Newborn

16 September 2021

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menerima Donor ASI Untuk Bayi

Donor ASI bisa berpotensi tularkan virus HIV, jadi penting berhati-hati Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

ASI memang memberikan manfaat kesehatan yang sangat besar. Namun, tidak semua ibu memiliki kemampuan untuk memberikan bayinya ASI eksklusif sehingga mungkin memerlukan cara lain, yakni donor ASI.

ASI dinilai merupakan sumber nutrisi yang paling ideal bagi bayi. Pasalnya, ASI mengandung antibodi serta zat-zat yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Amarican Academy of Pediatrics sendiri menyampaikan bahwa zat-zat penting yang terdapat dalam ASI bermanfaat untuk mengatasi masalah kesehatan seperti pilek, asma, infeksi telinga dan gastrointesintal, eksim, diabetes hingga leukimia pada bayi maupun balita.

Namun, ASI juga dapat menjadi cairan tubuh sumber berbagai bakteri sekaligus virus berbahaya, tidak terkecuali dengan HIV.

Pasalnya, ibu yang positif mengidap HIV dapat menularkan virus tersebut kepada bayi melalui ASI yang diberikan.

Padahal belakangan ini donor ASI menjadi topik yang sangat viral.

Ibu menyusui yang tetap bekerja, seringkali merasa kekurangan ASI, dan tertarik untuk mencari donor ASI. Begitu pula beberapa ibu yang menderita suatu penyakit, sehingga tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

Baca Juga: Cari Tahu Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi

Apa Itu Donor ASI?

donor ASI

Foto: Orami Photo Stock

Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir. Ketika bayi tidak dapat menerima ASI dari ibunya sendiri, ASI donor manusia yang dikeluarkan oleh wanita lain dari 'bank susu' adalah alternatif yang sangat baik.

Berikut beberapa kondisi bayi yang berhak menerima donor ASI:

  • Bayi prematur
  • Bayi dikatakan memiliki "gagal untuk berkembang"
  • Bayi yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu formula
  • Bayi yang memiliki masalah metabolisme atau malabsorpsi
  • Bayi yang immunocompromised atau memiliki penyakit menular.

Wanita menyusui bayi dari ibu lain bukanlah konsep baru. Berbagi ASI secara informal telah didokumentasikan di bangsal bersalin di Australia sejak tahun 1940-an.

Sejak 2006, beberapa bank susu formal untuk bayi prematur dan sakit telah didirikan di seluruh negeri.

Donor ASI umumnya dimanfaatkan oleh ibu yang memiliki riwayat medis tertentu sehingga tidak dapat menyusui bayinya secara langsung. Kondisi bayi prematur juga bisa memungkinkan mereka perlu donor ASI.

ASI mengandung antibodi untuk melindungi anak dari infeksi dan penyakit, sekaligus membantu mereka tumbuh dan otak mereka berkembang. Memberikan ASI donor kepada bayi yang sakit atau prematur membantu memelihara mereka dan melindungi mereka dari penyakit.

Menurut Journal of The American Academy of Pediatrics, donor ASI sangat bermanfaat bagi bayi dengan berat lahir <1500 gram, terutama dalam penurunan tingkat enterokolitis nekrotikans, suatu peradangan yang terjadi di usus besar atau usus halus pada bayi .

Baca Juga: Bayi Tidak Mau Menyusu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apakah ASI Donor Aman Bagi Bayi?

donor asi, apakah aman?

Foto: Orami Photo Stock

Orang tua biasanya mendapatkan ASI donor melalui:

  • Bank susu, biasanya terhubung ke unit perawatan intensif neonatal rumah sakit (NICU), untuk bayi yang sangat sakit atau prematur
  • Jaringan informal di media sosial

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu yang disumbangkan memberi bayi banyak manfaat yang sama seperti susu yang didapatkan dari menyusui langsung dan sangat bermanfaat bagi bayi berisiko tinggi atau mereka yang lahir dengan berat badan sangat rendah.

Dan ketika diperoleh melalui bank susu terakreditasi, itu bisa menjadi alternatif yang efektif, kata AAP.

Hindari memeroleh ASI donor secara informal karena meski dalam kasus yang jarang terjadi, ASI mungkin dapat menularkan virus seperti HIV dan hepatitis C, bakteri, dan kuman lainnya.

ASI donor dari jaringan pribadi (informal), biasanya tidak diproses atau dipasteurisasi dengan benar seperti yang dilakukan oleh bank susu formal.

Oleh karena itu, Moms yang hendak mencari pendonor ASI wajib berhati-hati.

Baca Juga: Ini Cara Menyimpan ASI yang Benar, Jangan Sampai Keliru Moms!

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Donor ASI

hal yang harus diperhatikan terkait donor ASI

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, menggunakan ASI donor dari lembaga formal, yakni bank susu terpercaya, merupakan sumber yang paling baik untuk mendapatkan pasokan ASI.

Hal ini karena biasanya, bank susu formal harus menguji dan mempasteurisasi ASI donor untuk memastikan tidak ada apa pun di dalamnya yang dapat membahayakan bayi.

Bank susu formal juga menyaring pendonor untuk memastikan mereka tidak memiliki kondisi medis atau faktor gaya hidup yang dapat mempengaruhi ASI mereka.

Berikut beberapa contoh pertanyaan dari bank susu formal yang perlu dilakukan bagi calon pendonor ASI:

  • Merokok atau menggunakan produk tembakau atau obat-obatan rekreasional ilegal
  • Minum obat yang tidak disetujui
  • Tes positif untuk HIV, HTLV, hepatitis B atau C, atau sifilis atau berisiko memiliki penyakit yang ditularkan melalui darah
  • Baru-baru ini menerima transfusi darah atau transplantasi organ atau jaringan
  • Memiliki potensi paparan penyakit Creutzfeldt-Jakob
  • Memiliki tato, tindik badan atau riasan permanen
  • Apakah seorang vegan yang tidak melengkapi dengan vitamin B12?
  • Memiliki pasangan seksual yang berisiko
  • Mengkonsumsi alkohol

Jika sang calon pendonor mengalami salah satu hal tersebut, mereka biasanya didiskualifikasi atau tidak boleh melakukan donor.

Sementara itu, melansir Journal of Breastfeeding Medicine, meski berbagi ASI secara informal dapat bermanfaat bagi bayi dan keluarga, hal itu juga membawa potensi risiko.

Oleh karena itu, saat Moms berencana untuk menggunakan donor ASI secara informal, maka pastikan Moms sudah mengetahui benar mengenai sejarah kesehatan sekaligus tes darah dan catatan medis terakhir sang calon pendonor.

Pastikan juga mereka tidak memiliki riwayat kesehatan berbahaya yang telah disebutkan di atas.

Dr. James Landers dari American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa orang tua juga sangat perlu mempertimbangkan terlebih dahulu pemanasan susu hasil donor ASI menggunakan flash heating untuk menonaktifkan virus HIV dan bakteri lainnya yang mungkin terbawa.

Tentunya, dengan tetap mempertahankan berbagai macam gizi serta sifat antimikroba dan antibodi panting yang terdapat di dalamnya.

Itu dia Moms, hal-hal penting terkait dengan donor ASI bagi bayi. Semoga bisa bermanfaat, ya.

  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/donor-breast-milk-and-milk-banks
  • https://www.healthline.com/health/breastfeeding/donating-breast-milk
  • https://www.whattoexpect.com/first-year/breast-milk-donation
  • https://pediatrics.aappublications.org/content/139/1/e20163440
  • https://www.liebertpub.com/doi/10.1089/bfm.2017.29064.nks
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait