Scroll untuk melanjutkan membaca

NEWBORN
01 Desember 2022

Cara Mengeluarkan ASI, Bisa Digunakan Meski Moms Belum Hamil!

Ternyata ASI bisa keluar walau Moms tidak sedang hamil!
Cara Mengeluarkan ASI, Bisa Digunakan Meski Moms Belum Hamil!

Beberapa Moms ada yang menghasilkan ASI saat hamil sebelum melahirkan. Namun, ada pula yang harus mencari cara mengeluarkan ASI agar Si Kecil mendapatkan ASI sejak dilahirkan.

Ya, meski tidak selalu, tapi ASI bisa saja keluar saat wanita sedang hamil. Pada umumnya, kegiatan menyusui hanya bisa dilakukan oleh perempuan yang sudah melahirkan.

Ketika usia kandungan sudah memasuki 28 minggu, biasanya tubuh Moms sudah melakukan proses persiapan untuk memproduksi ASI.

Memang, kehamilan dan menyusui adalah proses natural yang otomatis akan dialami seorang ibu setelah melahirkan.

Namun, dalam perkembangannya, ada perempuan yang tidak hamil tapi bisa menghasilkan ASI.

Ini menjadi kabar baik bagi para Moms yang hendak mengadopsi bayi. Meskipun tidak hamil dan melahirkan sendiri, Moms tetap bisa menyusui Si Kecil.

Untuk memproduksi ASI, perempuan yang tidak hamil membutuhkan hormon yang merangsanh pengeluarkan ASI, yakni prolaktin dan oksitosin.

Prosesnya tentu berbeda dari kebanyakan ibu yang menyusui anak kandungnya sendiri karena hanya akan ada satu dari dua bagian payudara yang mengeluarkan susu.

ASI yang keluar tidak hanya berwarna putih, tapi bisa saja berwarna kehijauan sampai kekuningan.

Sebagai catatan, wanita yang tidak menyusui anaknya sendiri pun butuh waktu lama untuk menghasilkan ASI. Ini karena berhubungan dengan peningkatan hormon.

Yuk, simak cara mengeluarkan ASI berikut ini!

Baca Juga: 5 Adab Menyusui Bayi Menurut Islam, Salah Satunya Baca Basmalah Sebelum Menyusui

Cara Mengeluarkan ASI dengan Cepat

Berbagai suplemen dan vitamin

Foto: Berbagai suplemen dan vitamin

Banyak alasan mengapa Moms memiliki ASI yang banyak atau sedikit. Produksi ASI bekerja pada sistem penawaran dan permintaan.

Ketika Moms menyusui lebih jarang atau berhenti menyusui sama sekali, suplai ASI akan berkurang secara alami .

Jadi, jika ingin lebih sering menyusui atau mulai menyusui lagi, Moms harus membangun kembali dan menambah suplai ASI atau sering disebut relaktasi menurut Healthy Children.

Meski membutuhkan upaya khusus, cara mengeluarkan ASI berikut dapat Moms coba.

1. Menambah Suplai ASI di Rumah

Untuk mencapai jumlah ASI yang optimal, penting untuk melakukan hal berikut:

  • Susui bayi atau pompa ASI dari payudara setidaknya 8 - 12 kali sehari. Jika sudah lama sejak bayi menyusu terakhir kali, mungkin dibutuhkan ketekunan dan konsistensi yang penuh kasih sayang.
  • Menyusui dari kedua sisi. Ini akan memberikan rangsangan pada kedua payudara setidaknya setiap 2 - 3 jam sekali. Semakin banyak rangsangan yang diterima, semakin besar peluang untuk menghasilkan lebih banyak ASI.
  • Manfaatkan kompresi payudara. Ini dapat membantu aliran ASI lebih baik dan mendorong bayi untuk terus menyusui. Ini juga dapat membantu mengeluarkan lebih banyak ASI dari payudara.
  • Hindari puting buatan. Setiap kali anak membutuhkan minuman atau kenyamanan, payudara harus menjadi pilihan pertama. Botol dan dot dapat menyebabkan bingung puting, hingga anak tidak dapat menyusu dengan baik.

Baca Juga: 4 Tips Menyusui untuk Ibu Bekerja

2. Gunakan Pompa Payudara

Terkadang, bayi tidak bisa atau tidak tertarik untuk kembali menyusu. Jika demikian, Moms dapat merangsang payudara untuk membangun suplai ASI dengan menggunakan pompa payudara.

Ini dapat digunakan delapan hingga 12 kali sehari. Ini sangat ideal untuk membangun kembali pasokan ASI. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari sesi pemompaan, lakukan beberapa cara ini:

  • Rangsang refleks let down terlebih dahulu.
  • Gunakan hisapan hanya sebanyak yang diperlukan. Moms seharusnya tidak merasakan sakit saat memompa.
  • Pijat payudara saat sedang memompa.
  • Beri diri cukup waktu agar tidak merasa stres atau terburu-buru saat memompa.
  • Gunakan sisipan pompa untuk mendapatkan ukuran yang paling pas untuk payudara.
  • Hindari pemompaan yang konstan dalam waktu lama.
  • Hentikan pemompaan saat aliran ASI minimal atau tidak ada, tetapi pastikan memompa selama 15 - 20 menit penuh.

3. Gunakan Herbal

Tidak banyak penelitian resmi tentang penggunaan herbal saat menyusui yang juga disebut galactagogues untuk meningkatkan suplai ASI.

Namun, banyak orang melaporkan tanggapan yang sangat positif terhadap terapi herbal selain stimulasi payudara yang sering.

Pastikan untuk menghubungi dokter sebelum mulai mengkonsumsi suplemen atau obat apa pun saat menyusui.

Menurut The Ochsner Journal, beberapa pengobatan herbal yang dapat meningkatkan suplai ASI Anda meliputi:

  • Fenugreek
  • Thistle
  • Adas
  • Jahe
  • Ragi
  • Jelatang
  • Bawang putih
  • Alfalfa

Baca Juga: Gairah Seks Menurun Saat Menyusui?

4. Gunakan Obat Resep

Tingkat prolaktin yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan produksi ASI dan pasokan ASI yang lebih besar.

Beberapa obat resep, bila diminum sambil terus merangsang payudara, diketahui dapat meningkatkan kadar prolaktin adalah:

  • Reglan (Metoclopramide): Dalam beberapa kasus, Reglan telah terbukti meningkatkan suplai ASI dari 72% menjadi 110% tergantung pada berapa minggu pascapersalinan.
  • Motilium (Domperidone): Motilium tidak disetujui FDA sehingga tidak tersedia di Amerika Serikat. Namun, itu dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada Reglan di Kanada dan negara lain.

Namun, untuk mendapatkan manfaat dari obat resep sebagai cara mengeluarkan ASI, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Baca juga: Mengenal Cara Memerah ASI dengan Teknik Marmet

Cara Mengeluarkan ASI Tanpa Harus Hamil

Menyusui bayi (Orami Photo Stock)

Foto: Menyusui bayi (Orami Photo Stock)

Meski bukan sebuah hal yang mustahil, tapi cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil membutuhkan kesabaran yang ekstra dan proses yang tida bisa dibilang mudah.

Jadi, Moms tidak boleh terburu-buru ingin melihat hasilnya, ya.

Terdapat beberapa cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil yang dilakukan dengan cara medis. Dilansir dari Canadian Breastfeeding Foundation, ini dia tipsnya!

1. Bantuan Obat-obatan

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil yang pertama adalah dengan obat-obatan.

Agar bisa menyusui, penting bagi wanita yang tidak hamil dibantu dengan konsumsi obat-obatan agar produksi ASI bisa ditingkatkan dari hari ke hari.

Biasanya obat-obatan yang dianjurkan bisa merangsang produksi ASI adalah pil KB yang memang terbukti meningkatkan hormon untuk mempercepat dan memperlancar ASI.

Namun, mengonsumsi obat-obatan demi meningkatkan produksi ASI perlu dikonsultasikan ke dokter agar tidak terjadi hal yang merugikan dan membahayakan setelahnya.

Baca Juga: 7 Kisah Menyusui dari Artis Indonesia, Ada yang Jadi Pendonor ASI Hingga Berikan Tips Jika Bingung Puting

2. Terapi Hormon

Menyusui dengan sabar (Orami Photo Stock)

Foto: Menyusui dengan sabar (Orami Photo Stock)

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil banyak ditanyakan oleh wanita yang mengadopsi anak namun ingin menyusui anak tersebut.

Proses menyusui yang dilakukan tidak secara alamiah memerlukan bantuan dokter agar dalam perjalanannya tidak menimbulkan efek samping di kemudian hari.

Terapi hormon biasanya dilakukan untuk meningkatkan hormon progesteron dan estrogen dalam darah layaknya seorang ibu hamil saat mempersiapkan masa menyusui.

Ini adalah cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil yang paling umum dilakukan.

Ketika Moms memiliki waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan diri, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi hormon seperti memberikan hormon estrogen atau progesteron agar tubuh seperti merasakan efek kehamilan.

Terapi hormon sendiri biasanya memiliki efek hingga berbulan-bulan lamanya.

Jadi, langkah ini bisa digunakan ketika Moms memiliki persiapan waktu yang lumayan panjang sebelum bayi yang ingin Moms adopsi tiba.

3. Memompa Payudara

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil memang harus dilakukan dengan sabar.

Nah, cara lain yang bisa Moms lakukan untuk merangsang air susu adalah memompa payudara dengan pompa elektrik yang tersedia di apotek dan rumah sakit guna mempercepat produksi ASI.

Moms bisa mempraktikkannya dengan cara memompa puting susu selama 5 - 10 menit di dua minggu pertama hingga 20 menit sekali di minggu berikutnya.

Lebih detailnya, dilansir dari Mayo Clinic, dua bulan sebelum Moms melakukan kegiatan menyusui, sebaiknya Moms mulai menghentikan terapi hormon dan mulai untuk memompa payudara dengan pompa payudara elektrik yang disarankan oleh rumah sakit.

Aktivitas ini akan meningkatkan produksi dan mengeluarkan prolactin.

Untuk langkah awal, cobalah untuk memompa 10 menit setiap 4 jam dan setidaknya satu kali saat malam tiba. Jika sudah mulai terbiasanya, tingkatkan waktu pemerasan menjadi 15 - 2 menit setiap 2 - 3 jam.

Jangan lupa untuk terus melakukan kegiatan ini hingga bayi tiba ya, Moms!

Ketika Moms mulai menyusui bayi, dokter biasanya akan tetap menyarankan Moms untuk melanjutkan kegiatan pumping.

Kegiatan ini pun tetap perlu dilakukan setelah Moms selesai menyusui Si Kecil. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan persediaan ASI di payudara.

Meskipun Moms sudah sukses melakukan induksi laktasi, opsi lain seperti donor ASI pun mungkin masih diperlukan, terutama pada beberapa minggu awal menyusui.

Untuk mendorong stimulasi puting dan payudara agar bisa mengeluarkan ASI secara berkelanjutan, mungkin Moms bisa menggunakan alat bantu menyusui tambahan yang bisa memberikan ASI donor melalui alat yang menempel pada payudara.

Untuk mendapatkan suplai ASI yang konsisten, teruslah memompa payudara setiap kali Si Kecil menerima susu dari botol, ya Moms!

Nah, untuk mempelajari lebih lanjut mengenai induksi laktasi, jangan lupa untuk terus mengonsultasikan kegiatan ini dengan dokter maupun konselor laktasi Moms di rumah sakit atau klinik terdekat!

Baca Juga: Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

Lakukan dengan Penuh Kesabaran

Pelekatan saat menyusui (Orami Photo Stock)

Foto: Pelekatan saat menyusui (Orami Photo Stock)

Selain melakukan langkah-langkah di atas, Moms juga harus selalu tenang dan percaya diri. Siapkanlah diri demi memperlancar pengeluaran hormon ASI.

Cobalah untuk menghindari pekerjaan yang membuat Moms cepat lelah, tertekan, membuat stres, dan bisa membuat psikologis terganggu.

Ketika melakukan program ini, sebaiknya Moms dalam kondisi yang seprima mungkin agar segalanya berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Perbandingan Buang Air Besar: Bayi Minum ASI Eksklusif VS Susu Formula

Jangan lupa untuk meningkatkan rasa percaya diri bahwa Moms mampu memberikan ASI kepada Si Kecil. Jadi, cobalah untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan seperti belajar cara mengasuh anak.

Moms juga bisa belanja perlengkapan untuk Si Kecil, mendekorasi kamar Si Kecil, serta aktivitas lain yang bisa meningkatkan kebahagiaan Moms.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, dibutuhkan keyakinan dan kesabaran hingga ASI benar-benar keluar. Percayalah bahwa Moms bisa memberikan induksi laktasi yang baik untuk Si Kecil.

Proses induksi laktasi sendiri terkadang membutuhkan waktu yang lama hingga ASI bisa diproduksi. Bahkan, prosesnya bisa memakan waktu sampai 6 minggu lamanya.

Jangan sampai patah semangat, tetap berjuang ya, Moms!

Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai caa mengeluarkan ASI lainnya, silakan tuliskan di kolom komentar ya Moms.

  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Relactation.aspx
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5158159/