31 Januari 2024

Kenali 3 Bunga Nasional Indonesia yang Jadi Ikon Bangsa

Salah satunya kerap disangka adalah bunga bangkai

Apakah Moms pernah lihat bentuk bunga nasional Indonesia?

Tidak hanya punya suku, budaya, dan agama yang beragam, Indonesia juga dikaruniai oleh kekayaan alam.

Dari keragaman floranya, ada bunga nasional Indonesia yang unik untuk diketahui.

Bunga nasional Indonesia ini resmi dinobatkan oleh Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.

Keputusan Presiden tersebut berisi tentang 3 jenis satwa yang mewakili Indonesia, yaitu komodo Satwa Nasional, ikan seluk merah sebagai Satwa Pesona, dan elang jawa yang merupakan Satwa Langka. 

Sementara itu, ada beberapa jenis bunga nasional Indonesia yang mungkin Moms atau Dads belum tahu sebelumnya.

Yuk, cari tahu lebih lanjut bunga nasional Indonesia selengkapnya!

Baca Juga: 11+ Manfaat Bunga Telang, Bisa Lancarkan Menstruasi!

Nama Bunga Nasional Indonesia

Moms dan Dads pastinya setuju jika panorama alam Indonesia sangat indah.

Keindahan tersebut semakin bertambah dengan adanya flora dan fauna endemik khas Indonesia. 

Tidak heran jika negara ini disebut sebagai mega biodiversity.

Artinya, ada sekitar dua juta spesies bunga dan tanaman yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Meski beragam, ada tiga spesies istimewa yang terpilih menjadi bunga nasional Indonesia, yakni:

1. Bunga Melati Putih (Puspa Bangsa)

Bunga Melati
Foto: Bunga Melati (Orami Photo Stocks)

Bunga melati putih dengan nama latin Jasminum sambac dijuluki sebagai Puspa Nasional Indonesia. 

Warnanya yang putih dilambangkan sebagai kesucian.

Aroma khasnya yang manis dan menyegarkan telah membuatnya menjadi simbol kecantikan dan keharuman di berbagai budaya dunia.

Bunga nasional Indonesia ini juga punya nama latin Nyctanthes sambac dan memiliki aroma khas yang wangi lembut.

Flora yang bisa tumbuh di berbagai wilayah Indonesia ini memiliki mahkota dengan bentuk sederhana.

Maka tak heran, jika melati dinobatkan menjadi Puspa Bangsa Indonesia atau salah satu satu bunga khas Nusantara.

Di samping itu, penggunaan bunga melati ini juga erat dengan tradisi ritual dan budaya di Indonesia.

Misalnya, bunga nasional Indonesia ini sering digunakan dalam upacara adat Jawa, seperti ronce hias pernikahan.

Pasalnya, bunga melati dianggap sebagai simbol suci, keagungan, kesederhanaan, ketulusan, keindahan, dan rendah hati. 

Selain pernikahan, bunga melati juga kerap digunakan dalam ritual budaya lainnya hingga dijadikan konsumsi seperti teh.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik tentang Anggrek Hitam dan Cara Budi Dayanya

Bunga melati putih juga punya nama berbeda di beberapa daerah di Indonesia, lho!

Sebagai contoh, bunga nasional Indonesia ini disebut meulu atau riwat oleh masyarakat Aceh.

Sedangkan, di Bali dinamai menuh, dan di Nusa Tenggara Timur disebut sebagai mundu.

Tumbuhan bunga melati putih dapat tumbuh baik di iklim hangat hingga sedang.

Jadi jika Moms ingin menanamnya, pastikan tanaman bunga melati putih mendapatkan sinar matahari penuh atau sinar matahari parsial atau sebagian.

Pastikan juga lokasi tanam memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang di sekitar akar tanaman.

Ketika menyiramnya, cukup memberikan air ke bagian bawah daun dan tidak langsung ke atas bunga untuk mencegah bunga menjadi busuk atau rusak.

Jangan lupa periksa secara rutin untuk mengidentifikasi adanya hama atau penyakit pada melati putih.

Apabila ditemukan, segera ambil tindakan untuk mengendalikan masalah tersebut, ya.

Baca Juga: 8 Jenis Bunga Azalea, Tanaman Hias Cantik yang Penuh Warna

2. Bunga Anggrek Bulan (Puspa Pesona)

Bunga Anggrek Bulan
Foto: Bunga Anggrek Bulan (Dlh.kulonprogokab.go.id)

Bunga nasional Indonesia anggrek bulan punya nama latin Phalaenopsis amabilis. 

Flora dengan julukan Puspa Pesona Indonesia ini punya karakter kelopak yang memanjang, lebar, dan berwarna putih. 

Dalam satu kuntum bunga, umumnya terdapat tiga buah kelopak.

Kelopak pertama ada di bagian punggung, lalu dua kelopak lainnya ada di bagian samping. 

Ada tiga buah kelopak bunga anggrek bulan yang setiap jenisnya menempel dan posisinya selang-seling di antara kelopak.

Flora ini merupakan bunga epifit, yaitu jenis tanaman yang tumbuh di atas permukaan tanah dan biasanya menempel pada permukaan pohon atau batu, sehingga bukan parasit.

Tumbuhan bunga epifit tidak menyerap nutrisi langsung dari inang tempat mereka menempel, melainkan hanya menggunakan inang sebagai tempat tumbuh.

Jadi, tanaman jenis ini mendapatkan air dan nutrisi dari udara, hujan, debu, dan bahan organik yang menumpuk di sekitar mereka.

Bunga anggrek bulan ditemukan oleh Dr. C. L. Blume, ahli botani asal Belanda.

Tidak sedikit Moms yang menyukai anggek bulan karena perawatannya tidak rumit.

Pasalnya, tanaman ini bisa dirawat di dalam ruangan yang lembap, tidak panas, dengan cahaya...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb