21 Juni 2018

Kontrol ke Dokter Kandungan Sebaiknya Berapa Kali, Ya?

Frekuensi kontrol bisa dicek berdasarkan usia kandungan Moms

Selama hamil salah satu jadwal yang biasanya rutin calon ibu jalani adalah kontrol kehamilan ke dokter kandungan. Hal ini bertujuan untuk memeriksakan kondisi janin dan kesehatan selama hamil. Tapi, mungkin banyak di antara Moms yang bertanya-tanya kontrol ke dokter kandungan itu sebaiknya dilakukan berapa kali, ya?

Terutama saat trimester awal ketika janin masih berukuran cukup kecil. Tapi, tentu saja anjuran dokter untuk tetap kontrol rutin harus dipatuhi. Karena pemeriksaan berkelanjutan ini berkaitan pula dengan proses persalinan kelak, apakah akan lancar, aman dan nyaman?

Kontrol secara teratur adalah upaya memantau kondisi kesehatan calon Moms dan janin. Dengan begitu, hal-hal buruk yang mungkin terjadi pada Moms dan calon bayi bisa dapat diantisipasi segera.

Baca Juga : 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

Sebuah penelitian menyebutkan, calon ibu yang tak memeriksakan kehamilannya berisiko tiga kali lipat untuk melahirkan bayi dengan kondisi berat rendah. Bahkan, bila tak kontrol ke dokter, bayi berisiko meninggal atau keguguran lima kali lebih tinggi dibandingkan bila calon Moms rutin memeriksakan diri ke dokter.  

Selain itu, Moms perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan fisik dan mental, mengetahui bagaimana mencegah kelahiran prematur, mengantisipasi kesulitan dan komplikasi saat melahirkan.

Tak cuma itu, dokter juga akan memberi saran-saran terbaik untuk calon Moms dan suami dalam persiapan untuk menjadi orang tua.

Baca Juga : Dokter Kandungan yang Aktif di Sosial Media untuk Konsultasi Gratis Sekaligus Berbagi Ilmu 

Jadi, seberapa sering Moms harus bertemu dengan dokter?

Menurut Departemen Kesehatan AS, para ahli menyarankan ibu hamil untuk bertemu atau berkonsultasi dengan dokter dengan jadwal sebagai berikut:

  • Sekali setiap bulan selama usia hemilan minggu 4 hingga 28.
  • Dua kali sebulan selama usia kehamilan minggu 28 hingga 36.
  • Setiap minggu pada usia kehamilan 36 hingga persalinan tiba.

Nah, perlu diperhatikan, bila usia Moms sekarang lebih dari 35 tahun atau kehamilannya berisiko tinggi, Moms mungkin akan lebih sering menemui dokter.

Tujuannya untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang janin, serta bila ada suatu masalah bisa segera ditangani dengan baik. 

Baca Juga : Jangan Salah Memilih Dokter Kandungan untuk Persalinan

Pada kunjungan pranatal pertama, Moms mungkin akan ditanyakan beberapa hal oleh dokter, di antaranya:

  • Dokter menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga
  • Dokter menanyakan tentang riwayat kesehatan moms sendiri, termasuk penyakit, operasi, atau kehamilan sebelumnya.
  • Melakukan pemeriksaan fisik lengkap, termasuk pemeriksaan panggul dan tes Papsmear.
  • Memeriksa tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan.
  • Menghitung atau memprediksi tanggal kelahiran.

Pada kunjungan pertama, rencanakan untuk berkonsultasi dengan dokter setidaknya satu jam. Moms jangan ragu, takut dan malu untuk mengajukan pertanyaan dan diskusikan masalah apa pun yang terkait dengan kehamilan. 

Cari tahu bagaimana agar kondisi Moms dan janin dalam rahim dapat tetap sehat. Jika ini bukan kehamilan pertama, dan Moms mengalami masalah pada kehamilan sebelumnya, penting untuk mendiskusikan dengan dokter Anda tentang hal.

Lalu, apakah ada tindakan pencegahan khusus yang harus dilakukan oleh dokter dan sebagainya.

Moms juga akan menjalani beberapa tes rutin. Beberapa pemeriksaan ini disarankan di antaranya: pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah Moms mengalami anemia atau tidak, golongan darah, HIV, dan faktor lainnya.

Pemeriksaan lainnya mungkin akan ditawarkan dokter sesuai dengan usia Moms, riwayat kesehatan pribadi atau keluarga, latar belakang etnis Moms, atau hasil dari tes rutin yang telah dilakukan.

Untuk selanjutnya, kunjungan pranatal kemungkinan besar akan lebih sering. Dokter akan memeriksa kesehatan Moms dan memastikan bayi tumbuh seperti yang diharapkan. Sebagian besar kunjungan pranatal mencakup pengukuran berat badan, memeriksa tekanan darah, dan memeriksa detak jantung janin dalam rahim.

Pada sekitar usia kehamilan 36-38 minggu, dokter akan lebih intensif memeriksa kondisi kehamilan dan janin untuk mengantisipasi kalau terjadi suatu masalah. Dokter akan memeriksa posisi bayi untuk melihat apakah pada saat persalian dilakukan operasi caesar atau tidak.

Nah Moms, jangan malas untuk kontrol ke dokter ya, pastikan periksa kehamilan secara rutin sesuai jadwal!

(HIL)

Sumber: creeksideobgyn.com, pregnancybirthbaby.org.au 

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.