26 Mei 2024

Benarkah Obat Rhinos Dilarang? Ini Fakta dan Kebenarannya!

Jangan asal minum, cari tahu alasannya di sini!

Rhinos atau Rhinos SR, merupakan salah satu obat yang sering diandalkan untuk meredakan gejala rhinitis alergi berupa flu. Meski populer, ada banyak kabar yang menyebut kalau penggunaan obat Rhinos dilarang.

Apa benar kabar tersebut? Jika benar, mengapa penggunaan obat Rhinos bisa dilarang?

Kenapa Obat Rhinos Dilarang?

Kapsul
Foto: Kapsul (Pexels/Julie Viken)

Faktanya, penggunaan obat Rhinos tidak sepenuhnya dilarang untuk pengobatan.

Obat Rhinos SR masih bisa dikonsumsi selama Moms telah mendapatkan resep dari dokter untuk membelinya.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Obat Sesak Napas dari Tanaman Herbal dan yang Bisa Dibeli di Apotek

Obat Rhinos SR merupakan dekongestan atau obat-obatan yang berfungsi mengatasi gejala hidung tersumbat akibat alergi, flu, pilek, atau bronkitis. Kandungan obat ini terdiri dari Loratadine 5 mg dan pseudoephedrine HCl 60 mg.

Kandungan pseudoephedrine tersebutlah yang membuat obat Rhinos dilarang dijual bebas di pasaran dan termasuk ke dalam obat keras.

Pseudoephedrine sendiri merupakan semacam bahan kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga ampuh untuk melegakan saluran nafas dan meringankan berbagai gejala flu.

Meski begitu, sayangnya pseudoephedrine termasuk ke dalam golongan prekursor bahan baku yang dilarang dijual bebas oleh Pemerintah.

Menurut situs Badan POM, prekursor bahan baku ialah bahan kimia yang biasanya digunakan untuk memproduksi Narkotika dan Psikotropika (NAPZA) atau obat-obatan terlarang.

Hal ini dikarenakan salah satu kandungan obatnya tersebut, obat Rhinos SR kerap diisukan mengandung narkotika sehingga dilarang dijual bebas.

Peraturan Pemerintah Tentang Pseudoephedrine

Aneka Obat-obatan
Foto: Aneka Obat-obatan (Pexels/Pixabay)

Pelarangan pembelian obat Rhinos SR secara bebas bukan hanya imbauan semata.

Larangan ini sudah punya hukum kuat lantaran diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 2010 tentang Prekursor.

Di dalam Peraturan Pemerintah tersebut, Pseudoephedrine merupakan satu dari 23 jenis prekursor lain yang diawasi ketat penggunaannya oleh Badan POM.

Adapun jenis prekursor lainnya yang juga biasa digunakan sebagai obat flu dan perlu Moms batasi penggunaannya adalah:

  1. Efedrin atau ephedrin (Termasuk dekongestan, bronkodilator, dan antihipotensi)
  2. Pseudoefedrin (Termasuk dekongestan yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak dan dewasa).

Baca Juga: 7 Obat Penurun Panas Alami dan Langkah Tepat untuk Mengompres Anak

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Mengonsumsi Rhinos SR

Konsultasi Seputar Obat
Foto: Konsultasi Seputar Obat (freepik.com)

Sebelum memulai penggunaan Rhinos SR, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

1. Alergi

Hindari konsumsi Rhinos SR jika Moms memiliki alergi terhadap loratadine atau pseudoephedrine.

Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi Moms agar bisa diberikan alternatif yang lebih aman.

2. Riwayat Penyakit

Jika Moms memiliki riwayat penyakit seperti retensi urine, glaukoma sudut tertutup, hipertiroidisme, atau penyakit jantung dan pembuluh darah, sebaiknya hindari penggunaan Rhinos SR.

Termasuk aritmia, penyakit jantung koroner, angina pektoris, atau hipertensi.

Konsultasikan kondisi kesehatan Moms dengan dokter untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

3. Penggunaan Obat MAOI

Jangan menggunakan Rhinos SR jika Moms sedang atau baru saja (dalam 10–14 hari terakhir) mengonsumsi obat golongan MAOI (monoamine oxidase inhibitors).

Ini adalah golongan obat yang umum digunakan untuk mengatasi gejala masalah mental, seperti depresi dan kecemasan.

Obat ini dapat berinteraksi negatif dengan Rhinos SR, sehingga perlu dihindari.

Baca juga: 5 Rekomendasi Obat Maag pada Anak, Jangan Sembarangan, Moms!

4. Kondisi Kesehatan Lainnya

Informasikan kepada dokter jika Moms memiliki hipertensi, diabetes, penyakit hati, penyakit ginjal, penyempitan lambung, pembesaran prostat, sumbatan saluran kemih, hipertensi okular, atau glaukoma.

Riwayat kondisi-kondisi ini penting untuk memastikan keamanan penggunaan Rhinos SR.

5. Aktivitas yang Membutuhkan Kewaspadaan

Setelah mengonsumsi Rhinos SR, hindari mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Karena obat ini dapat menyebabkan kantuk yang mengganggu kewaspadaan Moms.

6. Konsumsi Alkohol

Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Rhinos SR. Alkohol dapat meningkatkan risiko efek samping obat ini.

7. Interaksi Obat

Jika Moms sedang mengonsumsi obat lain, suplemen, atau produk herbal, beri tahu dokter untuk mengantisipasi kemungkinan interaksi antarobat yang bisa membahayakan.

8. Kondisi Kehamilan dan Menyusui

Informasikan kepada dokter jika Moms sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, agar bisa dipertimbangkan penggunaan Rhinos SR yang aman bagi Moms dan bayi.

Baca juga: Domperidone Sirup: Komposisi, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

9. Kondisi Demam dan Gejala yang Tidak Membaik

Jika demam muncul selama pengobatan atau gejala tidak membaik setelah 7 hari penggunaan Rhinos SR, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

10. Reaksi Alergi atau Efek Samping Serius

Jika Moms mengalami reaksi alergi atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi Rhinos SR, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Dengan memperhatikan poin-poin tersebut, Moms bisa mengonsumsi Rhinos SR dengan lebih aman dan mengurangi risiko efek samping yang tidak diinginkan.

Untuk mengonsumsi Rhinos SR dengan benar, ikuti petunjuk dokter dan baca dengan teliti informasi...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.