Newborn

10 Juli 2021

Gejala dan Pengobatan Penyakit Kurap pada Bayi

Sering dianggap eksim, cek gejala dan pengobatan penyakit kurap pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Widya Citra Andini

Penyakit kurap pada bayi atau yang juga dikenal dengan sebutan ringworm, merupakan infeksi jamur yang tidak ada hubungannya dengan cacing (worm).

Bagi kebanyakan bayi, kurap adalah infeksi ringan, tetapi mungkin terasa gatal atau nyeri. Tanpa pengobatan, ruam dapat menyebar.

Ketika ruam digaruk, bakteri bisa masuk dan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Untuk alasan inilah, sangat penting mendapatkan perawatan yang tepat.

Ada beberapa jenis jamur yang dapat menjadi penyebab penyakit kurap pada bayi, seperti trichophyton rubrum dan epidermophyton floccosum.

Penyakit kurap pada bayi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi sebenarnya sangat mudah diobati.

Yuk, Moms kita kenali penjelasan lebih lengkap mengenai gejala dan pengobatan penyakit kurap pada bayi!

Baca Juga: Mengenal Hiperbilirubinemia pada Bayi, Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi

Penyebab Kurap Pada Bayi

kurap pada bayi.jpg

Foto: momjunction.com

Penyakit kurap pada bayi merupakan penyakit menular dan bisa terjadi secara berulang sehingga tindakan pencegahan juga perlu dilakukan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penularan dapat dilakukan antara orang ke orang yang telah memiliki kurap sebelumnya hingga melalui hewan.

Penularan melalui hewan bisa melalui peliharaan berupa anjing dan kucing. Untuk itu, sangat penting menjaga kebersihan hewan peliharaan agar terhindar dari kurap.

Kurap pada hewan memiliki gejala ruam yang sama seperti pada manusia. Jamur yang menyebabkan penyakit kurap pada bayi juga dapat hidup di permukaan, terutama pada area lembap.

Penyebab umum kurap pada bayi, meliputi:

  • Membelai anjing atau kucing yang memiliki kurap.
  • Berbagi bantal, handuk, atau seprai dengan seseorang yang menderita kurap.
  • Berjalan tanpa alas kaki.
  • Memeluk orang dengan kurap.
  • Menyentuh hal-hal yang baru-baru ini disentuh oleh penderita kurap.

Bayi dan anak-anak lebih mungkin terkena kurap karena mereka lebih sering berhubungan dekat dengan orang lain dan kurang menyadari masalah kebersihan.

Bayi di tempat penitipan anak terutama sangat rentan. Jika satu anak di tempat penitipan anak terkena kurap, infeksi terkadang dapat dengan mudah menyebar.

Baca Juga: Ini Dampak Empeng pada Kesehatan Gigi dan Mulut Bayi yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Gejala Kurap Pada Bayi

1 Penyakit Kurap Pada Bayi.jpg

Foto: pregnantchicken.com

Umumnya, gejala penyakit kurap pada bayi berupa ruam bulat berwarna kemerahan. Batas ruam kulit pada kurap biasanya kasar dan bersisik, sedangkan bagian tengahnya terlihat bersih.

Ukuran ruam biasanya mencapai setengah sampai satu inci, namun dapat semakin melebar dan seringkali disertai dengan rasa gatal yang mengganggu.

“Beberapa jenis eksim kulit dapat terlihat persis seperti kurap, terutama pada bayi,” ungkap Dokter anak di Pediatric Associates, Kansas City, Missouri, Natasha Burgert, MD, FAAP, seperti dikutip dari thebump.com.

Penyakit kurap pada bayi tidak hanya muncul di kulit tubuh, tapi juga bisa muncul di kulit kepala. Sering kali orang tua menganggap kurap pada bagian kulit kepala bayi sebagai ketombe.

Melansir Israel Journal of Health Policy Research, kurap pada bayi yang terjadi di kulit kepala dapat menyebabkan kerontokan atau kerusakan rambut pada area yang terkena. Kurap kulit kepala paling sering terjadi pada anak-anak usia 2 hingga 10 tahun.

Kurap juga bisa terjadi di wajah. Ketika ini terjadi, area kulit yang gatal mungkin terlihat seperti eksim atau dermatitis atopik.

Seiring waktu, area tambal sulam mulai tumbuh dalam lingkaran seperti cincin yang berdiameter antara 1/2 inci dan 1 inci dengan batas yang terangkat dan area yang jelas di tengahnya. Moms mungkin memperhatikan si kecil gatal di area ini.

Kurap pada bayi di kulit kepala juga dapat membesar menjadi apa yang dikenal sebagai kerion. Kerion adalah lesi di area tempat kurap pertama kali muncul.

Jika Si Kecil memiliki kerion, mereka juga mungkin memiliki gejala seperti ruam dan kelenjar getah bening di leher. Area kulit lain yang mungkin terpengaruh meliputi:

  • pipi
  • dagu
  • daerah mata
  • dahi
  • hidung

Melansir Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, tinea dapat memengaruhi bagian mana pun dari tubuh bayi, tetapi mungkin tidak selalu muncul dalam bentuk seperti kurap. Kurap tubuh disebut tinea corporis dan juga sering terjadi pada anak-anak.

Jenis infeksi jamur lainnya termasuk tinea pada selangkangan dan kaki, tetapi ini kebanyakan terjadi pada remaja dan orang dewasa. Jenis ini sangat jarang menyerang anak-anak.

Untuk itu, jika Moms atau Dads melihat ruam aneh pada bayi dan tidak dapat memastikan dengan jelas kondisi yang sedang dialami bayi, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Kondisi Dads saat Pra-Konsepsi Memengaruhi Kesehatan Bayi?

Cara Mengobati Kurap pada Bayi

2 Pengobatan Ringworm.jpg

Foto: chezbeate – Pixabay.com

Penyakit kurap bisa dialami oleh segala usia, tetapi paling banyak dialami oleh anak usia sekolah. Untuk mengatasi penyakit kurap pada bayi, Moms dapat mengaplikasikan krim anti jamur.

Sebagian besar infeksi kurap pada bayi bisa diobati dengan obat yang dijual bebas di pasaran. Pertimbangkan untuk mencoba krim antijamur, seperti klotrimazol, mikonazol, atau ketokonazol.

Krim antijamur tersedia di apotek dan online. Berbagai produsen menawarkan produk ini dengan nama merek yang berbeda, jadi carilah produk khusus kurap pada bayi yang aman.

Dengan pengobatan, kurap pada bayi biasanya hilang dalam beberapa minggu. Gatal dan gejala lainnya cenderung membaik dalam beberapa hari. Kurap tidak menular setelah 2-3 hari pengobatan.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jika kurap pada bayi ada di kulit kepala, kemungkinan akan membutuhkan resep obat antijamur.

Kurap pada bayi di kulit kepala bisa memakan waktu beberapa bulan untuk menghilang. Dokter mungkin juga merekomendasikan penggunaan sampo khusus untuk menghindari iritasi pada ruam.

Jika kurap pada bayi memburuk setelah memulai pengobatan, seperti mengalami demam, atau jika ruam terlihat sangat merah dan teriritasi, itu mungkin terinfeksi.

Ruam kurap pada bayi yang terinfeksi mungkin memerlukan pengobatan dengan antibiotik, jadi yang terbaik adalah membawa bayi ke dokter.

Oleskan krim anti jamur tersebut sesuai petunjuk penggunaan dan konsultasikan pada Dokter jika ruam atau kurap tidak juga membaik setelah beberapa hari.

“Kurap pada kulit sangat mudah diobati. Namun, pengobatan untuk kurap pada kepala, biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu penyembuhan dengan obat minum, bukan hanya oles,” ungkap Karen Gill, MD, FAAP, seperti dikutip dari Healthline.com.

Untuk menghindari penyebaran infeksi, ada baiknya tidak menggunakan pakaian, handuk, sisir, atau barang pribadi lain yang sama dengan penderita kurap.

Baca Juga: 3+ Cara Menjemur Bayi yang Benar untuk Mengindari Iritasi Kulit, Catat!

Cara Mencegah Kurap pada Bayi

Mencegah kurap pada bayi bisa jadi sulit karena mereka membutuhkan kontak dekat dengan orang lain melalui menyusui, mengganti popok, dan mengayun.

Tidak ada strategi yang dapat sepenuhnya mencegah kurap, tetapi beberapa strategi dapat menurunkan risikonya. Strategi ini mungkin termasuk:

1. Memakaikan Bayi Kaus Kaki

bayi mulai jalan

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Si Kecil mulai belajar berjalan, pastikan area yang diinjak bersih. Jangan izinkan bayi berjalan atau merangkak di permukaan yang meningkatkan risiko infeksi jamur, seperti kamar mandi.

Moms bisa memakaikan kaus kaki agar kaki Si Kecil tetap terjaga kebersihannya.

2. Ganti Pakaian Bayi Saat Basah

pakaian bayi

Foto: Orami Photo Stock

Berkeringat adalah respons alami tubuh saat suhu terlalu panas.

Jika Si Kecil aktif, mereka akan mudah sekali berkeringat. Mereka mungkin berkeringat di seluruh tubuh atau hanya di area tertentu, seperti kepala. Terkadang, area yang paling banyak berkeringat adalah yang paling panas.

Jamur yang menyebabkan kurap pada bayi bisa tumbuh subur di daerah yang hangat dan lembab. Kurap lebih mungkin terjadi ketika bayi sering basah atau berkeringat dan dari luka ringan pada kulit, kulit kepala, atau kuku.

Maka dari itu, jika Si Kecil berkeringat, ada baiknya Moms langsung mengganti pakaiannya.

3. Pisahkan Bayi dari Pengidap Kurap

coba-x-cara-ini-untuk-menyiasati-kecemasan-berpisah-pada-bayi-saat-malam-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika anggota keluarga mengidap kurap, mintalah mereka menutupi ruam dengan pakaian atau perban sampai tidak menular lagi.

Moms juga perlu memisahkan sementara bayi dari anggota keluarga tersebut. Hal ini karena bayi sangat mudah tertular berbagai penyakit, salah satunya kurap.

4. Selalu Mencuci Tangan

cuci tangan

Foto: Orami Photo Stock

Pastikan Moms dan anggota keluarga mencuci tangan secara teratur dan mengeringkannya dengan baik sebelum memegang Si Kecil.

Baca Juga: Penyebab Si Kecil Cepat Sakit dan Ini Solusi Terbaiknya!

Dengan mengetahui gejala dan pengobatan penyakit kurap pada bayi, Moms kini bisa memberikannya perawatan yang tepat atau berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan diagnosa yang tepat.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3315884/
  • https://ijhpr.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13584-020-00393-2
  • https://www.healthline.com/health/parenting/ringworm-in-babies#takeaway
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324565#summary
  • https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/skin/Pages/Ringworm.aspx
  • https://www.cdc.gov/fungal/diseases/ringworm/sources.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait