15 Januari 2020

4 Gejala Usus Buntu yang Harus Diwaspadai

Semua orang berpotensi terserang usus buntu, bahkan seorang atlet sekalipun

Merasakan sakit perut yang mengerikan atau misterius tentu saja bukan hal yang diharapkan dan sangat membuat tidak nyaman.

Tak jarang sakit perut membuat seseorang hanya bisa meringkuk atau terduduk bahkan hingga tidak bisa beranjak dari kasur.

Kepanikan disertai berbagai pertanyaan dalam pikiran tentang apa yang sebenarnya dialami semakin membuat stres.

Tidak yakin apakah itu hanya gas yang mengerikan, kram perut yang parah, keracunan makanan, atau sesuatu yang memang lebih parah dan tidak terpikirkan seperti usus buntu?

Usus buntu memang hanya kantong tipis yang melekat pada usus besar dan berada di bagian kanan bawah perut. Namun, siapa yang mengira bahwa usus buntu bisa menciptakan rasa sakit yang luar biasa?

Usus buntu bisa berbahaya apabila mengalami peradangan dan pembengkakan karena proses pencernaan yang tersumbat. Peradangan usus buntu ini juga dikenal dalam bahasa kedokterannya yaitu Apendisitis.

Dikutip dari Self.com, Kyle Staller, MD, MPH, Gastroenterologist at Massachusetts General Hospital, menjelaskan bahwa peradangan pada usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada organ tak berguna, berbentuk kerucut dan menggantung di sisi kanan usus besar.

"Penyebab radang usus buntu tidak selalu jelas. Dalam banyak kasus, usus buntu tersumbat dikarenakan banyak kotoran, sehingga menjadikannya bengkak dan terinfeksi," katanya.

Baca Juga: Usus Buntu Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Gejala Usus Buntu

Berikut ini merupakan beberapa gejala usus buntu yang biasanya dialami oleh beberapa orang pasien.

1. Nyeri Perut Tak Tertahankan

Nyeri - Usus Buntu.jpg
Foto: Nyeri - Usus Buntu.jpg (Orami Photo Stock)

Nyeri perut yang parah dan mendadak biasanya merupakan gejala usus buntu paling awal. Rasa sakit sering dimulai di dekat pusar.

Saat memburuk, kemungkinan akan bergeser ke sisi kanan bawah perut.

Nyeri tersebut akan menjadi lebih intens dalam beberapa jam ke depan dan menjadi lebih menyeramkan ketika seseorang yang usus buntu bergerak atau beraktivitas, mengambil napas dalam-dalam, batuk dan juga bersin.

Baca Juga: Hindari 9 Makanan yang Memicu Asam Lambung Ini

2. Masalah Pencernaan

Mual Muntah - Usus Buntu.jpeg
Foto: Mual Muntah - Usus Buntu.jpeg (https://healthella.com/appendicitis-symptoms/3/)

Masalah pencernaan juga seringkali menjadi gejala usus buntu berikutnya. Hal yang paling jelas adalah merasa mual dan ingin muntah.

Dapat dirasakan berkali-kali, gejala usus buntu ini biasanya hadir beberapa jam setelah nyeri perut.

Bahkan seseorang bisa kehilangan nafsu makan, perut terasa penuh, kembung dan merasa bahwa tidak bisa makan.

3. Kontipasi atau Diare

TIPS PAKAI TOILET UMUM HERO BANNER MAGZ 1510x849
Foto: TIPS PAKAI TOILET UMUM HERO BANNER MAGZ 1510x849


Selain mual dan muntah, masalah pencernaan lain yang dirasakan sebagai gejala usus buntu adalah kontipasi atau sembelit dan susah buang angin atau bahkan sebaliknya, diare.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, usus buntu bekerja dengan membuat lendir.

Lendir kemudian bergerak melalui lumen atau bagian dalam usus buntu dan bermuara di usus besar, yaitu tempat di mana kotoran berubah dari cair menjadi padat.

Baca Juga: Asam Lambung Naik Saat Hamil, Ini 7 Cara Mengatasinya!

4. Demam

demam usus buntu.jpg
Foto: demam usus buntu.jpg (https://www.smallfootprintfamily.com/why-you-shouldnt-treat-a-fever)


Adanya infeksi akan membuat tubuh menjadi demam dengan suhu 37 derajat Celcius. Apabila rongga usus buntu tersebut pecah maka demam juga akan meningkat.

Jadi, semua orang dapat mengalami serangan usus buntu kapan saja. Seorang atlet terlatih pun sama rentannya. Tidak ada daftar makanan yang aman atau terlarang.

Peradangan pada usus buntu itu bisa terjadi lebih dari satu kali. Jika seseorang sembuh dari radang usus buntu tanpa operasi, sangat memungkinkan penderita mengalami serangan serupa di kemudian hari.

"Jika rasa sakitnya tidak membaik dan bahkan terus memburuk, maka sekarang saatnya untuk pergi ke unit gawat darurat dan bertemu dengan ahli bedah terbaik di sana," ujar David Renton, dokter spesialis bedah pencernaan di Wexner Medical Center, Ohio State University.

(RIE)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.