13 November 2023

Bayi Baru Lahir Sering BAB, Apakah Normal? Cek Faktanya!

Simak juga jenis feses bayi yang aman

Orang tua baru mungkin merasa resah jika bayi baru lahir sering BAB atau buang air besar.

Lantas, bahayakah bayi baru lahir sering BAB?

Dalam memantau tumbuh kembang Si Kecil, penting sekali untuk memeriksa frekuensi bayi baru lahir BAB.

Derbyshire Health Visiting Service mengungkapkan, kotoran bayi akan berubah setiap harinya.

Biasanya bayi yang baru lahir akan mengeluarkan kotoran lengket selama beberapa hari. Ini disebut meconium.

Bahkan warna feses bayi sendiri bisa hitam karena mengandung empedu dan zat lain yang dikonsumsi bayi saat masih berada di dalam kandungan.

Nah, warna feses nanti lama-lama akan berubah menjadi hijau kekuningan di hari keempat kelahirannya.

Selama 24 jam pertama, biasanya bayi harus BAB satu kali karena kolostrum tinggi gula dari ASI.

Kolostrum tinggi gula tersebut berfungsi sebagai pencahar untuk mendorong meconium keluar. Jadi, wajar bayi baru lahir sering BAB, Moms.

Namun, Moms tetap harus memantau frekuensi bayi BAB, ya. Yuk pelajari lebih dalam di sini!

Baca Juga: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir, Panduan untuk Ibu Baru

Bahayakah Bayi Baru Lahir Sering BAB?

Bayi Baru Lahir (Orami Photo Stock)
Foto: Bayi Baru Lahir (Orami Photo Stock)

Kondisi bayi baru lahir sering BAB bisa dibedakan menjadi 2 jenis:

  • Bayi yang diberikan ASI
  • Bayi yang diberikan susu formula

Ada perbedaan yang terjadi jika Moms memberikan ASI dan susu formula. Jadi, jangan sampai kaget, ya!

1. Bayi yang Mendapatkan ASI

Bayi baru lahir sering BAB memang benar adanya. Untuk bayi yang diberi ASI, biasanya bentuk fesesnya cair dan berwarna kuning.

Biasanya bayi yang baru lahir sampai berusia 6 minggu akan BAB sebanyak 3 kali sehari. Namun, ada beberapa bayi yang BAB 4-12 kali, lho!

Jadi , bayi baru lahir sering BAB adalah hal yang normal, Moms! Usai melewati 6 minggu, bayi biasanya akan BAB satu kali dalam beberapa hari.

Baca Juga: Ibu Hamil Sering Gerah dan Berkeringat, Ini Kata Dokter!

2. Bayi yang Diberikan Susu Formula

Berbeda dengan bayi yang diberikan ASI, warna feses yang dimiliki bayi yang mengonsumsi susu formula akan berwarna cokelat muda atau kehijauan.

Bayi baru lahir sering BAB juga dirasakan bagi yang mengonsumsi susu formula. Berikut frekuensi bayi BAB yang mengonsumsi susu formula:

  • Bayi baru lahir BAB 1-4 kali sehari
  • Bayi usia 1 bulan BAB 1 kali sehari
  • Bayi usia 6 minggu hingga 3 bulan BAB lebih jarang dari sebelumnya
  • Bayi di bawah 6 bulan BAB bisa 2-5 kali sehari

Nah, Moms! Jangan khawatir, ya kalau bayi baru lahir sering BAB. Hal tersebut sangatlah wajar terjadi.

Sebenarnya apa sih pentingnya mengetahui seberapa sering bayi buang air besar?

Baca Juga: Tanya Jawab dengan Dokter soal Pelekatan Menyusui yang Benar

Penyebab Bayi Baru Lahir Sering BAB

Ibu dan Bayi (Orami Photo Stock)
Foto: Ibu dan Bayi (Orami Photo Stock) (Orami Photo Stock)

Seperti yang sudah disebutkan, dalam waktu 6 minggu kelahiran, hal yang normal jika frekuensi BAB lebih jarang dibanding sebelumnya.

Justru Moms harus khawatir kalau frekuensi BAB Si Kecil masih sama dengan minggu-minggu awal.

Terlebih ketika Si Kecil sudah memasuki masa 6 bulan. Biasanya bayi sudah beralih ke makanan padat atau MPASI.

Karena peralihan ini, frekuensi BAB dan tekstur feses pun akan ikut berubah.

Tak hanya itu, ketika Moms menyudahi pemberian ASI dan mulai beralih ke susu formula, hal tersebut juga bisa mengubah frekuensi, konsistensi, dan warna BAB pada bayi.

1. Beralih ke Susu Formula

Beralih ke susu formula bisa menyebabkan bayi baru lahir sering BAB.

Nah, ketika beralih ke susu formula, Moms perlu memperhatikan apakah Si Kecil memiliki kondisi intoleransi laktosa atau tidak.

Frekuensi BAB pada bayi bervariasi. Pada awal bayi lahir adalah normal bila bayi BAB sehari sampai 8 kali.

Namun ada bayi yang tidak BAB sampai 3 hari, tapi hanya buang air kecil saja, Moms.

Jika bayi tidak menunjukan gejala sakit perut dan tidak nyaman di perut, maka hal ini tidak perlu dicemaskan.

Hal tersebut bisa dikarenakan Si Kecil mengalami intoleransi laktosa.

Bayi yang terasa masih lapar setelah mengonsumsi ASI, boleh dilanjutkan dengan minum susu formula yang aman dikonsumsi bayi.

Namun tak semua bayi cocok minum susu formula ya, Moms! Beberapa tanda bayi tidak cocok minum susu formula adalah:

Bentuk feses bayi tidak cocok susu formula biasanya terasa lebih keras dan berbau yang awalnya didahului dengan gangguan pencernaan.

Bayi yang mengonsumsi susu formula lebih rentan mengalami konstipasi dibandingkan bayi yang minum ASI.

Hal ini karena susu formula mengandung banyak protein, sehingga sebagian bayi umumnya belum bisa mencerna protein dengan baik.

Bayi baru lahir sering BAB juga bisa disebabkan karena adanya masalah pencernaan pada bayi.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb