Scroll untuk melanjutkan membaca

TRIMESTER 1
12 Mei 2022

8 Perawatan Rambut selama Hamil yang Aman Dilakukan

Lupakan smoothing dan curling untuk sementara waktu.
8 Perawatan Rambut selama Hamil yang Aman Dilakukan

Melakukan perawatan rambut selama hamil menjadi salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan, lho.

Saat hamil, perubahan hormon terkadang menyebabkan jumlah rambut yang masuk ke fase istirahat meningkat hingga mencapai 60%.

Kondisi ini disebut juga telogen effluvium. Rambut rontok saat hamil biasanya terjadi pada usia kehamilan sekitar 1–5 bulan.

Walaupun tidak menimbulkan gejala yang jelas, kerontokan rambut saat hamil bisa menjadi tanda adanya masalah membuat Moms tidak PD.

Untuk itu, Moms perlu melakukan perawatan rambut selama hamil.

Namun, apakah aman? Dan perawatan apa saja? Mari simak deretannya.

Baca Juga: 10+ Tempat Wisata Kuningan Terfavorit, Ada Gunung Ciremai, Curug Bangkong, dan Sukageuri View

Perawatan Rambut selama Hamil

Berikut ini Orami sudah merangkum apa saja yang boleh Moms lakukan di salon perawatan rambut selama hamil, dilansir dari situs Get The Gloss.

1. Potong Rambut

01 POTONG RAMBUT - sumber momjunction.jpg

Foto: 01 POTONG RAMBUT - sumber momjunction.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan rambut selama hamil yang bisa dilakukan adalah potong rambut.

Rambut rontok selama hamil? Moms tidak sendiri. Perubahan hormon yang drastis saat hamil menyebabkan akar rambut mudah patah sehingga rontok.

Terlebih, saat hamil badan jadi gampang gerah dan berkeringat.

Sebagian wanita hamil jadi ingin memangkas pendek rambutnya. Hal ini tentu saja boleh dilakukan oleh Moms yang sedang hamil.

Meski begitu ada mitos yang beredar bahwa ibu hamil tidak boleh potong rambut karena akan menyebabkan cacat janin.

Hal ini hanya mitos ya, Moms. Sejauh ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan korelasi erat aktivitas potong rambut dan kelainan pada janin.

2. Creambath

Creambath juga bisa menjadi salah satu perawatan rambut selama hamil, lho.

Memiliki rambut halus dan mudah diatur tentu menjadi dambaan setiap wanita.

Creambath adalah satu cara untuk mendapatkan rambut halus dan sehat.

Ibu hamil diperbolehkan creambath selama bahan krim rambut yang digunakan aman, atau tidak berbau sangat menyengat.

Sebaiknya Moms gunakan bahan alami saat creambath, misalnya alpukat, seledri, cokelat, dan sebagainya

Jangan ragu meminta penjelasan kepada kapster salon mengenai krim rambut yang akan Moms pakai selama creambath.

Selain itu, bila melakukan creambath di salon, Moms perlu memastikan pijatan yang diberikan oleh terapis dilakukan dengan benar.

Pastikan ibu memposisikan tubuhnya dengan nyaman.

Di samping itu, penting untuk tidak melakukan pemijatan di bagian perut.

Pemijatan juga tidak disarankan dilakukan dalam posisi berbaring atau sampai menindih perut.

Baca Juga: Ketahui Lingkar Kepala Bayi Normal Usia 0 – 2 Tahun, Cek Cara Mengukurnya Juga di sini!

3. Blow Dryer

04 BLOW DRY - sumber selfcom.jpg

Foto: 04 BLOW DRY - sumber selfcom.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan rambut selama hamil yang bisa dilakukan selanjutnya adalah blow dryer.

Masih banyak yang mengganggap melakukan blow dryer memengaruhi kesehatan janin akibat uap panas yang dikelurakan.

Padahal, hawa panas yang dihasilkan blow dryer tidak akan menyakiti janin, Moms.

Jadi tenang saja. Blow dryer rambut sangat boleh untuk ibu hamil.

Biasanya pihak salon akan menawarkan hair tonic di perawatan ini.

Hair tonic berfungsi menguatkan akar rambut dan membuatnya berkilau.

Bisa jadi pilihan untuk mengatasi rambut rontok selama kehamilan.

4. Mewarnai Rambut

Perawatan rambut selama hamil yang bisa dilakukan selanjutnya adalah mewarnai rambut.

Namun, sebelum memutuskan untuk mengganti warna rambut, ada baiknya Moms konsultasi dengan dokter.

Karena tiap orang berbeda, ternyata ada yang boleh dan tidak. Jika dokter memberi lampu hijau, maka sah-sah saja dilakukan.

Namun yang perlu Moms ingat, hampir semua pewarna rambut melibatkan bahan kimia.

Oleh karena itu, pilihlah cat rambut organik yang juga tidak menimbulkan bau menyengat. Seperti Henna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan semacamnya.

Mengenai waktu yang tepat, para ahi menyatakan bahwa mengecat rambut aman dilakukan apabila usia kandungan Moms sudah lebih dari 12 minggu.

Selain itu, pilihlah teknik mewarnai rambut yang prosesnya mencegah pewarna bersentuhan dengan kulit kepala.

Hal ini akan mengurangi potensi paparan toksin.

Di sisi lain, dilansir dari laman American Pregnancy, sebagian besar penelitian menunjukkan bahan kimia yang ditemukan dalam pewarna rambut tidak beracun dan aman digunakan selama kehamilan.

Selain itu, hanya sejumlah kecil pewarna rambut yang dapat diserap oleh kulit. Artinya, menyisakan sedikit sekali yang dapat mencapai janin.

Baca Juga: Perhatikan! Ini 5 Kesalahan Mencatok yang Dapat Merusak Rambut

Perawatan Rambut selama Hamil dengan Alami

Jika masih ragu untuk melakukan perawatan rambut selama hamil di salon, Moms bisa melakukan sendiri di rumah dengan cara alami, lho.

Berikut ini perawatan rambut selama hamil yang alami:

5. Memijat Kulit Kepala dengan Minyak Alami

perawatan rambut selama hamil

Foto: perawatan rambut selama hamil

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan rambut selama hamil dengan alami yang pertama adalah memanjakan diri melalui pijatan kulit kepala dengan minyak alami.

Oleskanlah bagian kulit kepala Moms menggunakan minyak rambut alami seperti minyak zaitun atau minyak almond secara teratur.

Menggunakan minyak rambut alami adalah cara yang bagus untuk menambahkan sedikit nutrisi ke rambut dan meningkatkan kesehatan rambut di masa kehamilan.

Lakukanlah dua hingga tiga kali seminggu, pijat lembut dengan minyak hangat ke kulit kepala untuk memperkuat akar dan mencegah rambut rontok.

6. Membuat Masker Rambut

Salah satu masalah rambut yang sering dihadapi ibu hamil adalah kerontokan dan rambut kusam.

Untuk mengatasi masalah tersebut Moms bisa rutin melakukan masker rambut dari bahan alami.

Campuran bahan alami yang bisa kamu coba adalah telur, madu, hingga cuka apel.

Moms bisa mengaplikasikan campuran bahan masker tersebut pada rambut basah.

Lalu kamu perlu menunggu selama beberapa menit sebelum akhirnya dibilas hingga bersih.

7. Menutrisi Rambut dari Dalam dengan Asupan Sehat

perawatan rambut selama hamil

Foto: perawatan rambut selama hamil

Foto: Orami Photo Stock

Kunci untuk memiliki rambut tebal dan berkilau di masa kehamilan adalah memiliki pola makan yang sehat dan seimbang.

Segala sesuatu yang ibu hamil makan juga akan membantu merawat bayi di dalam kandungan dan memengaruhi kesehatan rambut.

Berikut daftar makanan yang dapat berguna untuk kesehatan rambut. 

  • Air kelapa hijau

Air kelapa tidak hanya menyegarkan, tapi juga memiliki manfaat yang luar biasa untuk rambut.

Air kelapa hijau mengandung kalium, vitamin E dan K untuk membantu hidrasi yang natural pada rambut.

Selain itu air kelapa memiliki sifat anti jamur dan anti bakteri yang mampu melindungi kulit kepala dari masalah ketombe.

  • Bayam

Bayam kaya akan nutrisi seperti vitamin A, C, beta karoten dan asam folat yang bermanfaat untuk kesehatan rambut.

Mengonsumsi bayam dapat membantu dalam pertumbuhan rambut dan membuat kondisi rambut tetap lembab.

  • Ikan salmon

Jenis ikan salmon memang penuh manfaat, salah satunya baik untuk kesehatan rambut ibu hamil. 

Asam lemak dan omega 3 dari ikan salmon bisa menstimulasi pertumbuhan rambut dan membuat rambut ibu hamil terlihat lebih berkilau.

8. Potong Ujung Rambut secara Teratur

Perawatan rambut selama hamil ini bisa dilakukan sendiri di rumah.

Pada umumnya siklus rambut akan mengalami berbagai perubahan selama kehamilan, mulai dari tekstur hingga ketebalannya.

Menjaga kesehatan rambut di awal kehamilan sangatlah penting. Langkah selanjutnya yang dapat Mama lakukan ialah menggunting ujung rambut selama 8-10 minggu sekali.

Hal tersebut guna menangani dan mencegah rambut bercabang atau kasar.

Selain itu, membuang rambut bagian tertentu dapat membuat rambut menjadi lebih sehat.

Baca Juga: 12 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan, Ternyata Baik untuk Pertumbuhan Janin!

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Rebonding Rambut?

perawatan rambut selama hamil

Foto: perawatan rambut selama hamil

Foto: Orami Photo Stock

Banyak perempuan melakukan rebonding atau smoothing rambut untuk mendapatkan rambut lurus yang menawan.

Sebagian orang mungkin sudah bosan dengan gaya curly hair.

Rebonding rambut agar terlihat lurus dan ramping saat ini memang tren dan dianggap sederhana.

Meskipun mahal dan perawatan rambut harus dilakukan secara terus-menerus, rebonding memberikan rambut kamu makeover hanya dalam sehari.

Tetapi bumil perlu berhati-hati karena jika menunggu lama mungkin ini bisa berbahaya.

Bahan kimia yang digunakan saat proses rebonding dikhawatirkan dapat membahayakan ibu hamil maupun bayi di dalam kandungan.

Berikut bahaya melakukan rebonding saat hamil:

1. Komplikasi

Menurut Being The Parent, sebagian besar relaksan yang digunakan di salon mengandung natrium hidroksida atau lye.

Bila dicampur dengan air, lye menjadi sangat panas dan dapat menyebabkan luka bakar dan alergi.

Lye adalah bahan kimia yang kuat dan dapat menyebabkan komplikasi serius selama kehamilan apabila terpapar.

2. Menyebabkan Mual

Tubuh wanita menjadi jauh lebih sensitif selama kehamilan.

Bahan kimia keras yang digunakan selama rebonding biasanya memiliki bau yang tajam.

Jika tidak kuat, ibu hamil bisa mengalami pusing dan mual disertai sakit kepala yang parah.

Baca Juga: 24+ Tempat Wisata Jogja Paling Instagramable dan Mengagumkan, Wajib Kunjungi, Nih Moms!

3. Janin Terpapar Bahan Kimia

Bahan kimia yang digunakan saat proses rebonding rambut kemungkinan akan diserap oleh kulit kepala ibu dan masuk ke aliran darah.

Ini dikhawatirkan akan membuat bayi terpapar melalui plasenta sehingga meningkatkan risiko bayi mengalami kelainan bawaan, lahir prematur, hingga cacat lahir.

4. Kerusakan Rambut

Melansir, Firstcry Parenting, lye di dalam relaksan yang digunakan saat rebonding rambut juga dapat menyebabkan iritasi kulit dan ruam.

Apalagi, kulit ibu biasanya menjadi lebih sensitif saat hamil, sehingga risikonya pun bisa lebih parah bila terpapar bahan kimia.

5. Risiko Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah jenis kanker yang dimulai pada tahap janin dan mempengaruhi sel saraf.

Kemungkinan risiko neuroblastoma lebih tinggi dari penggunaan produk perawatan rambut sementara daripada permanen.

Namun, ibu hamil tetap perlu berhati-hati saat memilih produk perawatan rambutnya.

6. Iritasi Saluran Pernapasan

Bahan kimia yang digunakan selama rebonding rambut biasanya akan mengeluarkan asap.

Asap ini dapat dengan mudah memengaruhi tubuh ibu hamil yang sudah sensitif dan masuk ke dalam saluran pernapasan dan menimbulkan iritasgiritasinya, Moms.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya ASEAN, Organisasi Regional di Kawasan Asia Tenggara

Itulah 8 perawatan rambut selama hamil yang bisa dilakukan. Saat hamil, yang terpenting adalah rambut sehat.

Sebaiknya lupakan dulu pelurusan, pengeritingan dan perawatan keratin. Moms bisa melakukan itu setelah melahirkan, bukan?

  • https://parenting.firstcry.com/articles/effective-tips-for-hair-care-during-pregnancy/
  • https://www.bebeautiful.in/all-things-hair/everyday/hair-care-tips-to-follow-during-pregnancy
  • https://indianexpress.com/article/parenting/health-fitness/pregnancy-tips-effective-natural-ways-for-hair-care-6121388/
  • https://www.webmd.com/baby/features/pregnancy-hair-care
  • https://www.momjunction.com/articles/safe-rebond-hair-pregnancy_0076264/
  • https://parenting.firstcry.com/articles/is-it-safe-to-do-hair-rebonding-or-perming-during-pregnancy/