
Filum Bryophyta merupakan kingdom Plantae dari tumbuhan lumut.
Dalam bahasa Yunani, Bryophyta diambil dari kata bryum yang berarti lumut.
Walaupun termasuk tumbuhan, tetapi bryophyta tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Untuk menempel di tanah atau media lain, tumbuhan lumut menggunakan rhizoid.
Dalam ekosistem dan kehidupan, filum Bryophyta memiliki banyak peranan.
Salah satunya adalah mencegah erosi dan banjir.
Mau tahu lebih banyak tentang filum Bryophyta? Simak terus artikelnya berikut ini, ya!
Baca Juga: Tumbuhan Hidrofit: Definisi, Ciri, dan Contoh Tanamannya
Foto: Peranan Filum Bryphyta
Foto Peranan Filum Bryophyta (pinterest.com)
Dalam ekosistem, tumbuhan lumut yang masuk dalam filum Bhryophyta memiliki peranan, seperti:
Dalam ekologi, filum Bryophyta berperan sebagai tanaman perintis.
Karena rizoidnya dapat memecah batu menjadi tanah, sehingga tanaman baru dapat kembali tumbuh.
Peranan filum Bryophyta dalam ekologi berikutnya adalah mencegah erosi.
Karena struktur tubuh lumut yang liat dan kemampuann regenerasinya yang tinggi, sehingga mencegah terjadinya erosi di hutan.
Tanaman lumutyang sudah mati, juga dapat dimanfaatkan menjadi penambah zat organik dalam tanah.
Hal tersbeut dapat membuat tanah menjadi lebih subur, ketika ditanami tumbuhan.
Struktur tubuh lumut yang menyerupai spons, dapat menyerap air dan mencegah banjir.
Selain itu, peranan ini juga sangat bermanfaat di musim kemarau.
Karena air yang diserap dapat menjadi cadangan ketika musim kering.
Journal of Traditional and Complementary Medicine menjelaskan, bahwa tanaman lumut dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan untuk penyakit kulit, khususnya di India.
Baca Juga: 17 Tanaman Philodendron yang Populer di Kalangan Pecinta Tanaman Hias
Foto: Filum Bryophyta
Foto Ciri-ciri Filum Bryophyta (pinterest.com)
Berikut ciri-ciri Bryophyta yang perlu diketahui, yaitu:
Bryophyta adalah tanaman darat non-vaskular.
Meskipun mereka menunjukkan struktur khusus untuk transportasi air, mereka tidak memiliki jaringan pembuluh.
Bryophytes tumbuh terutama di lingkungan lembap, tetapi dapat ditemukan tumbuh di habitat yang beragam mulai dari gurun, artik, dan dataran tinggi.
Karena lumut tidak bergantung pada struktur akar untuk penyerapan nutrisi seperti tanaman vascular.
Hal ini membuat filum Bryophyta dapat bertahan hidup di lingkungan yang tidak dapat dilakukan oleh tanaman vascular, seperti batu dan bahan keras lainnya.
Semua lumut memiliki tahap gametofit yang dominan dalam siklus hidupnya.
Selama tahap ini, tanaman haploid dan organ seks yang menghasilkan gamet dikembangkan.
Bryophytes unik dibandingkan dengan banyak spesies tanaman lain karena mereka tetap berada di tahap ini untuk waktu yang lama.
Sporofit (bentuk diploid tanaman) lumut tidak bercabang, menghasilkan kapsul penghasil spora tunggal (sporangium).
Selain itu, sporofit bergantung pada gametofit untuk nutrisi dan berkembang di dalam organ seks wanita (archegonia).
Baca Juga: Mengenal Aquascape Gaya Iwagumi dan Cara Membuatnya
Foto: Habitat Filum Bryophyta
Foto Habitat Filum Bryophyta (pinterest.com)
Habitat tumbuhan lumut sangat beragam lho, berikut ini beberapa penjelasannya:
Biasanya, filum Bryophyta dapat tumbuh di daerah lembap, seperti hutan dan sekitar pangkal pohon.
Meskipun tanaman lumut banyak di daerah lembab, tetapi mereka dapat berkembang dengan baik di daerah yang kaya sinar matahari.
Jadi, jangan heran jika melihat tanaman lumut di tempat terbuka, seperti pinggir jalan atau cabang pohon.
Karena lumut memang tumbuh sebagai epifit pada lokasi tersebut.
Karena habitanya yang beragam, filum Bryophyta juga dapat tumbuh di perairan.
Beberapa jenis lumut merupakan tanaman perairan yang tumbuh subur di sungai dan danau.
Selain itu, filum bryophyta juga dapat tumbuh subur di rawa atau daerah yang tergenang air lainnya.
Baca Juga: Bye-Bye Lumut! Ini Cara Membersihkan Toren Air di Rumah
Foto: Reproduksi Filum Bryophyta
Foto Reproduksi Filum Bryophyta (pinterest.com)
Reproduksi dapat dilakukan secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif).
Reproduksi aseksual terjadi melalui dengan pembentukan spora dengan pembelahan meiosis sel induk spora yang ada didalam sporangium (kotak spora).
Spora tersebut kemudian akan tumbuhan menjadi gametofit.
Jenis tumbuhan lumut yang melakukan reproduksi aseksual salah satunya adalah lumut hati.
Reproduksi aseksual pada jenis lumut ini dilakukan dengan pembentukan gemmae cup (piala tunas) dan Fragmentasi, fragmentasi adalah pemutusan sebagian tubuhnya.
Sementara, reproduksi tumbuhan lumut secara seksual melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid yang menghasilkan zigot.
Zigot akan tumbuh menjadi sporofit.
Sporofit memiliki umur pendek yaitu sekitar 3-6 bulan.
Foto: Filum Bryophyta
Foto Lumut Daun (pinterest.com)
Salah satu contoh filum Bryophyta adalah lumut daun atau lumut sejati.
Disebut lumut sejati karena tumbuhan ini, memiliki bagian-bagian utama tumbuhan yang lengkap, yaitu akar (rizoid), batang, dan daun.
Dibandingkan jenis lainnya, lumut daun merupakan kelompok yang memliki spesies paling banyak.
Di alam ini, terdapat sekitar 10 ribu spesies dan kurang lebih terdapat 12.000 jenis lumut daun yang ada di alam ini.
Lumut daun merupakan tumbuhan kecil yang mempunyai batang semu dan tumbuhnya tegak.
Lumut ini tidak melekat pada substratnya, tetapi mempunyai rizoid yang melekat pada tempat tumbuhnya. Bentuk daunnya berupa lembaran yang tersusun spiral.
Contoh spesies lumut daun yang terkenal adalah lumut gambut atau Sphagnum sp.
Jenis lumut ini, telah menutup paling tidak 30% permukaan daratan di bumi, dengan kerapatan tertinggi terdapat di kutub utara.
Baca Juga: 9 Tanaman Buah yang Cocok Ditanam Menggunakan Pot
Gambut pada lapisan tanah gambut yang tebal dapat mengikat senyawa karbon organik.
Mekanisme ini penting menstabilkan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi, sehingga mengurangi dampak efek rumah kaca.
Itulah penjelasan mengenai filum Bryophyta dan juga jenis yang paling banyak di alam.
Semoga artikelnya berguna, ya!
Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.