Program Hamil

29 Juni 2021

Ini Cara Menghitung Masa Subur Wanita setelah Haid, Moms yang Sedang Promil Wajib Tahu!

Ingin tahu kapan waktu terbaik hamil? Coba ketahui cara menghitung masa subur ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Cara menghitung masa subur setelah haid adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesempatan dalam memperoleh keturunan.

Pada setiap siklus menstruasi wanita, ada hari-hari yang ketika berhubungan intim dapat menyebabkan kehamilan. Hari-hari ini dikenal sebagai masa subur. Menurut dr Dian Riani Siregar, Sp.OG, masa subur wanita berlangsung selama 7 hari, yakni 3 hari sebelum ovulasi dan 3 hari setelah ovulasi.

"Ovulasi sendiri terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi yang selanjutnya," jelas dr Dian.

Jadi, jika Moms sedang merencanakan untuk punya anak, perlu dilakukan pencatatan periode haid agar bisa ketahui cara menghitung masa subur.

Siklus Haid

Perlu Diketahui, Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid 3.jpg

Foto: freepik.com

Siklus haid adalah rentang waktu sejak hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya. Siklus haid yang normal adalah setiap 24-38 hari.

Hari ke-1 (satu) pada siklus haid adalah hari pertama haid terjadi. Tepatnya saat dinding rahim meluruh dan keluar bersama darah dari vagina.

Pada masa haid, sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut, peristiwa ini disebut ovulasi.

Peneliti menemukan bahwa kemungkinan seseorang hamil meningkat tajam 7 hari setelah masa haid.

"Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang menstruasi selama 7 hari dan 7 hari setelahnya kemungkinan dirinya hamil meningkat tajam karena di hari itu terjadi ovulasi. Tapi berbeda perhitungannya jika durasi menstruasinya tidak 7 hari. Intinya, kemungkinan hamil meningkat tajam saat terjadi ovulasi dan ovulasi terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi selanjutnya," terangnya.

"Untuk masa suburnya, yakni sejak 3 hari sebelum terjadinya ovulasi sampai 3 hari setelah terjadinya ovulasi," tambah dr Dian.

Human Reproduction Journal menemukan, probabilitas kehamilan ini paling tinggi pada 15 hari dan kembali ke nol pada 25 hari.

Untuk wanita dalam penelitian ini, kemungkinan berada dalam masa subur adalah:

  • 2 persen pada hari ke-4 dari siklus
  • 58 persen pada hari ke-12 dari siklus
  • 5 persen pada hari ke 21 dari siklus

Penelitian juga melaporkan bahwa wanita yang lebih tua dan wanita dengan siklus teratur cenderung untuk hamil lebih awal dalam siklus mereka.

Baca Juga: Sakit Pinggang saat Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Namun, siklus haid kadang juga berubah dan itu normal.

"Kebanyakan wanita tidak mendapatkan menstruasi pada hari yang sama di bulan itu. Jadi, masalah siklus berubah itu normal-normal saja," ungkap Mary Rosser, asisten profesor dan dokter yang menangani kebidanan dan ginekologi di Montefiore Medical Center di Bronx, New York.

Cara Mengetahui Siklus Menstruasi Normal

Catat jadwal menstruasi.webp

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms khawatir tentang siklus menstruasi normal atau tidak, maka perhatikan juga hal-hal berikut setiap bulan:

  • Lama Menstruasi. Berapa lama biasanya menstruasi berlangsung? Apakah lebih panjang atau lebih pendek dari biasanya? Menurut The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), durasi mestruasi normal kurang dari atau sama dengan 8 hari.
  • Aliran Menstruasi. Catat beratnya aliran menstruasi. Apakah terasa lebih ringan atau lebih berat dari biasanya? Seberapa sering Moms perlu mengganti pembalut? Apakah pernah mengalami pembekuan darah?
  • Pendarahan Tidak Normal. Apakah pernah pendarahan di luar siklus menstruasi?
  • Rasa Sakit. Jelaskan rasa sakit yang terkait dengan menstruasi. Apakah nyeri terasa lebih buruk dari biasanya?
  • Perubahan Lainnya. Apakah pernah mengalami perubahan suasana hati atau perilaku? Apakah ini sesuatu yang baru atau memang normal terjadi?

Adapun pedoman ini perlu dibarengi dengan pemeriksaan fisik ke dokter ya, Moms.

"Jika kondisinya tidak seperti biasanya, misalnya menstruasi lebih lama atau sebentar, aliran menstruasi tidak seperti biasanya, pendarahan tidak normal, atau rasa sakit berlebihan, segera periksakan ke dokter agar bisa segera diketahui penyebabnya. Kalau menstruasinya sakit sekali, bisa jadi endometriosis," ungkap dr Dian.

Waktu Ovulasi

Perlu Diketahui, Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid 2.jpg

Foto: freepik.com

Kapan ovulasi terjadi? Biasanya, ovulasi terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid selanjutnya. Namun, hal ini bergantung pada siklus haid masing-masing individu.

Jika siklus haidnya pendek, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi dapat terjadi hanya beberapa hari setelah haid berakhir. Jadi, waktu ovulasi bisa berbeda pada tiap wanita.

Fertility Coalitation memaparkan, seorang wanita hanya bisa hamil beberapa hari setelah masa haidnya selesai.

Ini karena sel telur dan sperma hanya hidup untuk waktu yang singkat:

  • Sperma hidup selama sekitar tiga hari.
  • Telur hanya dapat dibuahi selama sekitar 24 jam (satu hari) setelah dilepaskan dari indung telur.
  • Telur dan sperma harus bersatu pada waktu yang tepat agar pembuahan terjadi untuk menciptakan embrio.

"Untuk yang sedang promil, kami menyarankan untuk berhubungan pada masa subur sejak 3 hari sebelum ovulasi hingga 3 hari setelah ovulasi. Tidak perlu setiap hari, selang sehari saja," ungkap dr Dian.

Untuk itu, penting bagi Moms mengetahui siklus haid agar dapat memperkirakan waktu ovulasi sekaligus awalan cara menghitung masa subur.

Baca juga: Penting! Ini 15 Fakta Ovulasi yang Harus Kita Ketahui

Cara Menghitung Masa Subur

Perlu Diketahui, Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid 4.jpg

Foto: freepik.com

Waktu ovulasi erat hubungannya dengan masa subur seorang wanita. Selain proses ovulasi, kehamilan juga sangat ditentukan oleh proses sperma menjangkau sel telur.

Agar dapat hamil, sel telur yang telah matang ini harus dibuahi dalam waktu 12 hingga 24 jam. Berikut ini beberapa cara menghitung masa subur yang bisa Moms ketahui:

1. Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender

Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender

Foto: Orami Photo Stock

Masa subur terjadi di sekitar waktu ovulasi, kira-kira tiga hari sebelum ovulasi terjadi dan tiga hari setelah ovulasi terjadi.

Dikutip dari Beacon Health System, ada dua sistem kalender yang bisa digunakan untuk menghitung masa subur dengan kalender.

Yang pertama adalah dengan menggunakan metode kalender tradisional.

Menggunakan metode ritme kalender tradisional dengan langkah-langkah berikut:

  • Catat panjang enam hingga 12 siklus menstruasi Anda. Dengan menggunakan kalender, tuliskan jumlah hari dalam setiap siklus menstruasi — terhitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya.
  • Tentukan panjang siklus menstruasi terpendek Anda. Kurangi 18 dari jumlah hari dalam siklus terpendek Anda. Angka ini mewakili hari subur pertama dari siklus Anda. Misalnya, jika siklus terpendek Anda adalah 26 hari, kurangi 18 dari 26 — yang sama dengan 8. Dalam contoh ini, hari pertama siklus Anda adalah hari pertama perdarahan menstruasi dan hari kedelapan siklus Anda adalah hari subur pertama .
  • Tentukan panjang siklus menstruasi terpanjang Anda. Kurangi 11 dari jumlah hari dalam siklus terpanjang Anda. Angka ini mewakili hari subur terakhir dari siklus Anda. Misalnya, jika siklus terpanjang Anda adalah 32 hari, kurangi 11 dari 32 — yang sama dengan 21. Dalam contoh ini, hari pertama siklus Anda adalah hari pertama perdarahan menstruasi dan hari ke-21 siklus Anda adalah hari subur terakhir .
  • Rencanakan seks dengan hati-hati selama masa subur. Jika Anda berharap untuk menghindari kehamilan, hubungan seks tanpa kondom dilarang selama masa subur Anda — setiap bulan. Di sisi lain, jika Anda berharap untuk hamil, lakukan hubungan seks secara teratur selama masa subur Anda.
  • Perbarui perhitungan Anda setiap bulan. Lanjutkan mencatat panjang siklus menstruasi Anda untuk memastikan Anda menentukan hari subur Anda dengan benar.

Ingatlah bahwa banyak faktor, termasuk obat-obatan, stres, dan penyakit, dapat memengaruhi waktu ovulasi yang tepat. Menggunakan metode ritme untuk memprediksi ovulasi bisa jadi tidak akurat, terutama jika siklus Anda tidak teratur.

Menurut dr Dian, Moms juga perlu mencatat siklus menstruasi setidaknya selama enam bulan untuk bisa menghitung masa subur dan ovulasi dengan sistem kalender secara akurat.

Yang selanjutnya adalah dengan menggunakan metode Hari Standar.

Pendekatan yang lebih modern untuk metode ritme kalender adalah metode Hari Standar. Metode ini bekerja paling baik jika siklus menstruasi Anda biasanya antara 26 dan 32 hari.

Untuk menggunakan metode Hari Standar Moms perlu melakukan langkah-langkah berikut:

  • Hitung hari dalam siklus menstruasi Anda, dimulai dengan hari pertama menstruasi Anda sebagai hari 1. Lanjutkan menghitung setiap hari dari siklus Anda sampai siklus berikutnya dimulai.
  • Pada hari 1-7, Anda tidak dianggap subur dan dapat melakukan hubungan seks tanpa kondom jika belum merencanakan kehamilan, meskipun Anda mungkin mengalami perdarahan menstruasi pada hari-hari tersebut.
  • Pada hari ke 8-19, Anda dianggap subur. Hindari hubungan seks tanpa pengaman atau pantang berhubungan seks untuk menghindari kehamilan. Atau, jika Anda mencoba untuk hamil, inilah hari-hari untuk berhubungan seks tanpa kondom.
  • Pada hari ke-20 hingga akhir siklus Anda, Anda tidak lagi subur dan dapat melakukan hubungan seks tanpa kondom.
  • Ketika Anda mendapatkan menstruasi berikutnya, mulailah menghitung pada hari pertama.

Teori yang mengatakan ovulasi terjadi sebulan sekali tidak sebenarnya tepat.

"Ini menjelaskan mengapa keluarga berencana alami sering kali tidak berhasil, mengapa kontrasepsi hormonal kadang gagal, dan mengapa ada kehamilan kembar dengan tanggal konsepsi yang berbeda,” ungkap Dr. Roger Pierson, direktur unit penelitian biologi reproduksi di Universitas Saskatchewan, Kanada.

Ia mengatakan 40 persen dari subyek penelitiannya memiliki potensi biologis yang signifikan untuk menghasilkan lebih dari satu telur dalam satu bulan. Selain itu, mereka bisa subur kapan saja dalam sebulan.

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Masalah Kesuburan Pria Berikut Ini Yuk, Moms

2. Cara Menghitung Masa Subur dengan Haid Tidak Teratur

Cara Menghitung Masa Subur dengan Haid Tidak Teratur

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui cara menghitung masa subur dengan kalender, tak jarang banyak calon Moms yang bertanya bagaiaman cara menghitung masa subur dengan haid yang tidak teratur?

Dilansir dari American Pregnancy Association, haid yang tidak teratur menciptakan tantangan dalam melacak ovulasi dan mengetahui kapan waktu terbaik untuk berhubungan seks agar hamil.

Berikut ini cara menghitung masa subur dengan haid yang tidak teratur:

  • Catat Siklus Haid selama 6-12 bulan terturut-turut

Cara menghitung masa subur dengan haid yang teratur adalah Moms harus lebih disiplin dalam mencatat siklus tersebut. Moms harus mencatat tanggal dimulai dan tanggal berakhirnya haid setidaknya enam siklus haid berturut-turut.

Tentunya, catatan ini dapat Moms tunjukkan kepada dokter saat pemeriksaan. Lalu, dokter kandungan akan memeriksa pola haid Moms. Sehingga, membantu Moms memperkirakan kapan masa subur terjadi.

  • Perhatikan Lendir Serviks

“Jika Moms mendapatkan banyak lendir yang bening dan lengket di tengah siklus menstruasi, Moms mungkin sedang berovulasi,” ujar seorang dokter kandungan di pusat kesuburan di Vancouver, Beth taylor.

Lendir, yang dikeluarkan berkat peningkatan estrogen, berarti leher rahim Moms siap ditembus sperma untuk hamil sebagai cara menghitung masa subur untuk haid yang tidak teratur.

  • Gunakan Termometer Suhu Tubuh Basal

Cara menghitung masa subur dengan haid tidak teratur lainnya yaitu dengan melacak suhu Moms setiap pagi dengan termometer suhu tubuh basal, yang dapat mengasah perubahan kecil hingga 1/100 derajat.

Setelah sel telur dilepaskan di tubuh Moms, baik hormon estrogen dan hormon progesteron mengalir. Progesteron menyebabkan suhu tubuh Moms meningkat setengah derajat Celcius (atau satu derajat Fahrenheit penuh).

Caranya, catatlah suhu basal tubuh setiap pagi. Saat ovulasi terjadi, suhu basal tubuh akan meningkat 0,5-1 derajat Celcius dibandingkan dengan suhu basal pada hari-hari sebelumnya.

Namun cara ini agak sedikit rumit untuk wanita dengan siklus haid tidak teratur. Karena perubahan suhu menunjukkan sel telur telah dilepaskan, itu berarti Moms perlu berhubungan seks sebelum peningkatan untuk mencapai jendela subur Moms.

Sebagian besar wanita melacak suhu mereka dan menggunakan data tersebut untuk memprediksi kapan suhu akan naik di bulan-bulan mendatang.

Tetapi bahkan jika siklus Moms sedikit tidak dapat diprediksi, akan berguna untuk melihat apakah Moms sedang berovulasi dan kapan waktunya tiba.

  • Alat Deteksi Ovulasi

Moms juga dapat menggunakan alat deteksi ovulasi yang menguji urin Moms untuk mengetahui kapan harus berhubungan seks.

Sebelum ovulasi, wanita menghasilkan lonjakan hormon luteinizing (LH), yang memicu jatuhnya sel telur dari ovarium.

“Ketika strip menunjukkan lonjakan LH, wanita akan berovulasi pada hari itu atau keesokan harinya dan dapat menggunakan informasi ini untuk mengatur waktu berhubungan seks,” kata dokter kandungan di Regina, George Carson.

Hormon LH akan meningkat drastis jumlahnya pada 24-48 jam menjelang ovulasi. Jadi, saat alat deteksi ovulasi menunjukkan hasil positif, kemungkinan besar dalam 24-48 jam ke depan masa subur terjadi.

Alat tes ovulasi ini diketahui akurat dan mudah untuk membantu menentukan masa subur.

Sayangnya, dibandingkan dengan cara menghitung masa subur lainnya, Moms harus mengeluarkan biaya untuk membeli strip pemeriksaan ketika melakukan cara ini.

Baca juga: Bisakah Hamil Saat Melakukan Seks di Luar Masa Subur? Ini Penjelasannya!

Indikator Masa Subur setelah Haid

4 Cara Halus Membicarakan Rencana Kehamilan Bersama Pasangan 1.jpg

Foto: freepik.com

Untuk semakin memperkuat cara menghitung masa subur yang dilakukan, ada juga beberapa indikator lain yang bisa Moms gunakan:

1. Meningkatnya Suhu Basal Tubuh

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari. Suhu normal adalah 35,5–36,6 derajat Celsius. Jika suhu tubuh naik sedikit lebih tinggi dari angka tersebut, ini bisa berarti Moms sedang mengalami ovulasi.

2. Lendir dari Mulut Rahim

Lendir yang keluar dari mulut rahim dapat memiliki konsistensi encer hingga kental. Perubahan lendir ini menunjukkan perubahan kadar hormon estrogen pada tubuh, yang juga menjadi pertanda apakah ovulasi segera terjadi.

Pada masa subur, lendir ini berwarna bening, licin, dan elastis. Cairan inilah yang akan memperlancar dan melindungi jalannya sperma menuju rahim untuk bertemu sel telur.

3. Lebih Bergairah

Sebagian wanita merasa lebih bergairah, lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi saat mengalami masa subur.

Baca Juga: Darah Haid Bau Busuk, Ketahui Penyebabnya!

Begitulah cara menghitung masa subur setelah haid. Semoga, setelah memahaminya, Moms menjadi lebih terbantu dalam merencanakan kehamilan dan mengevaluasi kesehatan reproduksi.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC27529/
  • https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/track-ovulation-irregular-periods-9946/
  • https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing
  • https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/ijgo.12666
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait