Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
16 April 2022

Ini Ciri-ciri Urine Sehat dan Tidak Sehat, Bisa Dicek dari Warna serta Baunya

Moms bisa cek ketika sedang buang air kecil
Ini Ciri-ciri Urine Sehat dan Tidak Sehat, Bisa Dicek dari Warna serta Baunya

Kondisi kesehatan sebenarnya bisa dilihat dari banyak hal, seperti misalnya dari warna urine. Moms perlu tahu ciri-ciri urine sehat agar bisa mengecek apakah ada masalah atau penyakit dalam tubuh.

Menurut studi tahun 2020 di Sport and Exercise Nutrition, saat dehidrasi meningkat, konsentrasi warna kuning dalam urine juga meningkat, karena lebih sedikit air yang dikeluarkan.

Warna urine memang jadi metode yang mengidentifikasikan status hidrasi tubuh.

Dehidrasi akut bisa menyebabkan gangguan kinerja kognitif dan motorik, serta meningkatkan ketegangan, kelelahan dan kecemasan.

Normal dan abnormalnya urine bisa dilihat dari warna serta aromanya.

Moms bisa perhatikan ketika buang air kecil, apakah air seni yang keluar termasuk miliki ciri-ciri urine yang sehat atau tidak.

Baca Juga: Mengenal Oliguria, Kondisi Urin Terlalu Sedikit, Apa Gejalanya?

Ciri-ciri Urine Sehat

Ciri-ciri urine sehat

Foto: Ciri-ciri urine sehat

Foto: healthgrades.com

Warna urine normal memang bisa bervariasi, tergantung pada seberapa banyak air yang Moms minum.

Menurut Mayo Clinic, cairan akan mengencerkan pigmen kuning dalam urine. Jadi, semakin banyak Moms minum, semakin jernih urine yang keluar.

  • Warna Urine Normal:

Ciri-ciri urine sehat biasanya berwarna kuning pucat hingga kuning tua. Warna ini dihasilkan dari pigmen yang disebut urochrome dan seberapa encer atau pekatnya urine.

Pigmen dan senyawa lain dalam makanan dan obat-obatan tertentu juga bisa mengubah warna urine.

Buah bit, beri, dan kacang fava adalah beberapa makanan yang paling mungkin memengaruhi warna urine.

Selain itu, ada juga obat yang memberikan warna pada urin, seperti merah, kuning atau biru kehijauan.

  • Aroma Urine Normal:

Ciri-ciri urine sehat tidak hanya bisa terlihat dari warnanya. Urine yang sehat juga biasanya tidak memiliki aroma yang menyengat atau busuk.

Baca Juga: Bayi Jarang Pipis, Normal atau Berbahaya?

Ciri-ciri Urine Tidak Sehat

Ketika Moms minum lebih sedikit, warna urine menjadi lebih pekat. Dehidrasi berat juga bisa menghasilkan urine berwarna kuning.

Namun, urine bisa berubah warna jauh melampaui normal, termasuk merah, biru, hijau, cokelat tua dan putih keruh.

Moms juga harus segera cari pertolongan medis jika memiliki kondisi seperti:

  • Terlihat Darah dalam Urine

Adanya darah dalam urine sering terjadi pada infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Masalah-masalah ini biasanya menyebabkan rasa sakit.

Perdarahan tanpa rasa sakit juga mungkin menandakan masalah yang lebih serius, seperti kanker.

  • Urine Berwarna Gelap atau Oranye

Jika urine berwarna gelap atau oranye, terlebih jika Moms atau orang terdekat juga memiliki tinja pucat dan kulit serta mata kuning, maka bisa jadi ini tanda bahwa organ hati tidak berfungsi.

Baca Juga: Mengenal Kateter Urine: Tipe, Proses Pemasangan hingga Harga

Arti Warna Urine

warna urine

Foto: warna urine

Foto: healthline.com

Seperti yang disebutkan sebelumnya, warna urine akan bergantung pada apa yang Moms makan, obat apa pun yang diminum, dan seberapa banyak air yang diminum.

Oleh karena itu, warna urine dapat bervariasi. Akan tetapi, warna urine yang tidak biasa juga bisa menjadi tanda penyakit.

Misalnya, urine berwarna merah tua hingga cokelat merupakan ciri khas porfiria, kelainan langka yang diturunkan dari sel darah merah.

Karena itu, penting untuk tahu arti warna urine untuk mengetahui kondisi tubuh.

Berikut ini adalah beberapa arti warna urine sehingga Moms lebih paham seperti apa ciri-ciri urine sehat dan tidak sehat:

1. Jernih

Urine yang jernih menunjukkan bahwa Moms minum lebih banyak dari jumlah air yang direkomendasikan setiap hari.

Meskipun terhidrasi adalah hal yang baik, minum terlalu banyak air dapat menghilangkan elektrolit tubuh.

Air seni yang terkadang terlihat jernih bukanlah alasan untuk panik, tetapi air seni yang selalu jernih dapat menunjukkan bahwa Moms perlu mengurangi jumlah air yang diminum.

Air seni yang jernih juga dapat menunjukkan masalah hati seperti sirosis dan hepatitis virus.

Jika Moms tidak mengonsumsi banyak air dan memiliki urine yang jernih, Moms harus menemui dokter.

2. Kekuningan

Warna urine khas jatuh pada spektrum kuning muda ke warna kuning yang lebih dalam dan ini adalah ciri-ciri urine sehat.

Pigmen urokrom yang secara alami ada dalam urine sehingga ia menjadi lebih encer saat Moms minum air.

Urochrome diproduksi oleh tubuh yang memecah hemoglobin, yakni protein yang membawa oksigen dalam sel darah merah.

Dalam kebanyakan situasi, warna urine akan tergantung pada seberapa encer pigmen ini.

Memiliki banyak vitamin B dalam aliran darah juga apat menyebabkan urine tampak kuning neon.

3. Merah atau Merah Muda

Urine mungkin terlihat merah atau merah muda jika Moms makan buah-buahan dengan pigmen merah muda atau magenta alami, seperti buah bit, rhubarb, atau bluberi.

Ini masih tergolong dalam ciri-ciri urine sehat. Namun, ada juga beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan darah muncul dalam urin, kondisi ini disebut sebagai hematuria.

Penyebabnya antara lain:

  • Pembesaran prostat.
  • Batu ginjal.
  • Tumor di kandung kemih dan ginjal.

4. Oranye

Jika urine Moms berwarna oranye, itu bisa menjadi gejala dehidrasi.

Jika Moms memiliki urine yang berwarna oranye selain tinja berwarna terang, empedu mungkin masuk ke aliran darah karena adanya masalah dengan saluran empedu atau hati.

Penyakit kuning pada orang dewasa juga dapat menyebabkan urine berwarna oranye.

Baca Juga: 3 Risiko Minum Urine, Jangan Jadikan Pengobatan Alternatif!

5. Biru atau Hijau

Urine berwarna biru atau hijau bisa disebabkan oleh pewarna makanan.

Ini juga bisa menjadi hasil dari pewarna yang digunakan dalam tes medis yang dilakukan pada ginjal atau kandung kemih.

Namun, infeksi bakteri pseudomonas aeruginosa juga dapat menyebabkan urine menjadi biru, hijau, atau bahkan ungu nila.

Secara umum, urine biru jarang terjadi dan kemungkinan besar terkait dengan sesuatu dalam makanan yang Moms makan.

5. Cokelat Tua

Dalam kebanyakan kasus, urine yang berwarna cokelat tua menunjukkan dehidrasi.

Urine berwarna cokelat tua juga bisa menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk metronidazol (Flagyl) dan klorokuin (Aralen).

Makan banyak rhubarb, lidah buaya, atau kacang fava juga dapat menyebabkan urine berwarna cokelat tua.

Suatu kondisi yang disebut porfiria dapat menyebabkan penumpukan bahan kimia alami dalam aliran darah dan menyebabkan urine berkarat atau cokelat.

Urine berwarna cokelat tua juga bisa menjadi indikator penyakit hati, karena bisa disebabkan oleh empedu yang masuk ke urin.

6. Keruh

Urine yang keruh bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih. Ini juga bisa menjadi gejala beberapa penyakit kronis dan kondisi ginjal.

Dalam beberapa kasus, urine keruh adalah tanda lain dari dehidrasi. Urine keruh dengan busa atau gelembung disebut pneumaturia.

Ini bisa menjadi gejala kondisi kesehatan yang serius, termasuk penyakit Crohn atau divertikulitis.

Namun ada juga beberapa kasus di mana urine berbusa yang tidak dapat ditentukan penyebabnya oleh dokter.

Baca Juga: Manfaat Rumput Kebar Papua untuk Program Hamil, Benarkah Bisa Tingkatkan Kesuburan Kandungan?

Itu dia Moms, penjelasan tentang ciri-ciri urine sehat dan tidak sehat.

Jika Moms cemas dengan warna dan aroma urine yang keluar setiap buang air kecil, Moms bisa kunjungi dokter untuk tahu lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami.

Pastikan juga Moms selalu cukup minum air putih agar selalu terhidrasi dan warna urine dalam kategori sehat.

  • https://www.everydayhealth.com/urine/
  • https://www.healthline.com/health/urine-color-chart#colors
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urine-color/symptoms-causes/syc-20367333
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15357-urine-changes
  • https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fnut.2020.576974/full