Pasca Melahirkan

2 Juni 2021

Susu Pelancar ASI Alami, Susu Bawang Putih hingga Susu Almond

Apa saja susu pelancar ASI yang bisa Moms konsumsi saat menyusui?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Si Kecil yang baru saja lahir memerlukan asupan ASI eksklusif, setidaknya selama kurang lebih enam bulan.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ASI eksklusif, yaitu pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain, dianjurkan sampai usia bayi 6 bulan.

Setelah bayi mencapai usia 6 bulan, tiba saatnya Moms memberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Meski demikian, ASI sebaiknya tetap diberikan hingga usia anak minimal 2 tahun, bahkan dapat lebih lama bila bayi dan Moms masih menginginkan.

Bagi kesehatan Si Kecil, Journal of Pediatrics pun mengungkapkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dapat diturunkan dengan menyusui ASI.

Tak hanya itu saja, bayi dengan susu ASI cenderung memiliki lebih sedikit masalah dengan asma, diare, infeksi telinga, dan obesitas pada anak-anak.

Sayang, hingga saat ini masih banyak Moms yang merasa rendah diri ketika merasa jumlah ASI yang diproduksi lebih sedikit atau bahkan kurang diberikan untuk Si Kecil.

Akhirnya Moms mulai berpikir untuk memberi stimulasi tambahan, termasuk susu pelancar ASI. Perlukah mengonsumi susu pelancar ASI atau ASI booster ini?

Baca juga: Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

Kapan Susu Pelancar ASI Diperlukan?

ibu-menyusui.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari laman idai.or.id, produksi ASI yang rendah merupakan alasan tersering Moms untuk menghentikan menyusui bayinya. Hal ini membuat dokter anak hingga Moms yang ingin terus menyusui bayinya berusaha mencari obat untuk mengatasi masalah ini.

Laktogogue adalah obat atau zat yang dipercaya dapat membantu merangsang, mempertahankan atau meningkatkan produksi ASI.

Sebenarnya, ASI diproduksi melalui proses kompleks yang mencakup faktor fisik dan emosional serta interaksi banyak hormon, terutama prolaktin.

Setelah bayi dilahirkan dan plasenta dikeluarkan, kadar hormon progesteron dan estrogen Moms akan menurun. Hal ini membuat kadar prolaktin meningkat dan dimulailah produksi ASI (kontrol endokrin).

Baca juga: Bisakah Menyusui Jika Pernah Melakukan Implan Payudara?

Setelah beberapa hari kadar prolaktin secara bertahap akan berkurang. Tetapi produksi ASI dipertahankan bahkan meningkat karena mekanisme kontrol otokrin dengan upaya “mengosongkan” payudara.

Itulah sebabnya, peningkatan kadar prolaktin diperlukan untuk meningkatkan produksi ASI, Namun tidak untuk mempertahankan produksi ASI.

Jadi, jika pengosongan payudara tidak dilakukan secara teratur dan sempurna, produksi ASI akan berkurang. Sebaliknya, makin sering dan sempurna pengosongan payudara hal ini tentu menyebabkan peningkatan produksi ASI.

Berangkat dari penjelasan di atas, makin jelas rasanya jika Moms perlu menyusui secara rutin setidaknya 2-3 jam setiap hari. Moms juga disarankan untuk menyusui secara langsung (direct breastfeeding).

ASI booster, atau laktogogue yang biasanya bisa diperoleh dari susu pelancar ASI lebih disarankan pada Moms yang ingin menyusui bayi, relaktasi (menyusui kembali setelah berhenti menyusui), atau untuk meningkatkan produksi ASI pada Moms dengan produksi ASI rendah (low milk supply).

Dengan catatan low milk supply tersebut disebabkan kondisi ibu atau bayi sakit atau setelah dipisahkan karena alasan tertentu (contoh: bayi lahir prematur/sakit di ruang perawatan intensif NICU).

Konsumsi ASI booster melalui susu pelancar ASI atau apapun jenisnya juga sering diperlukan untuk ibu yang tidak menyusui secara langsung, tetapi yang memerah ASI dengan pompa (exclusive pumping).

Moms yang melakukan exclusive pumping memang akan seringkali mengalami masalah penurunan produksi ASI.

Susu Pelancar ASI

susu-almond-untuk-ibu-hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Oke, skenarionya sekarang Moms benar-benar memerlukan ASI booster dan susu pelancar ASI. Apa saja ASI booster dan susu pelancar ASI yang bisa Moms konsumsi? Ini dia:

1. Susu Almond

Banyak bayi yang tampak rewel sebenarnya bereaksi terhadap produk susu yang telah diminum ibunya. Menurut Kelly Mom, produk susu adalah penyebab masalah bayi menyusui.

Jika Moms ingin atau perlu mengurangi produk olahan susu tetapi tetap menginginkan susu, susu almond adalah alternatif yang bagus sebagai minuman pelancar ASI.

Susu almond tersedia di sebagian besar toko bahan makanan dan tersedia dalam rasa manis, tanpa pemanis, vanila, dan madu.

Dengan rasa yang lebih manis, lebih lembut daripada susu kedelai, susu almond merupakan susu yang layak dikonsumsi Moms yang sedang menyusui.

Meski demikian, jika Moms kesulitan untuk menemukan susu almond di toko sekitar rumah, Moms juga bisa menggantinya dengan susu kacang kedelai yang tak kalah nikmat.

2. Susu Bawang Putih

Dilansir dari laman healthline.com, bawang putih dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu melancarkan sistem pencernaan, dan mengatasi inflamasi atau bengkak.

Bawang putih juga mengandung banyak nutrisi penting, asam amino, mangan, dan vitamin C.

Tahukah Moms bahwa bawang putih tidak hanya menjadi bumbu penyedap alami masakan, namun juga membantu menjaga kesehatan dan cocok sebagai galaktogog diet menyusui?

Yes, makan bawang putih sebenarnya merangsang produksi susu dan meningkatkan suplai ASI.

Jadi, jangan hanya sekedar makan bawang putih, Moms bisa mencampurkan bawang putih dalam susu sehingga menjadi sisi pelancar ASI.

Buatlah susu pelancar ASI bawang putih dengan cara mudah berikut. Parut 3 siung bawang putih, rebus parutan bawang putih tersebut ke dalam air bersih.

Tunggu hingga air suruh 50%. Masukkan susu tanpa rasa ke dalam campuran ini dan rebus kembali. Matikan kompor setelah mendidih.

Konsumsi susu bawang putih selagi hangat agar perut lebih nyaman. Tambahkan dengan madu sesuai selera Moms.

3. Air Kelapa

Selain minum susu pelancar ASI, Moms juga bisa minum air kelapa untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Kelapa merupakan makanan serta minuman pelancar ASI yang baik untuk Moms yang sedang menyusui.

Thanks to kandungan asam lemak yang meliputi asam laurat, asam kaprilat, dan asam kaprat. Peningkatan kadar asam laurat dan asam kaprat dalam ASI terbukti dapat membantu melindungi bayi dari bakteri dan virus.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa ibu menyusui yang mengonsumsi produk kelapa dan minyak kelapa memiliki kadar asam laurat dan asam kaprat yang jauh lebih tinggi dalam ASI mereka.

Hal ini menciptakan suplai ASI yang kaya akan nutrisi yang meningkatkan kesehatan.

4. Air Mineral

Teratur minum air mineral perlu dilakukan setiap orang. Termasuk Moms yang sedang menyusui. Hal ini menjadikan air mineral sebagai ASI booster selain susu pelancar ASI.

Moms yang sedang menyusui membutuhkan cairan tubuh yang cukup. Konsumsi air mineral setidaknya 3,1 liter setiap hari. Sesuaikan dengan aktivitas Moms dan kondisi cuaca tempat Moms tinggal.

Baca juga: Tidak Hanya Minum Air Putih, Ini 6 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal

5. Kaldu Tulang

Ilmu pengobatan Tiongkok menyatakan bahwa kaldu yang dibuat dari tulang asli bisa menjadi ASI booster. Meski demikian, kaldu tulang yang dimaksud adalah kaldu asli yang terbuat dari tulang sapi atau ayam yang direbus dengan metode slow cooking. Jadi, bukan bumbu kaldu yang dijual dalam bentuk instan di pasaran.

Tulang sapi atau tulang ayam mengandung berbagai mineral, asam amino, hingga kolagen yang dibutuhkan tubuh untuk lekas pulih setelah melahirkan.

Jadi, selain susu pelancar ASI, cobalah kaldu tulang yang disajikan hangat. Moms, juga bisa menyeruput kaldu tulang ini sambil saat makan siang atau makan malam. Hmm...lezat dan gurih!

6. Air Kelapa Segar

Kelapa adalah makanan serta minuman yang cocok untuk mengembalikan stamina. Jika Moms enggan minum susu pelancar ASI, Moms pasti tidak akan menolak kalau harus minum air kelapa yang segar. Pilih air kelapa yang benar-benar diambil dari buah kelapa, bukan air kelapa kemasan yang dijual bebas di pasaran.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 1998 menemukan bahwa ibu menyusui yang mengonsumsi produk kelapa dan minyak kelapa memiliki kadar asam laurat dan asam kaprat yang jauh lebih tinggi dalam ASI mereka.

Dengan demikian, ASI yang diminum oleh Si Kecil pastinya mampu membantu kesehatan Si Kecil.

Baca Juga: 6 Manfaat Ajaib Air Kelapa Bagi Anak-Anak

7. Teh Daun Kelor

Banyak Moms menyarankan untuk makan daun kelor atau minum teh rebusan daun kelor sebagai minuman pelancar ASI. Rasanya memang cenderung membuat Moms tidak nyaman.

Tapi menurut lamanresearchgate.net, ibu dari bayi prematur yang mengonsumsi suplemen kelor komersial mengalami peningkatan suplai ASI lebih dari 100% dari kondisi awal setelah melahirkan.

Itulah beberapa hal yang Moms perlu ketahui seputar ASI booster dan susu pelancar ASI.

Tetap semangat menyusui Si Kecil dan percaya bahwa Moms bisa memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Karena setiap hal yang Moms pikirkan tentu akan memengaruhi produksi ASI.

  • https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-increase-milk-supply
  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya
  • https://babygenderpros.com/10-foods-beverages-that-increase-your-milk-supply/
  • https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-health-benefits-of-garlic#TOC_TITLE_HDR_2
  • https://draxe.com/nutrition/coconut-oil-benefits/
  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/1-2-3-menuju-asi-eksklusif
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait