Rupa-rupa

25 Mei 2021

Anti Gagal, Ini 6 Cara Menanam Pisang di Pekarangan Rumah Agar Cepat Berbuah

Bibit pisang berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan budidaya pisang
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Karla Farhana

Daftar isi artikel

Bagi Moms penggemar pisang, ada kabar baik. Jika ingin menanam pisang tidak perlu memiliki lahan yang luas, Moms tetap bisa mempraktekkan cara menanam pisang di rumah, lho.

Pisang merupakan salah satu buah yang kaya akan vitamin dan juga mineral, sehingga sangat dicari masyarakat untuk memenuhi gizi harian.

Dilansir Food Data Central, 1 buah pisang ukuran sedang (100 gram) mengandung:

  • Kalori: 89
  • Air: 75%
  • Protein: 1,1 gram
  • Karbohidrat: 22,8 gram
  • Gula: 12,2 gram
  • Serat: 2,6 gram
  • Lemak: 0,3 gram

Kandungan penting tersebut membuat tak heran jika buah pisang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Melansir Journal of the American College of Cardiology, pisang juga mengandung kalium tinggi, mineral yang meningkatkan kesehatan jantung dan tekanan darah normal. Satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 0,4 gram mineral.

Selain itu, pisang mengandung antioksidan flavonoid yang juga terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung yang signifikan.

Manfaat buah pisang tidak diragukan lagi, oleh karena itu banyak orang yang ingin menanam pohon pisang. Cara menanam pisang memang cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Meski prosesnya cukup mudah, ada beberapa peraturan seputar penanaman dan pemindahan pohon pisang yang perlu Moms perhatikan agar mendapatkan buah yang berkualitas.

Kira-kira bagaimana cara menanam pisang ya Moms? Dan apa saja yang harus diperhatikan? Yuk kita simak cara menanam pisang di bawah ini.

Baca Juga: 7+ Resep Pisang Aroma Khas Bandung, Kriuknya Bikin Ketagihan!

Cara Menanam Pisang

menanam pisang.jpg

Foto: gardeningknowhow.com

Buah pisang adalah bagian tanaman yang paling banyak digunakan dan dapat dimakan segar atau dimasak atau diolah menjadi keripik, bubur, bir, atau cuka.

Buahnya juga bisa diolah menjadi tepung yang digunakan dalam pembuatan kue, sup atau minuman. Bunga tanaman pisang bisa digunakan sebagai sayuran. Daun pisang memiliki kandungan protein yang tinggi dan dapat dijadikan bungkus makanan atau juga menjadi pakan ternak.

Agar pisang yang di budidayakan dapat menghasilkan buah yang banyak dan juga memiliki kualitas buah yang baik maka Moms harus mengikuti cara menanam pisang yang benar.

Cara menanam pisang sangat berpengaruh pada buah yang dihasilkan. Oleh karena itu, Moms perlu memperhatikan hal-hal yang memengaruhi pertumbuhan pisang agar sehat dan cepat panen.

1. Siapkan Lahan

Cara menanam pisang yang pertama adalah persiapkan lahan yang akan ditanami pisang.

Pada dasarnya budidaya pisang bisa tumbuh di lahan basah dan lahan kering, karena pisang bisa menyimpan cadangan air di batangnya.

Moms perlu diingat jangan menanam pohon pisang pada kondisi tanah yang sering mengalami erosi, karena akan mengganggu panen pisang.

Pastikan lahan yang akan ditanami pisang harus memiliki daya serap air yang tinggi, karena pisang akan sulit tumbuh pada lahan yang memiliki kandungan salinitas antara 0,07% sampai 0,09%.

Selain itu, hindari kondisi wilayah yang memiliki angin kencang karena berpotensi merusak daun dan batang pohon pisang.

Moms juga harus memperhatikan kandungan air pada lahan. Curah hujan harus disesuaikan dengan ketinggian air tanah agar media tanamnya tidak tergenang.

Baca Juga: 13 Manfaat Pisang untuk Kesehatan, Salah Satunya Bisa jadi Menu Diet Sehat!

2. Siapkan Bibit

cara menanam pisang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara menanam pisang selanjutnya adalah pemilihan bibit pisang. Terdapat dua jenis bibit anakan, yaitu bibit anakan dewasa dan muda.

Pilih bibit anakan dewasa yang sudah tumbuh, karena sudah memiliki bunga dan umbi sebagai tempat penyimpanan makanan pada pisang.

Carilah benih pisang yang daunnya masih tergulung seperti tombak karena lebih baik dari pada benih yang daunnya sudah melebar (terbuka).

Bibit anakan yang layak dipilih adalah yang memiliki tunas dengan tinggi 1-1,5 m dengan diameter umbi sekitar 15-20 cm.

Baca Juga: 17 Manfaat Masker Pisang untuk Berbagai Masalah Kulit dan Efek Sampingnya

3. Media Pengolahan Tanam

Cara menanam pisang selanjutnya adalah perhatikan media pengolahan tanam.

Untuk survei awal penentuan lahan pisang yang akan digunakan untuk budidaya pisang harus memperhatikan faktor iklim. Pohon pisang sangat cocok tumbuh di daerah tropis basah, panas, dan juga lembap.

Tanaman ini tumbuh subur dalam kondisi hangat dan lembab, tetapi tidak menyukai suhu yang ekstrem. Bahkan spesies pohon pisang yang tahan banting dan tahan dingin lebih menyukai suhu yang konsisten antara 75 dan 95 derajat Fahrenheit.

Suhu yang dingin dan kondisi kering dapat menyebabkan tanaman cepat mati kembali. Untuk meningkatkan kelembapan, kabut daun setiap hari.

Tanah yang cocok untuk mempraktekkan cara menanam pisang adalah tanah yang memiliki banyak kandungan kapur dan humus. Pohon pisang dapat tumbuh subur dengan menyerap nutrisi yang terkandung dalam tanah humus, terlebih jika tanahnya sudah melalui proses pemupukan.

Selain itu, Moms juga harus membuat irigasi air agar tanaman pisang tidak mendapatkan terlalu banyak air dan tergenang air.

4. Penanaman Tanaman Pisang

menanam pisang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara menanam pisang selanjutnya adalah proses menanam pisang.

Dalam hal penanaman bibit pisang sebaiknya jarak antar bibit harus lebar agar 3 bulan pertama dapat menggunakan pola tanam pelaminan atau tumpang sari antar pisang.

Tanaman tumpang sari bisa berupa sayur mayur atau tanaman lain seperti kopi, kakao, kelapa dan lain-lain. Hal ini tentunya akan memberikan keuntungan ganda.

Baca Juga: Tips Menanam dan Merawat Tanaman Buah di Dalam Pot (Tabulampot)

Untuk lubang pada media tanam pisang sebaiknya dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. Untuk jarak tanam antar pisang mulai dari 3 × 3 meter.

Tanaman pisang tumbuh subur di iklim tropis atau subtropis, namun dapat mengatasi suhu yang lebih dingin jika dirawat dengan benar. Pertumbuhan akan berhenti ketika suhu turun di bawah 15˚C, tetapi akan mulai lagi setelah panas.

Sebagian besar jenis tanaman pisang lebih suka tumbuh di bawah sinar matahari penuh, yang berarti setidaknya enam jam terkena sinar matahari langsung hampir setiap hari.

Namun, beberapa varietas dapat gosong dengan mudah dan akan tumbuh lebih baik di tempat teduh sebagian.

5. Pemeliharaan Tanaman Pisang

pisang buah penambah darah

Foto: Orami Photo Stock

Cara menanam pisang adalah memelihara tanaman pisang dengan baik dan benar.

Penting juga untuk penjarangan, biasanya satu rumpun hanya diisi oleh 3-4 pohon saja.

Jika ada lebih dari itu, proses penjarangan yang dapat dilakukan yaitu dengan mengurangi jumlah pohon yang berada dalam 1 rumpun.

Pohon pisang bersifat tropis dan berasal dari hutan hujan, sehingga membutuhkan banyak air dan banyak kelembapan di udara.

Mereka tumbuh paling baik bila ditanam dalam kelompok yang cukup berdekatan, karena ini membantu mempertahankan kelembapan di daun.

Siram secara teratur untuk memastikan tanah tetap lembap secara merata tetapi tidak basah. Hindari penyiraman berlebihan, yang dapat menyebabkan akan menjadi busuk.

Moms juga harus memperhatikan tunas yang ada pada pohon pisang. Jika pisang dibiarkan menghasilkan terlalu banyak tunas, hal itu akan mengurangi hasil tanaman karena dapat menyedot energi dari batang utama.

Pengisap yang berlebihan dapat ditanam kembali di pot atau di kebun. Penting juga untuk menghilangkan dedaunan yang mati atau rusak untuk mengurangi risiko infeksi jamur. Gunakan dedaunan ini sebagai kompos.

Baca Juga: 11+ Makanan Penurun Darah Tinggi, Ada Greek Yogurt dan Pisang!

6. Agar Terhindar dari Hama dan Penyakit

Cara menanam pisang yang tak kalah penting adalah merawat tanaman agar terhindar dari hama dan penyakit.

Tanaman pisang sangat rentan terkena hama dan penyakit, jika tidak dirawat dengan baik dan benar. Penyakit yang sering menyerang buah pisang adalah penyakit darah, bercak pada daun pisang, panama, dan pucuk layu oleh bakteri basil dan banyak lagi.

Ada sejumlah masalah hama, yaitu thrips merupakan hama yang paling umum.

Untuk menghilangkan hama, Moms bisa gunakan pestisida alami atau cairan insektisida. Jika tanaman pisang terdapat penyakit, Moms bisa memotong batang yang terkena penyakit tersebut agar tidak menyebar.

Pastikan untuk menjaga halaman bebas dari gulma dan tempatkan tanaman tanah sehat agar terhindar dari hama dan penyakit.

Baca Juga: 9 Tanaman Buah yang Cocok Ditanam Menggunakan Pot

Moms itu lah cara menanam pisang agar menghasilkan buah yang berkualitas. Perlu diingat, selalu pastikan kesehatan tanaman pisang agar dapat dipanen tepat waktu.

Selamat mencoba ya Moms, semoga penjelasan cara menanam pisang di atas membantu Moms menghasilkan buah pisang yang enak dan lezat.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21371638/
  • https://fdc.nal.usda.gov/ndb/foods/
  • https://www.thespruce.com/banana-tree-growing-profile-3269353
  • https://steemit.com/homesteading/@nuruto21/how-to-success-banana-cultivation
  • https://www.bhg.com.au/banana-plants-how-to-grow-bananas
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait