Balita dan Anak

13 Mei 2020

5 Cara Merawat Gigi Balita, Wajib Dilakukan!

Yuk, Moms kenali apa yang membuat gigi anak berlubang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Perawatan gigi balita kerap tidak menjadi prioritas. Kerusakan pada gigi susu dianggap sebagai masalah semetara, bukan hal yang permanen. Padahal Moms, kerusakan gigi balita akan berdampak pada perkembangan gigi saat beranjak dewasa.

Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan, sebanyak 93 persen anak-anak di Indonesia mempunyai masalah gigi. Secara umum, sebanyak 57,6 persen orang Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut.

Angka-angka itu membuat misi Indonesia Bebas Karies pada 2030 jadi sangat menantang.

Gigi berlubang merupakan masalah gigi yang paling banyak dialami anak-anak. Dalam istilah medis, gigi berlubang biasa disebut dengan karies gigi. Karies gigi adalah kerusakan pada struktur dan lapisan gigi secara bertahap.

Penumpukan bakteri dalam mulut bercampur dengan sisa makanan dan air liur menyebabkan terbentuknya plak yang mengandung zat asam. Zat tersebut membuat jaringan keras pada gigi larut.

Karies pada usia dini atau yang disebut dengan Early Childhood Caries (ECC) kerap diabaikan dan tidak diobati. Padahal menurut ahli, seperti dikutip dari Journal of Natural Science, Biology, and Medicine, ECC akan mempengaruhi kualitas hidup jangka pendek maupun panjang, tidak hanya bagi anak tetapi juga keluarganya.

Anak-anak yang mengalami karies saat bayi atau balita memiliki kemungkinan karies yang lebih besar di gigi primer dan permanen.

Tidak seperti penyakit menular lainnya, kerusakan gigi balita tidak sembuh sendiri. Gigi yang rusak membutuhkan perawatan profesional untuk menghilangkan infeksi dan mengembalikan fungsi gigi.

Karies bisa terjadi dalam bentuk yang mematikan. Namun setidaknya, nyeri, gigi tanggal, juga infeksi yang diakibatkan karies sangat mengganggu. Anak jadi tidak mau makan. Jika hal itu sering terjadi, maka akan berpengaruh pada asupan gizinya.

Baca Juga: 5 Cara Melatih Balita Menyikat Gigi Sendiri, Ayo Coba!

Cara Merawat Gigi Balita

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawat gigi balita sehingga terhindar dari karies gigi. Berikut ulasannya.

1. Hindari Kebiasaan Minum Susu sampai Tertidur

Serba-serbi Gigi Balita

Foto: Orami Photo Stock

Anak-anak harus menyelesaikan minumnya sebelum waktu tidur. Sebaiknya ada waktu untuk membersihkan gigi dan mulut sebelum tidur.

Cairan gula pada air susu anak membuat gigi terpapar zat asam yang menyebabkan karies.

2. Belajar Minum dengan Gelas sejak Dini

Serba-serbi Gigi Balita

Foto: Orami Photo Stock

American Dental Association (ADA) merekomendasikan agar anak dilatih untuk minum sejak anak merayakan ulang tahunnya yang pertama.

3. Nutrisi Seimbang

Serba-serbi Gigi Balita

Foto: Orami Photo Stock

Bayi dan anak-anak harus mendapat nutrisi yang seimbang. Konsumsi cairan yang mengandung karbohidrat yang bisa difermentasi, misalnya jus, minuman ringan, susu, dan pati bisa berkontribusi pada kerusakan gigi.

WHO telah memberi rekomendasi agar membatasi asupan gula tidak lebih dari 10 persen dari total asupan energi. Idealnya bahkan hanya sekitar 5 persen saja untuk meminimalkan risiko karies gigi selama masa hidup.

Baca Juga: Ini Tanda Balita Tumbuh Gigi, Yuk Pelajari!

4. Membiasakan Sikat Gigi sejak Dini

Serba-serbi Gigi Balita

Foto: Orami Photo Stock

Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, setelah makan dan sebelum tidur, perlu ditanamkan sejak dini. Sebagian dokter menyarankan sikat gigi bisa dimulai sejak anak memiliki empat gigi.

Namun ada pula pendapat yang menyebut, sikat gigi bisa dimulai sejak anak berusia dua atau tiga tahun. Gunakan sikat gigi yang menarik agar buah hati semangat menyikat gigi. Dan yang paling penting moms, berilah contoh menyikat gigi secara teratur.

Pada bayi yang belum memiliki gigi, kesehatan mulut bisa dijaga dengan membersihkan gusi dengan kain bersih yang dibasahi. Gosoklah gusi bayi secara perlahan.

5. Periksa ke Dokter Gigi secara Teratur

Serba-serbi Gigi Balita

Foto: Orami Photo Stock

Pergi ke dokter gigi tak perlu menunggu sakit gigi ya Moms. Menurut rekomendasi ADA, kunjungan ke dokter gigi pertama dilakukan enam bulan setelah erupsi gigi yang pertama atau selambat-lambatnya saat berusia 12 bulan.

Hal ini penting selain untuk mendeteksi masalah sejak dini, orang tua juga mendapatkan edukasi kesehatan mulut sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Baca Juga: Gigi Balita Patah, Apa yang Harus Dilakukan?

Karies gigi bisa jadi masalah yang serius pada gigi balita, namun ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindarinya. Jangan sampai perkembangan dan aktivitas anak jadi terganggu karena sering sakit gigi. Bangun kebiasaan baik mulai dari sekarang, Moms.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait