Di atas 5 tahun

9 Agustus 2021

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih, Yuk Bacakan pada Si Kecil Moms!

Moms pasti punya kenangan tersendiri dengan dongeng satu ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms suka membacakan dongeng sebelum tidur untuk Si Kecil? Ada banyak judul cerita menarik yang bisa Moms bacakan untuk anak, salah satunya adalah dongeng bawang merah bawang putih yang berasal dari tanah Sumatera Barat.

Di Indonesia sendiri, ada banyak cerita dongeng tradisional di berbagai daerah. Dongeng ini berkisah tentang kakak beradik tiri yang memiliki karakter berbeda. Dan keduanya mendapatkan balasan atas setiap perbuatannya masing-masing.

Baca Juga: Yuk Rutin Membacakan Dongeng Untuk Anak!

Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih -1

Foto: Orami Photo Stock

Dongeng dapat menjadi cara yang baik untuk membantu anak-anak berbagi keinginan dan mengekspresikan penderitaan dan konflik batinnya. Penelitian Child Care Health and Development mencatat pendapat orang tua tentang cerita dongen dan juga preferensi anak.

Hasilnya, banyak orang tua mengakui keyakinan yang kuat pada kekuatan dongeng dan menyatakan bahwa anak-anak mereka mendengarkan cerita setidaknya sekali seminggu. Kebanyakan orang tua mendongeng sebagai alat instruktif, untuk menenangkan kecemasan anak-anak atau memberi contoh.

Anak-anak juga merasa terhibur dan terpengaruh secara positif oleh mendongeng, terutama saat memiliki karakter favorit. Temuan penelitian ini menekankan peran penting yang dimainkan mendongeng dalam kehidupan anak-anak dan perkembangan yang normal.

Dari sisi lain, penelitian yang dilakukan Al-Ta’lim Journal UIN Imam Bonjol Padang mengungkapkan bahwa nilai kerjasama dapat diimplementasikan secara efektif melalui dongeng.

Sebelum diberi dongeng, anak-anak enggan merapikan mainannya setelah selesai bermain bersama. Namun setelah diberi dongeng tentang kerja sama, anak-anak dengan antusias bekerja sama merapikan mainannya, merapikan bangku kelas, membuang sampah dan merapikan buku-buku di rak.

Ini menunjukkan ada banyak manfaat yang akan didapatkan baik oleh orang tua atau pun anak yang berkaitan dengan dongeng. Moms bisa mulai membacakan cerita dongeng favorit anak dan mengajarkan pelajaran apa yang bisa diambil dalam cerita tersebut.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Dongeng yang Tepat Berdasarkan Usia Anak?

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih -1.jpg

Foto: Poskata.com

Sambil mengingat kembali kisah Bawang Merah Bawang Putih yang pernah Moms dengan saat kecil dulu, yuk bacakan dongengnya di bawah ini.

Alkisah pada zaman dahulu, Bawang Putih hanya memiliki sorang ayah karena ibunya telah meninggal. Karena selalu bepergian, ayah Bawang Putih merasa kasihan hingga akhirnya kembali menikah agar Bawang Putih memiliki teman saat berada di rumah.

Bawang Merah adalah saudara tiri yang memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda. Bawang Putih adalah anak yang rajin, baik hati, jujur, ​​dan rendah hati. Sementara itu, Bawang Merah merupakan anak yang malas, hidup glamor, selalu membanggakan dan mudah iri pada orang lain.

Kepribadian Bawang Merah yang buruk bertambah karena ibunya yang selalu memanjakannya. Ibunya selalu memberinya semua yang dia inginkan. Sedangkan Bawang Putih tidak dianggap sama sekali, bahkan selalu melakukan semua pekerjaan di rumah.

Mulai dari mencuci, memasak, hingga membersihkan rumah, dan semua pekerjaan dilakukan sendiri. Sementara itu, Bawang Merah dan ibunya hanya menghabiskan waktu untuk diri mereka sendiri. Namun saat membutuhkan sesuatu, mereka dengan mudahnya meminta bantuan Bawang Putih.

Meski begitu, Bawang Putih tidak pernah mengeluh akan nasib yang harus dia hadapi. Dia selalu melayani ibu tiri dan saudara perempuannya dengan gembira. Dia pun selalu bahagia menunggu ayahnya pulang dari pekerjaannya.

Suatu hari, Bawang Putih sedang mencuci baju ibu dan saudara perempuannya di sungai. Bawang Putih tidak menyadarinya ketika sepotong kain milik ibunya hanyut oleh sungai. Betapa sedihnya dia, berpikir bahwa jika kain itu tidak dapat ditemukan, dia akan disalahkan.

Bukan hanya itu, dia berpikir pasti dirinya akan dihukum dan diusir dari rumah. Karena takut kain ibunya tidak bisa ditemukan, Bawang Putih terus mencari dan berjalan di sepanjang sungai. Dia mengangkat semua batu dan ranting, serta berharap kain tersebut mengait di sana.

Setiap kali dia melihat seseorang di tepi sungai, dia selalu bertanya tentang pakaian ibunya yang hanyut oleh sungai, tetapi semua orang tidak tahu di mana kain itu. Akhirnya Bawang Putih datang ke suatu tempat di mana sungai mengalir ke sebuah gua.

Anehnya, ada seorang perempuan yang sangat tua di dalam gua. Bawang Putih bertanya pada perempuan tua itu jika dia tahu keberadaan kain milik ibunya. Perempuan itu tahu di mana kain itu, tetapi dia memberi syarat sebelum menyerahkannya ke Bawang Putih.

Syaratnya adalah dia harus bekerja membantu perempuan tua itu. Bawang Putih yang terbiasa bekerja keras dapat memenuhi permintaan tersebut. Setelah sore, Bawang Putih menyelesaikan tugasnya dan mengucapkan selamat tinggal kepada perempuan tua itu.

Perempuan itu menyerahkan kain itu padanya. Karena kebaikannya, perempuan tua itu menawarkannya hadiah berupa labu, yang kecil dan besar. Karena Bawang Putih tidak serakah, maka dia memilih labu yang berukuran lebih kecil.

Setelah itu Bawang Putih kembali ke rumah. Ibu tirinya dan Bawang Merah sangat marah karena Bawang Putih datang terlambat. Dia pun menceritakan apa yang terjadi. Ibu tirinya masih marah karena Bawang Putih terlambat dan hanya membawa satu labu kecil, jadi ibunya membanting labu itu ke tanah.

Baca Juga: 8 Nama Bayi Laki-laki Keren Seperti Tokoh Kisah Dongeng

“Prakk!” kemudian labunya pecah. Semua orang kaget dengan suaranya, tapi lebih kaget lagi saat melihat apa yang keluar dari labu tersebut. Bukan potongan buah labu yang berserakan, tapi ada perhiasan emas yang indah dan berkilauan di dalamnya.

Ibu tirinya dan Bawang Merah sangat terkejut tapi juga senang. Seketika, mereka merebut labu dan perhiasan tersebut dari Bawang Putih. Mereka berpikir kalau mereka sangat kaya karena melihat perhiasan yang begitu banyak tersebut.

Tapi karena keserakahannya, mereka malah berteriak pada Bawang Putih dan membentak kenapa Bawang Putih tidak mengambil labu yang lebih besar. Dalam pikiran Bawang Merah dan Ibunya, jika labu yang lebih besar diambil, mereka pasti mendapatkan lebih banyak lagi perhiasan.

Setelah mengetahui cerita tentang bagaimana Bawang Putih mendapatkan labu tersebut, Bawang Merah mengikuti langkah-langkahnya. Dia rela menghanyutkan kain ibunya, berjalan di sepanjang sungai, bertanya pada orang-orang dan akhirnya datang ke gua tempat perempuan tua itu tinggal.

Namun, tidak seperti Bawang Putih yang menuruti permintaan perempuan tua itu, Bawang Merah menolak perintah untuk bekerja dan ia bahkan dengan arogan memerintahkan perempuan tua itu untuk memberinya labu yang lebih besar saat itu juga.

Meski begitu, perempuan tua itu memenuhi permintaan Bawang Merah memberikan labu yang besar untuk Bawang Merah. Dengan senang hati, Bawang Merah membawa labu yang diberikan oleh perempuan tua itu, sambil membayangkan berapa banyak perhiasan yang akan ia dapatkan.

Sekembalinya ke rumah, sang Ibu menyambut putri kesayangannya. Tidak lama setelah itu, labunya dihancurkan ke tanah, tetapi alih-alih perhiasan, berbagai ular berbisa yang menakutkan keluar dari dalam labu tersebut.

Keduanya kaget bukan kepalang. Dan melihat hal tersebut, Bawang Merah dan Ibunya akhirnya menyadari apa yang telah mereka lakukan selama ini adalah salah dan meminta Bawang Putih untuk memaafkan mereka.

Pesan moral dari dongeng Bawang Merah Bawang Putih ini dengan menjadi anak yang baik hati dan rajin, maka akan banyak orang yang menyukai. Selain itu, sifat serakah tidak akan memberi kebahagiaan, bahkan akan membawa kesusahan. Selamat bercerita, Moms!

  • https://dongengceritarakyat.com/dongeng-cerita-bawang-putih-bawang-merah/
  • http://www.indonesia-osaka.org/wp-content/uploads/2016/05/3.-BAWANG-MERAH-DAN-BAWANG-PUTIH.pdf
  • https://www.researchgate.net/publication/50286795_Fairy_tales_A_compass_for_children's_healthy_development_-_a_qualitative_study_in_a_Greek_island
  • https://www.researchgate.net/publication/326792167_Fairy_Tale_as_a_Medium_for_Children's_Character_Cooperation_Building
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait