29 Juni 2022

Serba-serbi Cerita Pendek, Mulai dari Pengertian hingga Contohnya

Simak informasinya untuk ajarkan Si Kecil, yuk Moms!

Si Kecil tengah mencari inspirasi dan informasi cerita pendek? Simak informasinya di sini.

Ketika sudah mengenyam pendidikan di bangku sekolah, Si Kecil mungkin akan menemukan pelajaran Bahasa Indonesia yang mengharuskannya mengetahui cerita pendek.

Cerita pendek atau cerpen mungkin sering Moms temui di berbagai media pembelajaran, seperti buku sekolah.

Meski kerap mudah ditemukan, namun tak banyak Moms yang mengetahui informasi cerita pendek secara detail.

Bagi Moms yang tengah mencari informasi mengenai cerita pendek, silahkan simak artikel ini hingga habis, ya.

Baca Juga: Ini Cerita Roro Jonggrang yang Bisa Moms Ceritakan pada Anak

Apa Itu Cerita Pendek?

cerita1.jpg
Foto: cerita1.jpg

Foto: Cerita Pendek (Orami Photo Stock)

Cerita pendek atau cerpen adalah sebuah bentuk dari karya sastra yang berbentuk dari prosa pendek.

Umumnya cerpen dibuat menggunakan plot, resonansi, dan komponen dinamis lainnya seperti dalam novel, tetapi biasanya pada tingkat yang lebih rendah.

Namun meski memiliki rangkaian yang serupa dengan novel, cerpen sebagian besar berbeda dari novel.

Walaupun hanya terdiri dari jumlah kata yang sedikit, penulis cerpen umumnya menarik dari kumpulan umum teknik sastra.

Mengutip dari Britannica, Sukumar Azhikode mendefinisikan cerita pendek sebagai "narasi prosa singkat dengan efek episodik atau anekdot yang intens"

Cerpen biasanya berkaitan dengan efek tunggal yang disampaikan hanya dalam satu atau beberapa episode atau adegan yang signifikan.

Walaupun cakupannya relatif terbatas, cerita pendek sering dinilai dari kemampuan penulis untuk memberikan perlakuan yang “lengkap” atau memuaskan terhadap karakter dan subjeknya.

Baca Juga: 6 Cerita Dongeng yang Bisa Dikenalkan Pada Anak

Panjang Karakter Cerita Pendek

baca cerita dari luar budaya kita
Foto: baca cerita dari luar budaya kita (Orami Photo Stock)

Foto: Cerita Pendek (Orami Photo Stock)

Untuk sebuah cerita pendek, dalam hal karakter atau jumlah kata biasanya berkisar antara 1.000 hingga 4.000 untuk cerita pendek.

Namun, untuk sebuh cerita dengan jumlah karakter maksimal 15.000 kata masih digolongkan sebagai cerita pendek.

Selain itu, untuk cerita kurang dari 1.000 kata juga masih disebut sebagai "cerita pendek", atau "flash fiction".

Meskipun demikian, sebenarnya cerita pendek tidak memiliki panjang yang ditentukan. Dalam hal jumlah kata, tidak ada batasan resmi antara anekdot, cerita pendek, dan novel.

Contoh Cerita Pendek

Jika Si Kecil tengah mencari inspirasi cerita pendek, berikut ini beberapa inspirasi cerita pendek yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

1. Contoh Cerpen Motivasi: Mimpi Sang Dara

Pagi menjelang saat seorang gadis yang biasa dipanggil dengan nama Dara mulai menjerang air untuk membuat segelas teh panas.

Dara, ialah gadis yang hidup dengan sejuta mimpi di dalam sebuah rumah berdinding tinggi.

Dara merupakan gadis yang tumbuh di dalam keluarga berkecukupan, bahkan bisa dibilang sangat kaya.

Namun sayangnya Dara tidak bisa menopang tubuhnya sendiri tanpa menggunakan bantuan kursi roda, sehingga merasa diacuhkan bahkan saat berada di istana mewah tersebut.

Kedua orang tua Dara selalu mengacuhkannya karena merasa tidak ada yang bisa diharapkan dari gadis dengan kursi roda tersebut.

Sementara kakaknya mungkin saja malu mempunyai adik dengan kondisi seperti Dara.

Setiap hari Dara hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar dan sesekali mengarahkan kursi rodanya menuju arah taman.

Gadis yang berusia 17 tahun tersebut sangat senang untuk menggambar di taman guna menghilangkan pikiran buruknya yang menyesali keadaannya.

Suatu pagi Dara jatuh dari kursi rodanya, namun tidak ada seorangpun di dalam rumah tersebut mendekat untuk menolongnya.

Rasa kecewanya terhadap hal tersebut membuat Dara memiliki kekuatan untuk menggerakan kursi rodanya ke arah taman kompleks, berniat menenangkan diri.

Saat sedang terisak di taman, tiba-tiba Dara dihampiri oleh seorang gadis seusianya dengan kondisi yang sama.

Gadis tersebut mengulurkan tangan untuk Dara dan mulai menyebutkan namanya, yaitu Hana. Mereka berdua mudah sekali akrab, mungkin karena keduanya saling mengerti kondisi masing-masing.

Tiba-tiba Hana Berkata, “ Dara, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang terlahir sia-sia.

Mungkin kita tidak bisa berdiri tegak layaknya manusia lain. Tapi, kita masih punya hak untuk merasakan bahagia.

Cobalah untuk menerima dirimu sendiri, Dara.” lalu, akhirnya gadis itu berpamitan pada Dara.

Baca Juga: 10 Manfaat Membaca Dongeng untuk Anak

Semenjak pertemuannya di taman dengan Hana, Dara mulai merenungi kata-kata yang diucapkan oleh gadis tersebut.

Dara berpikir bagaimana ia bisa seutuhnya menerima dirinya ketika orang di dekatnya tidak mendukungnya sama sekali.

Dara mencoba mencerna perkataan dari Hana secara perlahan, meskipun seringkali ia menangis ketika teringat kenyataan bahwa ia hanyalah seorang gadis yang diacuhkan.

Hal yang dipikirkan oleh Dara adalah bagaimana ia bisa mewujudkan mimpinya dengan kondisi tersebut.

Mimpi Dara adalah menjadi seorang pelukis yang karyanya bisa dipajang di dalam pameran besar. Hal yang dilakukan Dara untuk memulainya adalah rajin membuat lukisan.

Kesibukan tersebut juga dilakukan Dara untuk tidak memikirkan mengenai dirinya yang selalu diacuhkan dan mulai memahami perkataan Hana.

Perlahan mimpi sang Dara mulai terwujud saat diam-diam ia sering memposting lukisannya melalui media sosial.

Hingga suatu hari ada seseorang datang ke rumah Dara untuk menemui gadis itu guna mengajaknya untuk bergabung di dalam sebuah pameran lukisan.

Kedua orang tua Dara terperangah mendengar ucapan pria tersebut, sebab tidak menyangka bahwa Dara si gadis kursi roda bisa menghasilkan karya lukisan yang indah.

Dara hanya tersenyum melihat respon kedua orang tuanya dan memilih menerima tawaran pameran tersebut.

Berbagai lukisan indah dipajang dalam pameran yang diberi tema Mimpi Sang Dara.

Orang tua Dara menghadiri pameran tersebut dan merasa terharu atas pencapaian putri yang selama ini diacuhkannya.

Sementara Dara merasa lega bisa menerima keadaan fisiknya dan memanfaatkan apa yang dimiliki.

Baca Juga: 10 Manfaat Membaca Dongeng untuk Anak

2. Contoh Cerpen Anak: Kancil yang Cerdik

Cerpen Karangan: Surya Valenthyno Mallisa

Pada suatu hari, Kancil merasa sangat lapar. Dia berjalan kesana-kemari, tetapi tidak mendapatkan makanan.

Ketika hari sudah sore, Kancil melihat Kera sedang asyik makan pisang di atas pohon. Nikmat betul kelihatannya.

Kancil ingin sekali menikmati pisang itu. Akan tetapi, bagaimana caranya mengambil pisang itu?

Memanjat pohon, ia tidak bisa. “Meminta pada Kera, pasti ia tidak memberi. Kera itu kan pelit.” Kancil mencari akal. Kancil pun menemukan akal.

Ia melempari Kera dengan batu-batu kecil. Mula-mula Kera tidak peduli. Kancil tidak berputus asa.

Kancil terus melempari Kera. Ia berusaha agar Kera marah. Lama-kelamaan Kera menjadi kesal dan marah. Ia balik melempari Kancil.

Mula-mula Kera melempar dengan kulit pisang. Setelah kulit pisang habis, Kera melempari Kancil dengan buah pisang.

Kancil pura-pura kesakitan. Kera semakin bersemangat melempar hingga semua pisang dilempari ke arah Kancil. Kera merasa puas kemudian meninggalkan pohon itu.
Akal Kancil berhasil. Setelah Kera pergi, Kancil mulai mengumpulkan pisang yang berserakan. Dimakannya pisang-pisang itu dengan santai.

“Hmmm… enak sekali”

Baca Juga: Mengenal 11 Anak-anak Soekarno dan Potret Ceritanya

Itulah informasi dan inspirasi cerita pendek yang bisa Moms ajarkan dan berikan pada Si Kecil.

  • https://www.gramedia.com/best-seller/contoh-cerpen/#1_Contoh_Cerpen_Motivasi_Mimpi_Sang_Dara
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Short_story
  • https://www.britannica.com/art/short-story
  • http://cerpenmu.com/cerpen-anak/kancil-yang-cerdik.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.