30 Maret 2020

4 Fakta Infeksi Telinga pada Balita yang Harus Moms Tahu

Ketahui info penting ini agar orang tua tidak panik saat anak mengalami gejalanya

Infeksi telinga terjadi saat terdapat cairan atau nanah yang terinfeksi di belakang gendang telinga.

Istilah lain infeksi telinga pada balita adalah otitis media. Cairan atau nanah yang menekan gendang telinga akan menimbulkan rasa sakit.

Selain mengeluh kesakitan, gejala utama infeksi telinga adalah demam dan rewel atau gelisah akibat Si Kecil susah mengunyah dan mengisap. Bahkan berbaring juga dapat membuat anak yang menderita infeksi telinga kesakitan.

Fakta Infeksi Telinga pada Anak

Agar dapat mendeteksi kondisi tersebut pada Si Kecil, yuk, simak info penting seputar infeksi telinga pada anak yang orang tua perlu ketahui.

1. Rentan pada Anak Berusia di Bawah 3 Tahun

ear-infection-debate-nov2011-istock.jpg
Foto: ear-infection-debate-nov2011-istock.jpg

Dikutip dari WebMD, infeksi telinga menyerang sebagian besar anak yang berusia di bawah 3 tahun.

Menurut Jennifer Shu, MD, FAAP, dokter spesialis anak di Atlanta, sistem kekebalan tubuh anak yang berusia di bawah 3 tahun belum sempurna sehingga ia butuh waktu agak lama untuk melawan masalah ini.

Selain itu, tabung eustachia (saluran yang menghubungkan telinga luar dengan telinga tengah) anak juga masih sempit dan cenderung horizontal, sehingga cairan di telinga cenderung menumpuk alih-alih mengalir.

Baca Juga: Kenali Jenis Infeksi Telinga pada Balita

2. Disebabkan oleh Pilek

599818868-H.jpg
Foto: 599818868-H.jpg

Moms mungkin bertanya-tanya, apa yang menyebabkan cairan menumpuk di belakang gendang telinga anak? Jawabannya karena anak balita sering pilek.

Karena tabung eustachia anak masih cenderung horizontal, maka lendir pilek berisiko menumpuk di balik gendang telinga.

Oleh karena itu, para ahli mengatakan, salah satu cara mencegah infeksi telinga pada balita adalah mengurangi risiko Si Kecil pilek.

3. Gejala Sulit Dikenali

iStock_000036821550Small.jpg
Foto: iStock_000036821550Small.jpg

Texas Children's Hospital mengatakan bahwa gejala infeksi telinga pada anak termasuk susah dikenali.

Sebab, balita sering menarik-narik telinga mereka untuk berbagai alasan – gatal, kesakitan, menenangkan diri, selain karena telinganya sakit.

Selain itu, tidak semua infeksi telinga menimbulkan gejala demam ataupun disebabkan oleh bakteri. Dengan kata lain, tidak semua kondisi ini perlu ditangani oleh antibiotik.

Bila Moms mengamati Si Kecil rewel dan sering menyentuh telinganya, sebaiknya segera bawa ia ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air Pada Balita

4. Tidak Minum Susu Sambil Berbaring

how-to-get-toddler-to-give-up-bedtime-bottle-1024x576-1523895105.jpg
Foto: how-to-get-toddler-to-give-up-bedtime-bottle-1024x576-1523895105.jpg

Pastikan Si Kecil minum susu dalam posisi tegak ketimbang berbaring. Bila ia berbaring, susu berisiko mengalir ke telinga bagian tengah.

Dr. Shu juga mendorong Moms untuk menyusui anak minimal setahun pertama usianya karena air susu ibu mengandung antibodi yang dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi telinga pada balita.

Baca Juga: 5 Penyebab Gendang Telinga Pecah Pada Balita

Itu dia beberapa fakta infeksi telinga anak yang perlu Moms ketahui. Segera konsultasikan pada dokter anak bila Moms melihat Si Kecil terlihat tidak nyaman akibat telinganya yang sakit.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.