30 September 2022

Griseofulvin: Dosis, Cara Penggunaan, dan Efek Samping Pemakaian

Mampu mengatasi infeksi jamur dengan menghambat pertumbuhannya

Griseofulvin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur di kulit kepala, daerah lipatan tubuh, dan kuku.

Obat efektif mengatasi keluhan gatal, kemerahan, dan kulit bersisik serta mengelupas akibat infeksi jamur.

Griseofulvin juga bisa digunakan untuk mengatasi jamur pada kuku, yang menyebabkan warna kuku menjadi pucat.

Obat bekerja dengan menghambat pertumbuhan jamur.

Namun, obat ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri dan ragi.

Yuk, Moms, cari tahu selengkapnya tentang obat griseofulvin!

Baca juga: Antrain, Obat Penurun Demam dan Mengatasi Nyeri Intensitas Ringan

Dosis Obat Griseofulvin

Salep Jamur
Foto: Salep Jamur (Istockphoto)

Dosis penggunaan griseofulvin disesuaikan berdasarkan penyebab, gejala, dan kesehatan pengidap secara menyeluruh.

Berikut ini penjelasannya:

1. Mengatasi Infeksi Jamur Kuku

  • Anak-anak. Sebanyak 10 miligram per kilogram berat badan per hari.
  • Orang dewasa. Sebanyak 500 miligram setiap 12 jam sekali.

2. Mengatasi Infeksi Jamur di Kulit Kepala dan Area Lipatan

  • Anak-anak. Sebanyak 10 miligram per kilogram berat badan per hari.
  • Orang dewasa. Sebanyak 500 miligram per hari.

Baca Juga: Serba-serbi Isprinol, Obat untuk Obati Berbagai Infeksi Virus

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Obat diklasifikasikan ke dalam kategori X.

Artinya, studi pada binatang menunjukkan bahwa obat bisa berdampak terhadap janin.

Meski begitu, belum ada studi terkontrol yang dilakukan lebih lanjut pada manusia, khususnya wanita hamil.

Namun, kandungan dalam obat bisa terserap ke dalam ASI.

Atas dasar itu, penggunaannya obat ini harus dengan izin dari dokter.

Penggunaan obat selama masa kehamilan dan menyusui hanya boleh dilakukan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Cara Tepat Menggunakan Obat

Salep Jamur
Foto: Salep Jamur (Istockphoto)

Disarankan untuk mengikuti anjuran dokter dan membaca informasi pada label kemasan obat.

Agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh, sebaiknya konsumsi griseofulvin bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak.

Durasi pengobatan tergantung pada gangguan kesehatan dan tingkat keparahan yang dialami oleh penderita.

Agar hasil pengobatan lebih efektif, gunakan obat di jam yang sama setiap harinya, ya, Moms!

Jika terlupa, segera konsumsi dosis yang terlewat. Namun, jika sudah mendekati jadwal konsumsi selanjutnya, abaikan dosis yang terlewat.

Hindari menggandakan dosis obat, kecuali atas saran dari dokter.

Moms juga disarankan untuk tetap mengonsumsi obat meski kondisi sudah membaik dalam beberapa hari.

Berhenti mengonsumsi obat sebelum waktunya dapat meningkatkan risiko kekambuhan infeksi jamur di kemudian hari.

Jika gangguan kesehatan tidak membaik setelah mengonsumsi obat dalam jangka waktu yang ditetapkan, segera periksakan diri ke dokter, ya!

Baca juga: Hepamax, Obat yang Digunakan untuk Menjaga Fungsi Hati

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Griseofulvin

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat, di antaranya:

  • Hindari penggunaan obat pada penderita alergi jenis obat apapun.
  • Hindari penggunaan obat pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Sebab, manfaat dan keamanannya belum diketahui secara pasti.
  • Hindari penggunaan obat pada penderita porfiria atau gagal hati.
  • Hindari penggunaan obat pada penderita penyakit hati atau lupus.
  • Hindari penggunaan obat pada seseorang yang sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal.
  • Hindari penggunaan obat pada ibu hamil, ibu menyusui, atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.
  • Hindari mengemudi atau melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi obat. Sebab, obat memicu pusing dan kantuk.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan. Sebab, ini bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Cara Tepat Menyimpan Obat

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, griseofulvin juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan yang disarankan:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan di dalam kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Pelajari tips aman membuang produk obat, agar tidak mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga, karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.

Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, Moms bisa bertanya kepada apoteker saat membeli obat.

Interaksi Griseofulvin dengan Obat Lain

Adapun jenis obat yang tidak boleh dibarengi bersamaan dengan griseofulvin, antara lain:

  • Antikoagulan, salisilat, atau ciclosporin. Griseofulvin bisa menurunkan efektivitas tiga jenis obat tersebut.
  • Fenilbutazon, barbiturat, atau obat penenang. Tiga jenis obat tersebut bisa menurunkan penyerapan griseofulvin.
  • Atazanavir, darunavir, gefitinib, atau nilotinib. Griseofulvin bisa menurunkan efektivitas empat jenis obat tersebut.
  • Pil KB. Griseofulvin bisa menurunkan efektivitas obat tersebut.
  • Asam aminolevulinic. Griseofulvin yang dikonsumsi bersamaan dengan obat tersebut meningkatkan risiko sunburn.

Baca juga: Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Efek Samping Griseofulvin

Ruam Kulit
Foto: Ruam Kulit (Istockphoto)

Tidak semua pengguna mengalami efek samping setelah penggunaan obat. Jika dialami, ini biasanya terjadi dalam intensitas ringan.

Beberapa efek sampingnya, termasuk rasa tidak nyaman di perut. Kondisi ini akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu.

Disarankan segera menghentikan pengobatan jika:

  • Nyeri, sakit, dan bengkak pada sendi
  • Nyeri, sakit, dan bengkak pada kulit
  • Muncul ruam, bentol, nyeri, dan gatal
  • Nyeri di area punggung bagian bawah
  • Perubahan warna urine menjadi terang
  • Menguning bagian putih mata dan kulit
  • Kulit terbakar, mengelupas, dan melepuh
  • Muncul reaksi alergi

Sementara efek samping yang jarang terjadi, meliputi:

  • Berkurangnya koordinasi gerak tubuh
  • Merasa pusing dan kebingungan
  • Mengantuk atau kesulitan tidur
  • Menjadi mudah marah
  • Kesemutan dan mati rasa di jari-jari
  • Perubahan pada indera perasa

Efek samping lainnya juga bisa muncul akibat menurunnya kadar sel darah dalam tubuh.

Gejalanya bisa berupa rasa lelah berlebihan, infeksi ringan, sakit tenggorokan, dan lemas.

Obat juga dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari.

Oleh karena itu, Moms disarankan untuk menggunakan tabir surya saat bepergian.

Baca Juga: Kandidiasis, Jamur Vagina yang Pengaruhi Kesuburan?

Itu dia penjelasan tentang griseofulvin, yang berfungsi mengatasi infeksi jamur.

Agar Moms bisa merasakan manfaat paling optimal dari obat ini, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya, ya!

  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682295.html
  • https://www.healthline.com/health/drugs/griseofulvin-oral-tablet
  • https://www.drugs.com/mtm/griseofulvin.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb