01 September 2022

Mengenal Peranan Filum Bryophyta, Mampu Mencegah Erosi dan Banjir

Punya peranan penting dalam kehidupan

Filum Bryophyta merupakan kingdom Plantae dari tumbuhan lumut.

Dalam bahasa Yunani, Bryophyta diambil dari kata bryum yang berarti lumut.

Walaupun termasuk tumbuhan, tetapi bryophyta tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.

Untuk menempel di tanah atau media lain, tumbuhan lumut menggunakan rhizoid.

Dalam ekosistem dan kehidupan, filum Bryophyta memiliki banyak peranan.

Salah satunya adalah mencegah erosi dan banjir.

Mau tahu lebih banyak tentang filum Bryophyta? Simak terus artikelnya berikut ini, ya!

Baca Juga: Tumbuhan Hidrofit: Definisi, Ciri, dan Contoh Tanamannya

Peranan Filum Bryophyta

Peranan Filum Bryphyta
Foto: Peranan Filum Bryphyta

Foto Peranan Filum Bryophyta (pinterest.com)

Dalam ekosistem, tumbuhan lumut yang masuk dalam filum Bhryophyta memiliki peranan, seperti:

1. Tanaman Perintis

Dalam ekologi, filum Bryophyta berperan sebagai tanaman perintis.

Karena rizoidnya dapat memecah batu menjadi tanah, sehingga tanaman baru dapat kembali tumbuh.

2. Mencegah Erosi

Peranan filum Bryophyta dalam ekologi berikutnya adalah mencegah erosi.

Karena struktur tubuh lumut yang liat dan kemampuann regenerasinya yang tinggi, sehingga mencegah terjadinya erosi di hutan.

3. Menyuburkan Tanah

Tanaman lumutyang sudah mati, juga dapat dimanfaatkan menjadi penambah zat organik dalam tanah.

Hal tersbeut dapat membuat tanah menjadi lebih subur, ketika ditanami tumbuhan.

4. Mencegah Banjir

Struktur tubuh lumut yang menyerupai spons, dapat menyerap air dan mencegah banjir.

Selain itu, peranan ini juga sangat bermanfaat di musim kemarau.

Karena air yang diserap dapat menjadi cadangan ketika musim kering.

5. Pengobatan Herbal

Journal of Traditional and Complementary Medicine menjelaskan, bahwa tanaman lumut dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan untuk penyakit kulit, khususnya di India.

Baca Juga: 17 Tanaman Philodendron yang Populer di Kalangan Pecinta Tanaman Hias

Ciri-Ciri dari Bryophyta

Filum Bryophyta
Foto: Filum Bryophyta

Foto Ciri-ciri Filum Bryophyta (pinterest.com)

Berikut ciri-ciri Bryophyta yang perlu diketahui, yaitu:

1. Tidak Memiliki Jaringan Pembuluh

Bryophyta adalah tanaman darat non-vaskular.

Meskipun mereka menunjukkan struktur khusus untuk transportasi air, mereka tidak memiliki jaringan pembuluh.

2. Tumbuh di Lingkungan Lembab

Bryophytes tumbuh terutama di lingkungan lembap, tetapi dapat ditemukan tumbuh di habitat yang beragam mulai dari gurun, artik, dan dataran tinggi.

3. Bertahan Hidup di Segala Tempat

Karena lumut tidak bergantung pada struktur akar untuk penyerapan nutrisi seperti tanaman vascular.

Hal ini membuat filum Bryophyta dapat bertahan hidup di lingkungan yang tidak dapat dilakukan oleh tanaman vascular, seperti batu dan bahan keras lainnya.

4. Memiliki Tahap Gametofit yang Dominan

Semua lumut memiliki tahap gametofit yang dominan dalam siklus hidupnya.

Selama tahap ini, tanaman haploid dan organ seks yang menghasilkan gamet dikembangkan.

Bryophytes unik dibandingkan dengan banyak spesies tanaman lain karena mereka tetap berada di tahap ini untuk waktu yang lama.

5. Memiliki Spora Tunggal

Sporofit (bentuk diploid tanaman) lumut tidak bercabang, menghasilkan kapsul penghasil spora tunggal (sporangium).

Selain itu, sporofit bergantung pada gametofit untuk nutrisi dan berkembang di dalam organ seks wanita (archegonia).

Baca Juga: Mengenal Aquascape Gaya Iwagumi dan Cara Membuatnya

Habitat Filum Bryophyta

Habitat Filum Bryophyta
Foto: Habitat Filum Bryophyta

Foto Habitat Filum Bryophyta (pinterest.com)

Habitat tumbuhan lumut sangat beragam lho, berikut ini beberapa penjelasannya:

1. Daerah Lembap

Biasanya, filum Bryophyta dapat tumbuh di daerah lembap, seperti hutan dan sekitar pangkal pohon.

2. Tempat Panas

Meskipun tanaman lumut banyak di daerah lembab, tetapi mereka dapat berkembang dengan baik di daerah yang kaya sinar matahari.

Jadi, jangan heran jika melihat tanaman lumut di tempat terbuka, seperti pinggir jalan atau cabang pohon.

Karena lumut memang tumbuh sebagai epifit pada lokasi tersebut.

3. Perairan

Karena habitanya yang beragam, filum Bryophyta juga dapat tumbuh di perairan.

Beberapa jenis lumut merupakan tanaman perairan yang tumbuh subur di sungai dan danau.

Selain itu, filum bryophyta juga dapat tumbuh subur di rawa atau daerah yang tergenang air lainnya.

Baca Juga: Bye-Bye Lumut! Ini Cara Membersihkan Toren Air di Rumah

Reproduksi Filum Bryophyta

Reproduksi Filum Bryophyta
Foto: Reproduksi Filum Bryophyta

Foto Reproduksi Filum Bryophyta (pinterest.com)

Reproduksi dapat dilakukan secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif).

1. Reproduksi Aseksual

Reproduksi aseksual terjadi melalui dengan pembentukan spora dengan pembelahan meiosis sel induk spora yang ada didalam sporangium (kotak spora).

Spora tersebut kemudian akan tumbuhan menjadi gametofit.

Jenis tumbuhan lumut yang melakukan reproduksi aseksual salah satunya adalah lumut hati.

Reproduksi aseksual pada jenis lumut ini dilakukan dengan pembentukan gemmae cup (piala tunas) dan Fragmentasi, fragmentasi adalah pemutusan sebagian tubuhnya.

2. Reproduksi Seksual

Sementara, reproduksi tumbuhan lumut secara seksual melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid yang menghasilkan zigot.

Zigot akan tumbuh menjadi sporofit.

Sporofit memiliki umur pendek yaitu sekitar 3-6 bulan.

Lumut Daun, Salah Satu Contoh Filum Bryophyta

Filum Bryophyta
Foto: Filum Bryophyta

Foto Lumut Daun (pinterest.com)

Salah satu contoh filum Bryophyta adalah lumut daun atau lumut sejati.

Disebut lumut sejati karena tumbuhan ini, memiliki bagian-bagian utama tumbuhan yang lengkap, yaitu akar (rizoid), batang, dan daun.

1. Memiliki Spesies dan Jenis Terbanyak

Dibandingkan jenis lainnya, lumut daun merupakan kelompok yang memliki spesies paling banyak.

Di alam ini, terdapat sekitar 10 ribu spesies dan kurang lebih terdapat 12.000 jenis lumut daun yang ada di alam ini.

2. Ciri Lumut Daun

Lumut daun merupakan tumbuhan kecil yang mempunyai batang semu dan tumbuhnya tegak.

Lumut ini tidak melekat pada substratnya, tetapi mempunyai rizoid yang melekat pada tempat tumbuhnya. Bentuk daunnya berupa lembaran yang tersusun spiral.

3. Menutup Permukaan Bumi

Contoh spesies lumut daun yang terkenal adalah lumut gambut atau Sphagnum sp.

Jenis lumut ini, telah menutup paling tidak 30% permukaan daratan di bumi, dengan kerapatan tertinggi terdapat di kutub utara.

Baca Juga: 9 Tanaman Buah yang Cocok Ditanam Menggunakan Pot

4. Mengurangi Dampak Efek Rumah Kaca

Gambut pada lapisan tanah gambut yang tebal dapat mengikat senyawa karbon organik.

Mekanisme ini penting menstabilkan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi, sehingga mengurangi dampak efek rumah kaca.

Itulah penjelasan mengenai filum Bryophyta dan juga jenis yang paling banyak di alam.

Semoga artikelnya berguna, ya!

  • https://biologydictionary.net/bryophyte/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5198817/#
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_lumut
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Lumut_daun

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.