09 April 2024

Ini Penyebab hingga Cara Mencegah Febris, Jangan Diabaikan!

Jika dibiarkan dapat menyebabkan kejang

9. Luka atau Cedera

Penyebab febris lainnya adalah luka atau cedera yang menyebabkan peradangan.

Peradangan adalah reaksi alami tubuh terhadap cedera atau infeksi yang bertujuan untuk melindungi dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Proses peradangan ini seringkali melibatkan pelepasan zat kimia tertentu dalam tubuh yang memicu respons sistem kekebalan, termasuk peningkatan suhu tubuh yang dikenal sebagai demam.

Ketika seseorang mengalami luka atau cedera, misalnya luka bakar, patah tulang, atau luka sayatan, sel-sel di area tersebut merilis zat kimia yang disebut sitokin dan prostaglandin.

Baca Juga: Sudah Minum Paracetamol tapi Demam Tidak Turun, Kenapa Ya?

Sitokin dan prostaglandin ini merangsang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan pembuluh darah di area tersebut melebar, meningkatkan aliran darah, dan mengakibatkan peradangan.

Respons ini bertujuan untuk membantu memulai proses penyembuhan dengan mengirimkan sel-sel kekebalan tubuh dan zat-zat penting lainnya ke area yang terluka.

Saat peradangan terjadi, beberapa sitokin yang dilepaskan juga dapat mempengaruhi pusat pengatur suhu di otak, yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh dan timbulnya demam.

Ini merupakan bagian dari respons sistem kekebalan tubuh yang berusaha melawan infeksi atau memperbaiki kerusakan jaringan.

Namun demikian, penting untuk diingat bahwa demam yang disebabkan oleh luka atau cedera biasanya bersifat sementara dan tidak berbahaya.

Tetapi jika demam terus berlanjut atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti infeksi yang berkembang, perlu berkonsultasi dengan profesional medis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 10 Cara Mengobati Flu pada Bayi dengan Bawang Merah!

Cara Mengatasi Febris

Kompres
Foto: Kompres (Orami Photo Stock)

Jika Moms atau keluarga mengalami febris, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengatasinya:

  • Ukur suhu tubuh dan lihat gejala yang dialami. Jika suhu tubuh mencapai 100,4 ° F (38 ° C) atau lebih tinggi, Moms mengalami demam.
  • Tetap di tempat tidur dan istirahat.
  • Minum air putih atau jus yang sangat encer untuk mengisi kembali cairan yang hilang melalui keringat.
  • Minum obat yang dijual bebas, seperti asetaminofen dan ibuprofen untuk menurunkan febris. Catat dosis yang tepat, dan jangan digunakan bersamaan dengan obat penurun demam lainnya. Moms tidak boleh memberikan aspirin kepada Si Kecil tanpa berkonsultasi dengan dokter. Bayi di bawah usia 6 bulan tidak boleh diberi ibuprofen.
  • Tetap tenang. Lepaskan lapisan pakaian dan selimut ekstra, kecuali Moms merasa kedinginan.
  • Mandi air hangat atau gunakan kompres dingin untuk membuat Moms lebih nyaman. Mandi air dingin, mandi es batu, atau mandi alkohol atau obat gosok bisa berbahaya dan harus dihindari.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Mandi Setelah Imunisasi?

Cara Mencegah Febris

Cara Mencegah Febris
Foto: Cara Mencegah Febris (Orami Photo Stock)

Membatasi paparan penular adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah febris.

Seseorang yang terinfeksi sering menyebabkan suhu tubuh meningkat.

Berikut beberapa tips yang dapat mencegah febris:

  • Sering-seringlah mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah berada di sekitar banyak orang.
  • Ajari Si Kecil cara mencuci tangan dengan benar. Instruksikan mereka untuk menutupi bagian depan dan belakang masing-masing tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih dengan air hangat.
  • Bawalah pembersih tangan atau tisu antibakteri. Mereka bisa berguna saat Moms tidak memiliki akses ke sabun dan air.
  • Hindari menyentuh hidung, mulut, atau mata. Hal ini mencegah ]mudahkan virus dan bakteri masuk ke tubuh dan menyebabkan infeksi.
  • Tutupi mulut saat batuk dan hidung saat bersin. Ajari Si Kecil untuk melakukan hal yang sama.
  • Hindari berbagi cangkir, gelas, dan peralatan makan dengan orang lain.

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai febris. Jika Moms memiliki kekhawatiran, segera konsultasikan dengan dokter ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4843908/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24561056/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6052913/
  • https://www.healthline.com/health/febrile-seizure#treatment
  • https://www.healthline.com/health/how-to-break-a-fever#TOC_TITLE_HDR_1
  • https://www.healthline.com/health/fever#prevention

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb