25 Mei 2022

Aturan Minum Antibiotik Primadex agar Lebih Efektif

Primadex yang merupakan antibiotik, tidak boleh dikonsumsi tanpa pengawasan dokter, ya!

Primadex adalah obat antibiotik yang bisa Moms dan Dads temukan di apotek.

Jika dokter meresepkan obat ini untuk mengobati infeksi bakteri, baiknya pahami aturan pakainya terlebih dahulu. Berikut ulasan lengkapnya.

Manfaat Primadex

5839_22-1-2019_19-40-53
Foto: 5839_22-1-2019_19-40-53 (https://medicastore.com/uploads/image_compress/produk/LAKTAFIT-TABLET_wM34R_Medicastore.jpg)

Foto: medicastore.com

Primadex adalah merek dagang obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada telinga, paru-paru, dan kandung kemih.

Obat antibiotik ini mengandung bahan aktif kombinasi dari 800 mg Sulfametoksazol dan 600 mg Trimetoprim.

Cara kerja dari antibiotik ini adalah membunuh bakteri yang meyebabkan infeksi.

Seperti antibiotik pada umumnya, penggunaan Primadex harus dengan resep dokter.

Pasalnya, penggunaan obat yang tidak tepat bisa menyebabkan resistensi antibiotik.

Kondisi ini menandakan jika bakteri menjadi kebal dengan antibiotik sehingga antibiotik tidak lagi efektif dijadikan sebagai pengobatan.

Diperlukan obat antibiotik lain yang lebih keras untuk mengobati infeksi bakteri.

Pada beberapa kasus parah, resistensi antibiotik bisa meningkatkan risiko kematian.

Ini terjadi ketika antibiotik tidak bekerja optimal, dan bakteri dapat menyebar ke peredaran darah.

Akibatnya, bakteri dapat menginfeksi organ vital, seperti jantung dan otak.

Baca juga: Dextral (Obat Flu dan Batuk): Kandungan, Dosis, dan Efek Samping

Dosis dan Aturan Pakai Primadex

obat hero
Foto: obat hero

Foto: Orami Photo Stock

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet minum, Setiap orang mungkin diresepkan dosis obat yang berbeda-beda.

Ini bergantung dengan tujuan pengobatan, usia, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Namun, umumnya dosis obat yang digunakan adalah sebagai berikut.

  • Dosis standar dewasa dan anak >12 tahun: 2 kali sehari 1 kaplet.
  • Untuk infeksi berat: 2 kali sehari 1 1/2 kaplet.
  • Infeksi tanpa komplikasi 2 kali sehari 2 kaplet selama 2 hari, lanjutkan dengan 2 1/2 kaplet 8 jam kemudian

Minum obat ini sesuai dengan arahan dokter atau mengikuti aturan pakai obat yang tertera di kemasan.

Jangan mengurangi atau menambahkan dosis yang sudah ditetapkan.

Obat ini sebaiknya diminum setelah makan untuk menghindari masalah pencernaan. Minumlah obat dengan bantuan segelas air putih.

Cobalah minum Primadex di jam yang sama setiap harinya agar tidak melewatkan dosis.

Jika terlewat dari jam biasanya, dan masih jauh ke waktu minum obat selanjutnya, segera minum obat.

Namun, jika Moms atau Dads baru teringat kelewatan dosis obat dan waktu mendekati jam minum obat selanjutnya, sebaiknya tidak menggandakan dosis.

Jangan berhenti minum obat ini tanpa izin dari dokter.

Untuk mendapatkan manfaat obat yang efektif, minum obat ini secara rutin.

Baca juga: Mengenal Obat Alergi Lerzin, Mampu Atasi Reaksi Kulit pada Iritasi

Efek Samping Primadex

muntah.jpg
Foto: muntah.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Kombinasi Sulfametoksazol dan Trimetoprim dapat menyebabkan salah satu dari efek samping berikut.

  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mengantuk

Jika Moms atau Dads mengalami kondisi mengantuk, jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Efek samping lain yang mungkin terjadi adalah diare, mual, ketidaknyamanan perut dan sakit kepala saat dirawat dengan obat ini.

Biasanya, efek samping ini cukup ringan dan dapat membaik dengan sendirinya.

Namun, bila dalam beberapa hari tidak juga membaik, segera periksa ke dokter.

Selama menggunakan obat, baiknya perbanyak minum air putih, terutama jika mengalami diare.

Walaupun aman digunakan, pada beberapa kasus, efek sampingnya bisa serius dan butuh pertolongan medis.

Segera minta bantuan medis jika mengalami efek samping berikut ini.

  • Ruam, sesak napas, mulut atau mata bengkak
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa, sakit tenggorokan yang sering dan terus-menerus disertai demam
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata, sakit perut, urine berwarna gelap, dan kelelahan)
  • Ruam dengan pengelupasan kulit atau melepuh pada bibir, mulut atau mata disertai demam.

Baca juga: Ketahui Obat Lapraz: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Selain efek samping, obat ini pada beberapa orang juga bisa menimbulkan reaksi alergi.

Biasanya kondisi ini ditandai dengan pembengkakan, ruam gatal, dan sesak napas.

Jika mengalami kondisi ini, penggunaan obat harus dihentikan.

Jadi, sebelum menggunakan obat, beri tahu dokter jika Moms atau Dads memang memiliki alergi terhadap obat sejenis.

Kondisi kesehatan lain yang tidak dianjurkan menggunakan Primadex, antara lain:

  • Trombositopenia (jumlah trombosit lebih rendah dari normal dalam darah)
  • Anemia megaloblastik (jumlah sel darah merah rendah dalam tubuh di mana sel darah merah lebih besar dari biasanya)
  • Porfiria (kelainan bawaan yang menyebabkan kelainan kulit atau sistem saraf)
  • Penyakit liver parah
  • Penyakit ginjal yang parah.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang butuh pertimbangan dokter lebih lanjut sebelum menggunakan Primadex, menurut MIMS.

  • Penyakit asma
  • Masalah kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Kelainan darah
  • Hiperkalemia (kadar kalium tinggi dalam darah)
  • Malnutrisi (ketidakseimbangan nutrisi karena diet yang tidak tepat atau tidak mencukupi)
  • Sedang minum obat untuk epilepsi (pas atau kejang)
  • Defisiensi G6PD (kelainan darah bawaan yang mempengaruhi sel darah merah)
  • Ibu hamil dan menyusui

Mengingat penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan. Sebaiknya, konsultasi lebih lanjut dengan dokter sebelum menjalani terapi antibiotik ini.

  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/sulfamethoxazole-and-trimethoprim-oral-route/description/drg-20071899
  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a684025.html
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulfamethoxazole%20+%20trimethoprim/patientmedicine/sulfamethoxazole%2B%252B%2Btrimethoprim%2B-%2Boral

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.