Newborn

3 Desember 2021

Cari Tahu Berapa Banyak Kebutuhan ASI Bayi di Sini, Catat!

Kira-kira berapa banyak ASI yang dihabiskan Si Kecil per hari?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Karla Farhana

Air Susu Ibu, atau ASI, merupakan sumber gizi utama bayi yang belum bisa mencerna makanan padat. Tahukah Moms berapa banyak kebutuhan ASI bayi?

Menurut panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbaru, ASI diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apa pun.

Karena, nutrisi yang terkandung di dalamnya sudah mampu mencukupi kebutuhan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

ASI memberikan nutrisi yang ideal untuk bayi. Ia memiliki campuran vitamin, protein, dan lemak yang hampir sempurna dan semuanya dibutuhkan bayi.

Selain itu, Moms bisa memberikan apa yang bayi butuhkan dalam bentuk yang lebih mudah dicerna dibanding susu formula bayi.

Manfaat ASI bagi Ibu dan Bayi

ibu menyusui.jpg

Foto: Orami Photo Stock

ASI mengandung antibodi yang membantu bayi kita melawan virus dan bakteri. Tahukah Moms bahwa menyusui menurunkan risiko bayi Moms menderita asma atau alergi?

Ditambah lagi, pemenuhan kebutuhan ASI bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, akan berisiko lebih rendah mengalami:

Menurut penelitian Journal of American Medical Association, anak yang diberi ASI memiliki tingkat intelegensi (IQ) dan bahasa lebih tinggi di masa depan.

Terlebih lagi, kedekatan fisik, sentuhan kulit ke kulit, dan kontak mata semuanya membantu ikatan bayi dengan Moms semakin kuat.

Bayi yang disusui mungkin memperoleh jumlah berat badan yang ideal saat mereka tumbuh daripada kelebihan berat badan.

Jurnal American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, menyusui juga berperan dalam pencegahan SIDS (sindrom kematian bayi mendadak).

Diperkirakan juga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti:

  • Diabetes
  • Obesitas
  • Kanker tertentu

Untuk Moms sendiri, menyusui membantu membakar kalori ekstra dalam tubuh, sehingga bisa membantu kita menurunkan berat badan saat hamil lebih cepat.

Juga bisa melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini membantu rahim perlahan kembali ke ukuran semula dan dapat mengurangi perdarahan rahim.

Menyusui juga menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium. Lebih menarik lagi, juga dapat menurunkan risiko osteoporosis.

Baca Juga: Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi

Jumlah Kebutuhan ASI Bayi

takaran asi bayi

Foto: Orami Photo Stock

Selamat atas keputusan Moms untuk menyusui bayi yang baru lahir!

Mungkin akan ada banyak pertanyaan dalam benak Moms, seperti berapa jumlah kebutuhan ASI bayi yang diperlukan setiap harinya?

Mulai menyusui dalam 1 jam pertama atau lebih setelah kelahiran bayi bisa membantu memberikan kolostrum yang berharga sejak bayi pertama kali menyusu.

Kolostrum, ASI awal yang kental, akan membangun kekebalan tubuh bayi karena kaya akan antibodi.

1. Fase Inisiasi

Lima hari pertama setelah lahir adalah masa tubuh Moms belajar memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak dan bayi belajar menyusu.

Di fase ini, sangat penting untuk menyiapkan sisa perjalanan menyusui kita, tetapi jangan berharap suplai ASI akan langsung berlimpah.

Rata-rata, bayi akan mengonsumsi sekitar 1 sendok teh kolostrum per menyusui dalam 24 jam pertama, yang ideal untuk perut mungilnya.

Faktanya, perut bayi hanya seukuran buah ceri di hari pertama kehidupannya dan hanya mampu menampung 5 - 7 mL atau 1 - 1 ½ sendok teh ASI setiap kali menyusui.

Jangan khawatir, berat badan bayi memang akan mengalami penurunan setelah lahir.

Ini merupakan hal yang wajar, tetapi dokter dan perawat akan memantau bayi Moms dengan cermat untuk memastikan mereka tetap sehat.

Pada hari ke-3, perut bayi yang baru lahir akan mulai tumbuh seukuran kenari.

Artinya, jumlah kebutuhan ASI yang diminum bayi akan meningkat secara eksponensial hanya dalam waktu singkat.

Kini, perut mereka mampu menampung antara 22 - 27 ml atau ¾ - 1 ons per menyusui.

Memberi makan Si Kecil setidaknya 8 - 10 kali per hari pada minggu pertama setelah lahir akan membantu meningkatkan suplai ASI yang sehat dan cukup ke depannya.

2. Fase Aktivasi Sekretori (Pembangunan)

Fase ini terjadi ketika tubuh beralih dari memproduksi kolostrum menjadi mengeluarkan ASI yang lebih matang untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi.

Meskipun waktunya berbeda untuk setiap ibu, ini biasanya terjadi dalam rentang waktu 24 - 120 jam setelah melahirkan.

Namun, beberapa ibu membutuhkan waktu lebih lama.

Dalam hal ini, Moms harus berkonsultasi dengan dokter atau perawat untuk memastikan bayi baru lahir menerima jumlah nutrisi yang tepat sampai volume ASI meningkat.

Seringkali pada akhir minggu pertama, para ibu memproduksi sekitar 500 mL atau 16 ½ ons susu per 24 jam.

Juga sekitar 1 minggu, perut bayi akan tumbuh seukuran buah aprikot dengan kemampuan menampung sekitar 45 - 60 mL atau 1 ½ - 2 ons susu.

Pada usia sekitar 2 minggu, bayi biasanya akan kembali ke berat badan semula dan mengganti setidaknya 6 popok basah karena buang air besar setiap 24 jam.

Juga pada masa ini, perut bayi telah membesar hingga seukuran telur dan sekarang dapat menampung antara 80 - 150 mL atau 2 ½ - 5 ons per menyusui.

Buah hati Moms kemungkinan besar akan mendapatkan penambahan berat sekitar 4 - 7 ons per minggu di bulan pertama.

3. Fase Pemeliharaan

Di minggu keempat, Si Kecil sudah mulai diberikan MPASI pada usia sekitar 6 bulan.

Sementara, suplai ASI Moms tidak banyak berubah jika Moms tetap rutin menyusui dan memompa dengan konsisten.

Produksi ASI Moms mungkin akan mulai berkurang secara bertahap pada saat ini kecuali kita memompa untuk menyimpan persediaan ASI.

Bayi biasanya bertambah sekitar 4 - 7 ons per minggu, selama 6 bulan pertama. Selama periode usia 3 - 6 bulan, bayi mulai tumbuh lebih lambat.

Pada bayi yang menyusu langsung, memang cukup sulit mengukur jumlah takaran ASI yang harus diminum oleh bayi, kecuali bayi yang mendapatkan ASIP.

Menurut penelitian, kebutuhan ASI bayi diperlukan sekitar 750 ml per hari (25 oz). Rata-rata bayi membutuhkan asupan ASI 570-900 ml per hari.

Frekuensi menyusu ASI pada bulan pertama sekitar 8-12 kali per hari. Setelah berusia 1-2 bulan, frekuensi menyusunya cenderung akan berkurang menjadi 7-9 kali per hari.

Moms tidak perlu memaksa Si Kecil untuk menghabiskan isi botol ASIP maupun menghentikannya saat ia menyusu.

Bisa jadi saat Moms memaksa Si Kecil berhenti, justru sebenarnya ia masih lapar.

Baca Juga: Berapa Kebutuhan ASI Bayi Sesuai Usianya?

Tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

kebutuhan asi bayi

Foto: Orami Photo Stock

Berikut beberapa tanda-tanda bayi ASI yang telah minum cukup ASI dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

1. Produksi ASI Berlimpah

Produksi ASI akan berlimpah pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah melahirkan.

Payudara juga akan bertambah besar, berat, lebih hangat. Sering kali ASI menetes.

2. Menyusu 8-12 Kali Sehari

Bayi menyusu 8 - 12 kali sehari, dengan pelekatan yang benar pada setiap payudara dan menghisap secara teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara.

3. Bayi Tampak Puas

Bayi akan tampak puas setelah menyusu dan seringkali tertidur pada saat menyusu, terutama pada payudara yang kedua.

4. Frekuensi BAK dan BAB Bayi

Frekuensi buang air kecil (BAK) bayi lebih dari 6 kali sehari.

Urin berwarna jernih, tidak kekuningan. Butiran halus kemerahan (yang mungkin berupa kristal urat pada urin) merupakan salah satu tanda ASI kurang.

Frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 4 kali sehari dengan volume paling tidak 1 sendok makan.

Feses tidak hanya berupa noda membekas pada popok bayi, pada bayi usia 4 hari sampai 4 minggu.

Sering ditemukan bayi yang BAB setiap kali menyusu dan hal ini merupakan hal yang normal.

Feses berwarna kekuningan dengan butiran-butiran berwarna putih susu di antaranya (seedy milk), setelah bayi berumur 4-5 hari.

Moms perlu curiga ketika bayi usia 5 hari menunjukkan tanda-tanda kurang ASI seperti berikut ini:

  • Fesesnya masih berupa mekoneum (berwarna hitam seperti ter)
  • Transisi antara hijau kecoklatan

5. Puting Payudara Sakit

Puting payudara akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui.

Apabila sakit ini bertambah dan menetap setelah 5 - 7 hari, lebih-lebih apabila disertai dengan lecet, hal ini merupakan tanda bahwa bayi tidak melekat dengan baik saat menyusu.

Apabila tidak segera ditangani dengan membetulkan posisi dan pelekatan bayi maka hal ini akan menurunkan produksi ASI

Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10% dibanding berat lahir. Berat badan bayi kembali seperti berat lahir pada usia 10-14 hari setelah lahir.

Baca Juga: Bayi Enggan Menyusu, Coba 5 Cara Ini Untuk Penuhi Kebutuhan ASI-nya

Komposisi ASI untuk bayi juga berbeda-beda berdasarkan lamanya waktu menyusui.

Pada permulaan menyusui (5 menit pertama), bayi akan menghisap foremilk yang mengandung kadar protein tinggi.

Sedangkan ASI yang dihasilkan pada akhir menyusui (setelah 15-30 menit) disebut hindmilk yang mengandung kadar lemak tinggi.

Oleh karena itu, disarankan agar Moms menyusui Si Kecil sampai tuntas pada 1 payudara, baru kemudian berpindah ke payudara yang lain.

Sehingga Si Kecil mendapatkan keseluruhan kandungan ASI yang dibutuhkan. Itu dia Moms, penjelasan mengenai kebutuhan ASI bayi sesuai dengan usianya.

  • https://www.who.int/health-topics/breastfeeding
  • https://jamanetwork.com/journals/jamapediatrics/fullarticle/1720224
  • https://publications.aap.org/aapnews/news/13812?autologincheck=redirected
  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-sebagai-pencegah-malnutrisi-pada-bayi
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait