Momspiration

12 Februari 2021

Gianti Giadi, Pemilik Sanggar Tari untuk Anak Down Syndrome Gigi Art of Dance

Bangga melihat anak didik saya yang ternyata memiliki banyak talenta
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Semua orang memiliki keinginan dan impiannya masing-masing yang ingin dicapai.

Baik itu memiliki profesi yang sukses, seperti seorang dokter, guru, pilot, perawat, arsitek, atau mewujudkan hobinya menjadi sebuah profesi, semua bisa dilakukan asal memiliki kemauan dan kerja keras.

Seperti sosok Gianti Giadi ini. Dirinya berhasil manjadikan hobinya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), menjadi sebuah profesi yang menyenangkan.

Bagaimana kisahnya? Yuk kita simak, Moms.

Baca Juga: Dirawat Sendirian karena Covid-19, Stres Berat Rasanya karena Harus Pisah dari Suami dan Anak-anak

Hobi yang Menghasilkan

cerita Gianti Giadi

Foto: YouTube Orami Entertainment

Menari untuk saya adalah sebuah platform untuk percakapan antara tubuh, pikiran, dan juga jiwa.

Saya Gianti Giadi, biasa dipanggil miss Gigi, adalah pemilik dari Gigi Art of Dance, Gigi Company, dan Gigi Foundation, di mana saya juga mengajar dan berperan sebagai artistic director.

Jadi sejak SD, SMP, hingga SMA, saya suka sekali menari.

Lalu saat SMA saya merasakan, ternyata dari hobi saya ini, sudah banyak undangan menari sebagai grup yang dayang.

Dari situlah saya berpikir, asik juga ya ternyata jika saya sudah bisa menghasilkan uang sendiri, sudah bisa meringankan beban orang tua dengan hobi yang saya tekuni ini.

Dan ini sepertinya bisa saya jadikan sebagai karier saya ke depannya juga.

Kemudian sejak itu, saya mulai melanjutkan sekolah di Singapura. Saya mengambil jurusan Performing Arts and Dance di LaSalle University.

Di LaSalle, saya bekerja di sebuah perusahaan, namanya Maya Dance Theatre di Singapura. Kebetulan mereka saat itu saya menari kontemporer. Namun tarian ini selalu membawa tema isu-isu sosial.

Nah, salah satu kegiatan kami di sana adalah mengajar anak-anak down syndrome.

Dari sanalah saya mulai berkenalan dengan anak-anak tersebut dan mulai mengerti bagaimana mengajar dan berinteraksi dengan mereka.

“Lalu yang paling pentingnya lagi adalah saya melihat sisi positif dan impact-nya terhadap mereka. Karena banyak sekali perubahan yang didapatkan,” ungkap gigi dalam video “Cerita Founder Gigi Dance Yang Membuka Kelas Tari Untuk Anak Down Syndrome” di kanal YouTube Orami Entertainment.

Baca Juga: Dinyatakan Positif Covid-19, Saya, Suami, dan Si Bungsu Rawat Isolasi di RS selama 10 Hari

Dari pertama kali saya bertemu anak-anak itu dan dua tahun mengajarinya, saya melihat banyak dampak positif dari mulai cara bersosialisasi, lalu koordinasi tubuh, dan juga banyak lainnya terjadi pada anak-anak yang saya ajari.

Lalu saya mulai membayangkan, sepertinya hal seperti ini belum ada di Indonesia, dan saya bermimpi untuk membuka kelas untuk anak-anak down syndrome di Indonesia, ya karena itu.

Karena saya ingin mereka bisa merasakan hal yang sama. Apa yang bisa kita rasakan melalui seni tari itu sendiri.

Berawal dari Sebuah Project, Akhirnya Bisa Terwujud

gigi art of dance

Foto: instagram.com/gigiartofdance

“Awal mulanya itu, Gigi Art of Dance ini berkolaborasi dengan suatu yayasan di tahun 2013,” ungkap Karina Syahna, guru kelas tari down syndrome di Gigi Art of Dance.

Menurut Karina, itu adalah sebuah kolaborasi antara Gigi Art of Dance dengan sebuah Yayasan Down Syndrome untuk sebuah project, di mana mereka akan tampil dalam World Dance Lion Singapore di tahun 2014.

Jadi selama satu tahun, Miss Gigi mempercayakan Karina Syahna, untuk menjadi asistennya dalam project tersebut.

“Setelah projectnya berhasil, kami melihat bahwa ternyata antusiasmenya masih tinggi sekali, bahkan dari anak-anak di luar project ini juga, maka dibuatlah kelas menaru untuk anak-anak down syndrome ini,” jelas Karina.

Apa Tanggapan Para Orang Tua Murid?

Gianti Giadi

Foto: YouTube Orami Entertainment

Menurut Mia Kartowisastro, salah satu orang tua murid, Miss Gigi adalah sosok yang luar biasa sekali.

Menurutnya ia bisa membantu anak-anak ini untuk menggapai mimpinya, yaitu sebagai penari.

“Tujuannya tentu supaya anak-anak kami bisa lebih maju ke depannya, bisa lebih percaya diri dan meraih mimpi-mimpinya,” tambah Nini Andrini, salah satu orang tua yang memiliki anak dengan kondisi down syndrome lainnya.

Dan Alhamdulillah setelah bergabung, menurut para orang tua ini, anak-anak mereka sudah berhasil menggapai mimpi-mimpinya.

Baca Juga: Suami Pindah Tugas ke Jerman, Saya Harus Ekstra Hati-hati Bawa Bayi Terbang Jauh di Tengah Pandemi

Bangga dan Bahagia, Bisa Melihat Anak Didik Saya Berhasil

kelas tari anak down syndrome

Foto: YouTube Orami Entertainment

Di tahun 2019 lalu, salah satu pencapaian yang paling besar untuk kami adalah tampil dalam acara Jakarta Fashion Week, bekerja sama dengan British Council.

Di mana kami berkolaborasi dengan fashion desainer dari lokal dan London.

Jadi anak-anak didik saya diminta untuk membuka acara fashion show tersebut.

Buat saya, ini adalah prestasi yang membanggakan sekali, bisa melihat anak-anak ini membuka fashion show.

Jadi seperti merasa bahwa visi aku untuk mereka itu sudah tercapai.

Lalu ada salah satu murid kami juga yang terpilih menjadi model setelah melalui berbagai audisi.

Saya bangga sekali kalau akhirnya mereka bisa memiliki platform yang tepat untuk mengembangkan dirinya.

Terus juga represent Indonesia ke Asia Youth Theatre Festival, di mana kita menampilkan karya kita dan juga ditonton oleh berbagai negara.

Sosok Miss Gigi di Mata Anak Didiknya

gigi art of dance

Foto: YouTube Orami Entertainment

“Miss Gigi adalah orang yang sabar, baik juga,” ucap Razzaq Yahya Sutanto, salah satu murid tari down syndrome Gigi Art of Dance.

“Miss Gigi itu ngajarnya proaktif, profesional di mata aku, dan orangnya baik serta rendah hati. Dan menari itu buat aku gembira, bisa senang-senang dengan teman-teman,” kata Namira Zania Siregar.

Untuk saya sendiri, ke depannya pasti ingin bisa terus menciptakan platform untuk anak-anak ini berkarya, karena mereka saya lihat banyak sekali yang kreatif dan memiliki talenta, tapi tidak tahu bagaimana menyalurkannya.

Baca Juga: Seperti Mimpi Buruk, Baby Raska Tak Lagi Bangun dari Tidur Siangnya Bersama Kami Hari Itu

Jadi muda-mudahan saya dan teman-teman bisa terus menjadi tempat di mana mereka bisa menjadi diri mereka sendiri, bisa menjadi the best version of themself.

Semua orang itu spesial dan semua orang pasti mempunyai keterbatasan masing-masing.

Tapi janganlah keterbatasan itu menjadi penghambat untuk tetap berkarya dan meraih mimpi kalian. Kalian ada, kalian bisa.

Penasaran dengan cerita Miss Gigi selengkapnya? Simak video Mom Story di bawah ini yuk!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait