengan nyenyak, pergi ke salon atau lakukan apa pun yang membuat Moms merasa senang.

Baca Juga: 5 Kesalahan Saat Keramas yang Bikin Rambut Berketombe

Jadi, sudah tidak lagi bertanya bolehkah keramas saat haid lagi kan Moms?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait