Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
14 Januari 2023

Domperidone: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Domperidone juga bisa jadi ASI booster lho, Moms!
Domperidone: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Domperidone merupakan obat anti mual dan muntah sekaligus dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit akibat mual yang disebabkan karena mengonsumsi obat lain.

Domperidone bekerja dengan cara menghambat reseptor dopamine perifer dengan meningkatkan gerakan peristaltik di esofagus.

Menurut WebMD, mual sendiri merupakan salah satu gejala dari penyakit, namun bisa juga disebabkan karena lingkungan sekitar.

Seperti mabuk laut, mabuk perjalanan, keracunan makanan, infeksi virus, dan sebagainya.

Biasanya kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya jika bukan karena masalah penyakit lain.

Dilansir dari National Health Service, obat ini juga berfungsi untuk mengobati sakit perut, bahkan digunakan untuk meningkatkan suplai ASI jika Moms bermasalah dengan menyusui.

Tapi tentunya untuk masalah ASI sendiri harus dilakukan konsultasi dengan dokter, karena mengonsumsi obat ini akan terserap ke ASI.

Domperidone hanya boleh dikonsumsi berdasarkan resep dokter dan di bawah pengawasan dokter.

Jadi, jika Moms ingin mengonsumsi obat ini, wajib konsultasikan terlebih dahulu ke dokter ya.

Tentunya obat ini harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang tertera atau dosis yang disarankan oleh dokter.

Simak selengkapnya mengenai Domperidone di bawah ini yuk, Moms!

Baca Juga: Ketahui Tentang Primperan, Obat Lambung untuk Atasi Kembung, Mual dan Muntah

Manfaat Obat Domperidone

Mual saat Haid

Foto: Mual saat Haid (Orami Photo Stock)

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, Domperidone merupakan obat yang dikonsumsi harus dengan resep dokter dan termasuk ke dalam obat golongan antiemetik.

Domperidone memiliki manfaat untuk

  • Membantu meredakan gejala mual dan muntah.
  • Membantu meredakan sakit perut akibat mual dan muntah.
  • Membantu meredakan gejala gangguan pencernaan atau masalah pencernaan.
  • Meredakan refluks asam lambung atau GERD.

Obat ini bekerja dengan menekankan sfingter esofagus, memberikan tekanan sfingter esofagus yang lebih rendah, dan meningkatkan koordinasi gastroduodenal.

Dengan mengonsumsi obat ini, akan membantu untuk mengosongkan lambung dan mengurangi proses kerja di usus kecil.

Domperidone merupakan obat yang sangat cepat dalam proses penyerapannya apabila obat ini dikonsumsi saat perut kosong.

Sebaliknya jika Domperidone dikonsumsi dalam kondisi perut isi, penyerapan lebih lambat dan akan tertunda.

Obat ini hadir dalam bentuk tablet, sirup, dan drop atau tetes mulut. Penggunaan dan fungsinya juga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Agar fungsi obat ini tetap tetap sama, proses penyimpanannya pun harus disesuaikan yaitu di suhu ruangan berkisar 15 hingga 30 derajat celcius dan jauhkan dari sinar matahari.

Baca Juga: Obat Mual Saat Hamil untuk Moms yang Mengalami Morning Sickness, Catat!

Dosis Obat Domperidone

Obat Domperidone

Foto: Obat Domperidone (healthline.com)

Setiap obat yang Moms konsumsi pastinya harus disesuaikan dengan dosis dan cara pemakaian yang tepat.

Selain untuk menghindari efek samping berat yang mungkin terjadi, mengonsumsi obat dengan dosis tepat juga membantu proses penyembuhan yang cepat.

Apabila dosis yang dikonsumsi tidak tepat terlebih jika mengonsumsinya terlalu banyak, segera hubungi dokter untuk mencegah overdosis.

Berikut dosis yang tepat dan sesuai dari obat Domperidone

Apabila mengalami gejala mual dan muntah:

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali sehari. Maksimal 30 mg setiap hari.
  • Anak-anak kurang dari 12 tahun atau berat badan kurang dari 35 kg: 0,25 mg sebanyak 3 kali sehari. Dosis maksimal yang boleh dikonsumsi 0,75 mg/kg berat badan sehari.

Apabila kondisi mual diakibatkan pengobatan kemoterapi atau radioterapi:

  • Anak-anak: 0,2 – 0,4 mg/kg berat badan per hari, setiap 4 sampai 8 jam sekali.

Untuk memproduksi ASI:

  • Dosis awal 10 mg sebanyak 3 kali sehari
  • Dosis lanjutan 20 mg sebanyak 3 kali sehari apabila tidak terlihat perubahan. Namun tentunya setiap penambahan dosis harus konsultasikan ke dokter lebih dahulu.

Baca Juga: 17 Penyebab dan Cara Mengobati Mual pada Anak, Moms Wajib Tahu!

Efek Samping Obat Domperidone

Obat di Apotek (Orami Photo Stocks)

Foto: Obat di Apotek (Orami Photo Stocks)

Setiap obat memang memiliki efek samping. Efek yang ditimbulkan biasanya bersifat ringan dan tidak dalam jangka panjang.

Tapi beberapa orang mungkin tidak akan mengalami efek samping. Domperidone sendiri memiliki efek samping berupa mulut kering, diare, dan kram usus.

Jika Moms atau keluarga Moms mengalami efek samping yang sudah disebutkan, tidak perlu khawatir, ya sebab hal itu bersifat normal.

Beberapa gejala yang cukup berat mungkin saja bisa terjadi, seperti

  • ASI yang terus mengalir dari puting.
  • Pembengkakan payudara pria dan wanita.
  • Sakit kepala
  • Gatal-gatal
  • Kemerahan, nyeri, atau bengkak pada mata.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Nyeri payudara.

Namun efek samping di atas jarang terjadi, namun apabila terjadi, konsultasikan ke dokter untuk mencegah kondisi buruk.

Baca Juga: 12 Cara Mengatasi Mual secara Alami, Mudah dan Cepat!

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Domperidone

Sebelum mengonsumsi obat Domperidone, sebaiknya Moms konsultasikan ke dokter mengenai kondisi kesehatan sebelumnya untuk mengurangi masalah lain.

Beberapa di antaranya Moms harus memerhatikan kondisi seperti

1. Alergi

Jika Moms atau keluarga Moms memiliki alergi terhadap obat tertentu, konsultasikan ke dokter.

Selain itu kabari dokter jika memiliki alergi lain seperti, alergi makanan, alergi pewarna makanan, pengawet makanan, atau hewan tertentu.

Hal itu karena ini bisa menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitif.

2. Anak-Anak

Ibu dan Anak (Orami Photo Stocks)

Foto: Ibu dan Anak (Orami Photo Stocks)

Dilansir dari Drugs, Domperidone hanya dilakukan uji obat terhadap orang dewasa.

Dengan kata lain, penggunaan Domperidon untuk anak harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Baca Juga: 13 Penyebab Mual Setelah Berhubungan Intim

3. Geriatrik

Sama seperti anak-anak, obat ini tidak diketahui cara kerjanya bagi lansia.

Sehingga bisa saja efek samping yang dirasakan oleh lansia akan berbeda dengan orang dewasa pada umumnya.

Karena itu, sebaiknya Moms konsultasikan ke dokter jika obat ini akan dikonsumsi oleh lansia atau anak-anak.

4. Sedang Menyusui

Ibu Menyusui (Orami Photo Stocks)

Foto: Ibu Menyusui (Orami Photo Stocks)

Bagi Moms yang sedang hamil, tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini karena akan memengaruhi janin sekaligus dengan ASI.

Maka Moms perlu mempertimbangkan antara manfaat dan risiko sebelum mengonsumsinya.

Selain yang disebutkan di atas, beberapa orang dengan kondisi tertentu tidak bisa mengonsumsi Domperidone.

Dilansir dari NHS, berikut di antaranya

  • Berat badan kurang dari 35 kg
  • Memiliki kondisi yang dapat menyebabkan obstruksi usus seperti penyakit crohn atau divertikulitis.
  • Pasca menjalani operasi hernia atau caesar.
  • Pernah mengalami pendarahan dari perut atau usus.
  • Memiliki tumor di kelenjar pituitari.
  • Memiliki masalah hati, ginjal, jantung, atau detak jantung tidak normal.

Itu dia informasi seputar Domperidone. Ingat, ya, Moms, semua obat sebaiknya dikonsumsi dengan dosis yang paling tepat.

Dalam hal Domperidone, obat ini pun sebaiknya dikonsumsi berdasarkan resep dokter.

Atas dasar itu, pastikan untuk tidak mengonsumsi Domperidon sembarangan agar Moms tidak mengalami overdosis dan dampak buruk lainnya.

  • https://bem.farmasi.ui.ac.id/2018/10/20/penggunaan-domperidon-sebagai-off-label-drug/
  • https://www.medicines.org.uk/emc/product/556/smpc#gref
  • https://www.nhs.uk/medicines/domperidone/
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/domperidone-oral-route/description/drg-20063481