31 Oktober 2019

Bolehkah Olahraga Saat Program IVF?

Kenali sampai batas mana olahraga yang dianjurkan bagi wanita yang sedang menjalani IVF

Bagi sebagian Moms, banyak hal yang boleh dan tidak dilakukan saat ingin merencanakan kehamilan. Terutama saat Moms menjalani program In Vitro Fertilization (IVF).

Diet makanan hingga jadwal berhubungan seks menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan agar program IVF sukses. Hal yang juga tidak boleh dilewatkan adalah pemilihan olahraga saat program IVF.

1. Sekilas Prosedur IVF

1 Sekilas Prosedur IVF.jpg
Foto: 1 Sekilas Prosedur IVF.jpg

Foto: unfortunateevents.co.uk

Selama proses IVF atau pembekuan sel telur, Dokter akan meresepkan obat yang bermanfaat untuk merangsang indung telur wanita. Biasanya, ovarium hanya akan melepaskan satu telur dalam sebulan.

Namun obat yang diresepkan selama proses IVF ini akan membuat banyak telur tumbuh secara bersamaan, dengan maksud membuat peluang kehamilan lebih besar.

“Saat ada banyak telur di dalam ovarium, maka secara fisik akan membesar,” ungkap Kepala Petugas Medis dan Ahli Endokrinologi Reproduksi di Expect Fertility, Joshua Klein, MD, FACOG, seperti dikutip dari refinery29.com.

Baca Juga: Adakah Risiko Komplikasi pada Program IVF?

2. Hindari Olahraga Berlebih

2 Hindari Olahraga Berlebih.jpg
Foto: 2 Hindari Olahraga Berlebih.jpg

Foto: thetot.com

Ovarium yang membesar memiliki risiko lebih besar mengalami torsi ovarium, dimana indung telur melilit di sekitar tangkainya dan memotong aliran darah.

Namun torsi ovarium tidak terjadi begitu saja, tentu ada pemicunya. Salah satunya pemilihan olahraga saat program IVF yang terlalu berat.

“Setelah mendapatkan obat stimulasi dan ovarium menjadi besar, lebih baik tidak melakukan olahraga berat yang akan melibatkan banyak gerakan naik dan turun,” ungkap Dokter kesuburan di Reproductive Partners UCSD Regional Fertility Center, Dr. Brooke Friedman, seperti dikutip dari fertilityauthority.com.

Baca Juga: 3 Fakta Unik seputar IVF yang Belum Banyak Diketahui

Kondisi torsi ovarium sebenarnya merupakan hal yang jarang terjadi, hanya memengaruhi satu dari 1,5 juta wanita.

Namun memiliki ovarium yang membesar karena program bantuan reproduksi seperti IVF, dapat meningkatkan kemungkinan torsi ovarium menjadi sekitar 0,2%.

Untuk itulah, Dokter akan menyarankan Moms untuk menghindari pemilihan olahraga saat program IVF yang terlalu berat, seperti berlompatan, lari, atau yoga yang berat.

3. Tetaplah Bergerak

3 Tetaplah Bergerak.jpg
Foto: 3 Tetaplah Bergerak.jpg

Foto: verywellfit.com

Meski disarankan untuk menghindari pemilihan olahraga saat program IVF yang terlalu berat, namun bukan berarti Moms hanya menghabiskan waktu dengan tidur atau bersantai sepanjang waktu.

Tetaplah bergerak menjalani rutinitas ringan seperti biasanya. “Tetap bergerak akan meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi, jadi kami tetap mendorong pasien untuk bangun dan bergerak (setelah proses transfer embrio pada IVF),” ungkap spesialis kesuburan di CReATe Fertility Centre, Toronto, Ari Baratz, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Baca Juga: Apa Yang Membedakan Kehamilan Alami dan IVF?

Olahraga saat program IVF juga dapat tetap dilakukan, namun dalam intensitas rendah. Misalnya jalan kaki. Bahkan olahraga saat program IVF dengan intensitas rendah sekalipun, juga dapat menjaga tingkat energi dan endorfin yang baik bagi tubuh.

Pemilihan olahraga saat program IVF yang terlalu berat juga dapat membuat sistem tubuh stres dan mengurangi peluang kesuksesan kehamilan dengan program IVF.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.