Kesehatan

KESEHATAN
21 Desember 2019

Terkena Gangguan Tidur Karena Menopause? ini Jawabannya!

Fase menjelang hingga saat menopause ternyata menyebabkan wanita mengalami insomnia.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Yuk, simak penjelasan tentang gangguan tidur karena menopause.

Beberapa wanita yang mengalami menopause dapat mengalami insomnia, gangguan tidur di malam hari. Hal ini merupakan respons efek samping normal dari menopause yang bisa juga disebabkan oleh gejala menopause lain, seperti hot flashes.

Melansir dari National Sleep Foundation, menopause adalah masa perubahan hormonal, fisik dan psikologis utama bagi wanita meskipun gejala menopause bervariasi dari wanita ke wanita.

Selama fase perimenopause atau transisi, ovarium wanita secara bertahap (selama beberapa tahun) menurunkan produksi estrogen dan progesteron.

Jika seorang wanita mengalami pengangkatan ovarium karena operasi ooforektomi, menstruasi akan berakhir tiba-tiba dan gejala menopause menjadi lebih parah.

Baca Juga: Moms, Ini 12 Tanda Jelang Menopause yang Perlu Diketahui

Gangguan Tidur Karena Menopause

Terkena Gangguan Tidur Karena Menopause ini Jawabannya! 01.jpg

Foto: pixabay.com

Satu tahun setelah periode menstruasi berhenti, seorang wanita akan mencapai menopause rata-rata sekitar usia 50. Dalam masa peri-menopause ke pasca-menopause itulah banyak wanita mengalami masalah tidur.

Kondisi ini juga termasuk hot flashes, gangguan mood, insomnia dan gangguan tidur. Masalah tidur seringkali disertai dengan depresi dan kecemasan.

Secara umum, 61 persen wanita pasca-menopause mengeluhkan kesulitan tidur nyenyak yang merupakan gejala insomnia.

Perubahan dan penurunan kadar estrogen menyebabkan banyak gejala menopause termasuk hot flashes, yang merupakan perasaan panas tak terduga di seluruh tubuh disertai keringat.

Gejala ini biasanya terjadi di sekitar wajah dan menyebar ke dada yang memengaruhi 75-85 persen wanita menopause. Sebelum hot flashes, suhu tubuh juga akan naik.

Hot flashes berlangsung rata-rata tiga menit yang menyebabkan kurang efisiensi tidur. Kebanyakan wanita yang mengalami gangguan tidur karena menopause hot flashes selama satu tahun, tetapi sekitar 25 persen wanita justru mengalami hot flashes selama lima tahun.

Sementara itu dilansir dari thehealthy.com, sekitar 59 persen wanita usia 35 dan 55 tahun lebih banyak mengalami masalah gangguan tidur dalam periode 4-8 tahun sebelum menopause yang umumnya disebut sebagai perimenopause.

Bahkan, para peneliti mengatakan bahwa kelompok wanita ini lebih cenderung mengalami insomnia daripada yang lain.

Baca Juga: Moms Perlu Tahu, Ternyata Ini 5 Penyebab Menopause Dini

Gejala Gangguan Tidur Karena Menopause

Terkena Gangguan Tidur Karena Menopause ini Jawabannya! 02.jpg

Foto: msk.org.au

Menurut National Sleep Foundation 2007, saat wanita benar-benar berhenti menstruasi antara usia 45 hingga 51 tahun, 61 persen melaporkan bahwa mereka tidak bisa tidur beberapa malam setiap minggu.

Survei menunjukkan bahwa sekitar 57 persen orang yang kesulitan tidur akan mengalami muka memerah, cemas, depresi dan insomnia kronis. Sementara 43 persen lainnya memiliki kelainan tidur seperti sesak napas, narkolepsi atau sindrom kaki gelisah.

Selain itu, hot flashes juga akan menyebabkan wanita yang mendekati menopause 3 kali lebih sering terbangun di malam hari daripada sebelumnya.

Penelitian baru menunjukkan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon jelang menopause.

Adapun gejala gangguan tidur akibat menopause berupa insomnia dapat mencakup satu atau lebih, berikut ini:

  1. Kesulitan tidur
  2. Sering terbangun di malam hari dengan kesulitan kembali tidur
  3. Bangun terlalu pagi
  4. Tidur yang tidak menyegarkan (merasa lelah saat bangun dan sepanjang hari)

Baca Juga: Seks Saat Menopause, Masihkah Terasa Nikmat?

Nah, Moms, itulah penjelasan tentang gangguan tidur karena menopause. Apakah teman atau keluarga Moms pernah mengalaminya?

(SA)

Artikel Terkait