Scroll untuk melanjutkan membaca

PASCAMELAHIRKAN
24 Agustus 2022

Tak Usah Bingung, Ini Contoh Surat Cuti Melahirkan yang Bisa Digunakan

Perhatikan poin pentingnya, ya!
Tak Usah Bingung, Ini Contoh Surat Cuti Melahirkan yang Bisa Digunakan

Bagi Moms yang bekerja dan sedang hamil, tidak ada salahnya untuk melihat-lihat contoh surat cuti melahirkan.

Ini bisa menjadi salah satu persiapan melahirkan yang memberikan rasa nyaman.

Mengirimkan surat ini kepada atasan tepat waktu adalah cara efektif untuk mengomunikasikan komitmen kepada perusahaan, rencana cuti, dan harapan untuk masa depan.

Rencana cuti yang dikomunikasikan dengan jelas dengan perusahaan dapat membuat waktu di rumah menjadi senyaman mungkin, dan memungkinkan untuk kembali bekerja dengan gembira.

Baca Juga: Siap-Siap Bersalin, Jangan Lupa Persiapkan Hal Ini!

Apa yang Dimaksud Cuti Melahirkan?

Contoh Surat Cuti Melahirkan -1

Foto: Contoh Surat Cuti Melahirkan -1

Foto Ibu Hamil yang Bekerja (mother.ly)

Cuti melahirkan adalah periode waktu ketika seorang calon ibu berhenti bekerja setelah melahirkan anak.

Ini dapat dimulai sebelum anak lahir, mengalami komplikasi dalam kehamilan, atau bisa juga dimulai setelah lahir.

Karyawan yang sedang hamil dan segera melahirkan berhak memperoleh cuti selama 1,5 bulan sebelum melahirkan, dan 1,5 bulan sesudah melahirkan.

Ini adalah perkiraan dari perhitungan dokter kandungan atau bidan, yang juga diatur pada Pasal 82 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan karyawan.

Tidak hanya bagi karyawan yang akan melahirkan, karyawan perempuan yang mengalami keguguran juga berhak memperoleh cuti selama 1,5 bulan atau sesuai surat keterangan dokter kandungan.

Meski dalam undang-undang dijelaskan bahwa cuti melahirkan dapat diperoleh 1,5 bulan sebelum melahirkan, karyawan memiliki opsi untuk memakai jatah cuti tersebut saat melahirkan.

Sehingga karyawan memperoleh 3 bulan cuti penuh setelah melahirkan.

Beberapa perusahaan bahkan memiliki peraturan cuti melahirkan yang lebih dari 3 bulan bagi karyawannya.

Beberapa negara tidak membayar karyawan yang cuti melahirkan.

Namun, peraturan di Indonesia mewajibkan perusahaan untuk membayarkan gaji penuh kepada karyawan yang sedang cuti hamil.

Baca Juga: Memilih Rumah Sakit Bersalin yang Paling Cocok untuk Anda

Bagian Penting dalam Surat Cuti Melahirkan

Contoh Surat Cuti Melahirkan -2

Foto: Contoh Surat Cuti Melahirkan -2

Foto Ibu Hamil Menulis (blog.drjobpro.com)

Sebelum melihat contoh surat cuti melahirkan, ada beberapa informasi penting yang perlu disertakan.

Ini akan memungkinkan atasan untuk memiliki rincian yang jelas dan mudah diakses.

Surat cuti hamil yang kuat meliputi:

  • Nama, jabatan, dan nomor karyawan jika ada. Di perusahaan besar, atasan mungkin perlu diingatkan tentang siapa atau di departemen mana Moms bekerja.
  • Waktu hari perkiraan lahir (HPL) dan berapa minggu cuti yang akan digunakan. Ini juga dapat membantu untuk menjadwalkan hari terakhir di kantor, sehingga kantor dapat merencanakan program dengan lebih baik.
  • Nama rekan kerja yang akan menangani tugas dan tanggung jawab di kantor.

Setiap kantor memiliki aturan yang berbeda. Jadi, penting untuk mengetahui aturan terkait karyawan di tempat Moms berada.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Pentingnya Pembalut Bersalin Lengkap dengan Rekomendasinya

Contoh Surat Cuti Melahirkan

5 Bahaya Ibu Hamil Terlalu Banyak Duduk Saat Bekerja.jpg

Foto: 5 Bahaya Ibu Hamil Terlalu Banyak Duduk Saat Bekerja.jpg

Foto Bekerja saat Hamil (Orami Photo Stock)

Di bawah ini, terdapat beberapa contoh surat cuti melahirkan yang bervariasi.

Jangan ragu memilih salah satu yang paling sesuai dengan perusahaan dan kebutuhan.

1. Contoh Surat Cuti Melahirkan untuk Karyawan

Perihal: Permintaan Cuti Melahirkan

Bapak/Ibu yang terhormat. (Nama Penerima),

Di bawah ini saya yang bertanda tangan:

Nama: (nama pemohon)

Jabatan: (jabatan pemohon)

Saya sekarang mendekati akhir kehamilan saya.

Hari perkiraan lahir saya pada (tanggal HPL) dan berencana untuk memulai cuti melahirkan saya pada (tanggal mulai) dan kembali ke kantor pada (tanggal bergabung sementara).

Kecuali ada masalah yang tidak terduga mengenai kehamilan dan proses melahirkan saya.

Saya berharap untuk kembali bekerja pada posisi kerja saya sebelumnya sesuai waktunya.

Saya telah bekerja sama dengan (nama rekan kerja) dan mereka siap untuk menangani tanggung jawab pekerjaan saya saat saya pergi.

Jika rencana saya berubah karena alasan apa pun, saya akan memberi tahu Anda sesegera mungkin.

Terima kasih telah mengizinkan saya menghabiskan waktu dengan bayi saya yang baru lahir.

Lihat rencana cuti hamil saya yang terlampir untuk rincian lebih lanjut.

(lokasi dan waktu pembuatan surat)

Dengan hormat,

(Nama karyawan)

Baca Juga: Asyik Banget! Ada Cuti Melahirkan untuk Ayah di 6 Negara Ini

2. Contoh Surat Cuti Melahirkan untuk PNS

(tempat dan waktu pembuatan surat)

No: (diisi dengan nomor surat)

Perihal: Surat Izin Cuti Melahirkan

Lampiran: 1 lembar surat keterangan dokter kandungan

Kepada Yth,

(Diisi nama atasan)

(Diisi oleh jabatan)

(Alamat kantor)

Assalamualaikum wr. wb

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: (nama pemohon)

NIP: (nomor identitas pegawai negeri sipil)

Pangkat/gol: (diisi sesuai jabatan pemohon)

Jabatan: (sesuai jabatan pemohon)

Unit kerja: (sesuai dengan unit kerja pemohon)

Melalui surat ini, saya hendak mengajukan cuti melahirkan selama tiga bulan.

Terhitung dari tanggal (tanggal mulai dan berakhir cuti).

Dan saudara (nama rekan) akan menghandle semua pekerjaan yang berkaitan dengan saya.

Pengajuan cuti ini berdasarkan hasil pemeriksaan dokter mengenai perkiraan lahir yang selanjutnya keterangan dari dokter sudah terlampir lewat surat ini.

Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan, terima kasih atas atensinya.

Hormat Saya,

(Nama pemohon)

Baca Juga: 5 Hal yang Dirasakan Ibu Hamil yang Tetap Bekerja dan Cara Mengatasinya

3. Contoh Surat Cuti Melahirkan untuk Guru

(tempat dan waktu pembuatan surat)

Perihal: Surat Izin Cuti Melahirkan

Lampiran: 1 lembar surat keterangan dokter kandungan

Kepada Yth,

(nama kepala sekolah)

(nama sekolah)

Di tempat,

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: (nama pemohon)

Jabatan: (guru/atau staff lain)

Unit kerja: (nama sekolah)

Melalui surat ini saya hendak mengajukan cuti melahirkan selama tiga bulan, terhitung pada (masukkan tanggal mulai dan berakhir cuti).

Pengajuan cuti ini berdasarkan hasil pemeriksaan dokter mengenai perkiraan lahir yang selanjutnya keterangan dari dokter sudah terlampir lewat surat ini.

Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan, terima kasih atas perhatiannya.

Hormat Saya,

(Nama pemohon)

4. Contoh Surat Cuti Melahirkan untuk Pegawai Honorer

(lokasi dan waktu pembuatan surat)

Perihal: Surat Izin Cuti Melahirkan

Lampiran: 1 lembar surat keterangan dokter kandungan

Kepada Yth,

(nama atasan)

(nama instansi)

Di tempat,

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: (nama pemohon)

Jabatan: (isi dengan jabatan pemohon)

Unit kerja: (isi dengan nama unit kerja pemohon)

Melalui surat ini saya hendak mengajukan cuti melahirkan selama tiga bulan.

Terhitung pada (masukkan tanggal mulai dan selesai cuti).

Pengajuan cuti ini berdasarkan hasil pemeriksaan dokter mengenai perkiraan lahir yang selanjutnya keterangan dari dokter sudah terlampir lewat surat ini.

Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan, terima kasih atas perhatian dan pengertiannya.

Hormat Saya,

(Nama pemohon)

Demikian beberapa contoh surat cuti melahirkan yang dapat menjadi referensi.

Semoga Moms dan bayi sehat hingga waktunya melahirkan, ya!

  • https://shemight.com/career/maternity-leave-letter-examples
  • https://www.99.co/blog/indonesia/contoh-surat-cuti-melahirkan/
  • https://abhitech.co.id/surat-cuti-melahirkan/