Trimester 1

31 Agustus 2021

5 Cara Mengatasi Air Liur Berlebihan Saat Hamil, Cari Tahu Juga Penyebabnya

Air liur berlebihan saat hamil ini merupakan hal yang normal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Moms mencari cara mengatasi air liur berlebihan di masa kehamilan? berikut ini adalah kumpulan informasi yang Moms butuhkan.

Jika mulut Moms dipenuhi air liur lebih banyak dari biasanya, itu mungkin terjadi di awal kehamilan dalam 3 bulan pertama atau trimester satu.

North American Journal of Medical Sciences mengemukakan dalam istilah medis, kondisi ini disebut ptyalism gravidarum, sialorrhea, atau hypersalivation.Biasanya disertai dengan muntah dan mual.

Air liur berlebih saat hamil ini merupakan hal yang normal. Biasanya kelenjar yang menghasilkan air liur cenderung menghasilkan sekitar 400 ml hingga 1 liter air liur dalam satu hari penuh.

Kita tahu, itu sepertinya jumlah yang besar, tetapi tidak diketahui karena kita terus menelannya sepanjang hari. Para ahli menduga ini adalah cara tubuh melindungi mulut, gigi, dan tenggorokan dari efek korosif asam lambung yang mungkin terjadi bahkan jika Moms tidak merasa sakit.

Walau tidak berbahaya, mungkin Moms terganggu dengan kondisi tersebut. Berikut ini adalah cara mengatasi air liur berlebihan. Yuk disimak, Moms!

Baca Juga: Rahasia tetap Aman dan Sehat Babymoon di Trisemester Akhir Kehamilan

Penyebab Air Liur Berlebih Saat Hamil

Beberapa wanita mungkin percaya bahwa air liur berlebihan bisa menjadi gejala awal kehamilan. Namun, produksi air liur yang berlebih dimulai sekitar minggu ke-2 atau ke-3 kehamilan dan menetap di sekitar akhir trimester pertama.

Untuk wanita tertentu, kondisi ini berlanjut sepanjang kehamilan dan hingga persalinan.

Beberapa orang mengatakan penyebab air liur berlebih selama hamil karena perubahan hormon, untuk mengetahui lebih jelasnya berikut adalah penyebab air liur berlebih saat hamil.

Secara medis, air liur berlebihan saat hamil juga dapat berakibat sebagai berikut ini.

  • Bibir kering
  • Iritasi hingga infeksi kulit di sekitar rongga mulut
  • Bau mulut
  • Dehidrasi
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan dalam merasakan makanan

Moms yang mengalami air liur kemungkinan besar juga akan menghirup cairan saliva sehingga masuk ke sistem pernapasan sehingga menimbulkan refleks untuk muntah dan batuk. Jika terjadi berulang, dikhawatirkan akan menjadi infeksi berulang dan berisiko mengalami penyakit paru-paru.

Lalu, apa sebenarnya penyebabnya? Ini dia Moms penjelasan lengkapnya.

Baca Juga:4 Penyebab Ruam Air Liur pada Bayi dan Gejalanya

1. Mual

Mual

Foto: Orami Photo Stock

Ini adalah gejala umum yang akan Moms alami dalam beberapa minggu pertama kehamilan. Mual dapat mencegah Moms menelan, menyebabkan peningkatan air liur yang berlebih.

Menurut American Pregnancy Association, morning sickness yang parah dan berlangsung lebih lama dari biasanya disebut hiperemesis gravidarum.

2. Asam Lambung

asam lambung.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Refluks asam adalah suatu kondisi ketika katup antara lambung dan kerongkongan terbuka, memungkinkan asam lambung bergerak ke kerongkongan.

Journal of the American Dental menerangkan ketika itu terjadi selama kehamilan, Moms pun akan mengalami iritasi tenggorokan atau sensasi terbakar di dada. Asam mengaktifkan kelenjar ludah, yang meningkatkan produksi air liur

3. Perubahan Hormon

perubahan hormon.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Air liur berlebih diproduksi lebih banyak selama awal kehamilan dan trimester ketiga. Dokter mengatakan itu bisa jadi karena perubahan hormon, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang tepat untuk membuktikannya.

Baca Juga:Efektifkah Mengobati Luka dengan Air Liur? Ini Kata Ahli!

4. Infeksi oral

Sakit Gigi pada Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, kesehatan mulut yang optimal sangat penting bagi ibu hamil. Tetapi ibu hamil yang sehat juga dapat memiliki masalah rongga mulut yang dapat meningkatkan risiko infeksi mulut.

Ini juga dapat menyebabkan air liur berlebihan saat hamil.

5. Bahan Kimia

Bahan kimia

Foto: Orami Photo Stock

Paparan racun dan bahan kimia tertentu dapat menyebabkan ptyalisme selama kehamilan. Juga, obat-obatan tertentu untuk infeksi mulut atau kerentanan terhadap pestisida dapat menyebabkan peningkatan air liur.

Dilansir dari Journal Biological Psychology, ini biasanya terjadi ketika merkuri hadir dalam obat-obatan/zat-zat yang terpapar pada Moms.

6. Kecemasan Ibu Hamil

Kecemasan ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Kehamilan merupakan masa ketika perempuan mengalami ketidaknyaman fisik serta kecemasan mental. Mereka cenderung menelan lebih sedikit air liur ketika mereka cemas, dan ini terasa seperti air liur berlebihan.

Selain itu produksi air liur berlebihan atau hipersalivasi juga akan mengalami peningkatan begitu seseorang mengalami beberapa kondisi seperti di bawah ini.

  • Gigi berlubang
  • Refluks asam lambung
  • Infeksi pada rongga mulut
  • Sariawan
  • Mengonsumsi obat penenang
  • Terpapar racun
  • Sedang hamil
  • Cedera atau trauma pada rahang
  • Infeksi serius, seperti tuberkulosis dan rabies
  • Menggunakan gigi palsu

Beberapa kasus penyebab air liur keluar terus dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan, seperti clozapine, pilocarpine, ketamine, risperidone, dan kalium klorida. Bahkan pada beberapa kasus mendadak bisa disebabkan keracunan merkuri, tembaga, arsenik, hingga insektisida.

Baca Juga:Mengenal Hipersalivasi, Air Liur Berlebih Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Air Liur Berlebihan

Sama seperti gejala kehamilan lainnya, air liur berlebih saat hamil tidak menyenangkan dan mengganggu tetapi cenderung hilang setelah trimester pertama.

Namun, bagi sebagian wanita, mungkin berlanjut ke trimester kedua dan ketiga juga, memudar sepenuhnya setelah melahirkan.

Jika kondisinya tidak menimbulkan masalah selain menyebabkan sedikit ketidaknyamanan, maka Moms tidak perlu mengunjungi dokter. Namun, jika itu menjadi intens dan mengakibatkan muntah berlebihan, Moms harus berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui bagaimana mengelola kondisi dengan lebih baik.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi air liur berlebihan yang mungkin Moms cari, sebelum mendatangi dokter.

1. Membuang Air Liur

Cara mengatasi air liur berlebihan yang bisa Moms lakukan adalah meludah atau membuang air liur dengan tisu. Bila tidak memungkinkan, misalnya karena sedang berada di dalam transportasi umum, Moms bisa saja menelan air liur tersebut. Namun, jangan lakukan hal ini jika justru menjadi mual setelahnya.

2. Menggunakan Obat-obatan dari Dokter

Cara mengatasi air liur berlebihan dapat ditangani dengan beberapa pengobatan medis, seperti glycopyrrolate dan scopolamine. Glycopyrrolate merupakan obat oral yang berfungsi sebagai penghambat impuls saraf ke kelenjar saliva sehingga mulut lebih sedikit memproduksi air liur.

Sementara itu, scopolamine merupakan obat luar berbentuk plester atau patch yang ditempelkan di belakang telinga dan juga berfungsi sebagai penghambat impuls saraf ke kelenjar saliva.

Sebagaimana jenis obat-obatan lain, kedua jenis pengobatan tersebut dapat menimbulkan efek samping, seperti pusing, jantung berdebar, gangguan berkemih, hiperaktivitas, mulut kering, hingga gangguan penglihatan.

Baca Juga: Efektifkah Mengobati Luka dengan Air Liur? Ini Kata Ahli!

3. Berkumur dengan Obat Kumur

Selain menyikat gigi 2 kali sehari, Moms juga dapat menyikat gigi setiap kali sudah merasa tidak nyaman dengan produksi air liur berlebih.

Setelah menyikat gigi, cara mengatasi air liur berlebihan yang ketiga adalah dengan berkumur menggunakan obat kumur atau mouthwash yang tidak mengandung alkohol.

4. Mengunyah permen karet

Mengunyah permen karet memang tidak bisa mengobati air liur berlebih, namun dapat membantu meringankannya. Pilih permen karet yang mengandung sedikit gula atau memiliki rasa mint. Selain mengunyah permen karet, Moms juga bisa mengisap es batu untuk mengurangi air liur dalam mulut.

5. Prosedur Medis

Dilansir dari jurnal American Academy of Family Physicians, suntik botox (botulinum toxin) tipe A yang disuntikkan ke kelenjar air liur dapat menjadi cara mengatasi air liur berlebihan.

Efek pengobatan ini dapat bertahan sekitar lima bulan dan perlu perawatan berulang untuk jangka panjang.

Kemudian tindakan operasi atau bedah pada kelenjar ludah juga dapat dilakukan dengan prosedur sederhana dan tidak memerlukan bius total. Sayangnya masalah air liur berlebih mungkin akan ditemui kembali setelah 18 bulan, di mana jaringan ini mulai tumbuh kembali.

Ada pula opsi terapi radiasi yang direkomendasikan untuk penderita lanjut usia yang tidak dapat mengonsumsi obat-obatan tertentu dan berisiko apabila dilakukan tindakan operasi untuk mengobati masalah air liur berlebih.

Tentunya berbagai cara mengobati hipersalivasi ini perlu untuk Moms bicarakan dulu dengan dokter untuk menentukan pilihan pengobatan mana yang paling tepat.

Baca Juga: Menggunakan Gula Diet Buatan Selama Hamil, Aman atau Tidak?

Itu dia Moms penyebab dan cara mengatasi air liur berlebihan pada ibu hamil. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://www.aafp.org/afp/2004/0601/p2628.html
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7499651/
  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/hyperemesis-gravidarum/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3364630/
  • https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/excessive-saliva-during-pregnancy_9454
  • https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/saliva.aspx
  • https://www.momjunction.com/articles/how-to-deal-with-increased-saliva-during-pregnancy_0088396/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait