12 Februari 2024

Gejala Efek Gigitan Ular Berbisa serta Cara Penanganannya

Hati-hati, ya, dapat menyebabkan luka parah bahkan kematian
Gejala Efek Gigitan Ular Berbisa serta Cara Penanganannya

Gigitan ular bisa menyerang siapa saja dan di mana saja.

Terutama jika Moms tinggal di daerah persawahan, rawa, atau dekat dengan sungai dan perkebunan.

Kebanyakan gigitan ular tidak berbahaya bagi manusia.

Jumlah ular berbisa hanya sekitar 15% di seluruh dunia dan 20% di Amerika Serikat Di Amerika Utara, ular berbisa tersebut termasuk ular derik, ular karang, moccasin air, dan kepala tembaga.

Gigitan ular berbisa ini dapat menyebabkan luka parah bahkan kematian.

Baca Juga: 17 Cara Mencegah Ular Masuk Rumah, Bisa dengan Kapur Barus!

Jika Moms mengalami gigitan ular berbisa, segera menghubungi nomor darurat setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Terutama jika area yang digigit berubah warna menjadi kebiruan, bengkak, dan sakit.

Pada sebagian orang, gigitan ular juga dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius (anafilaksis).

Artikel ini akan membahas mengenai gejala hingga cara mengatasi gigitan ular berbisa agar tidak membahayakan dan mengancam jiwa.

Selain itu, mengetahui cara penanganan gigitan ular berbisa adalah hal penting agar tidak panik dan perawatan yang dilakukan juga tepat.

Yuk, simak penjelasan mengenai gejala dan cara mengatasi gigitan ular berbisa berikut ini.

Baca Juga: Arti Mimpi Membunuh Ular Kobra, Simbol Rasa Kecemasan!

Gejala Gigitan Ular Berbisa

gigitan ular
Foto: gigitan ular (Freepik.com)

Umumnya, gejala yang ditimbulkan akibat gigitan ular bervariasi tergantung jenis ular yang telah menggigitnya.

Berikut adalah gejala umum yang ditemui dan dirasakan dari gigitan ular, melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

1. Gejala Gigitan Ular secara Umum

Setidaknya, ada beberapa gejala atau tanda yang perlu diwaspadai ketika Moms dan anggota lainnya mengalami gigitan ular berbisa.

Sebab, terkadang gigitan ular ini tidak terasa sehingga penting untuk mengetahui gejala dan tanda-tandanya.

  • Adanya bekas tusukan di area gigitan ular.
  • Kemerahan, bengkak, memar, berdarah, atau melepuh di sekitar gigitan.
  • Rasa sakit dan nyeri ketika lokasi gigitan ditekan.
  • Mual, muntah, atau diare.
  • Sulit bernafas (dalam kasus yang ekstrem, pernapasan bisa berhenti seketika).
  • Detak jantung meningkat, nadi terasa lemah, tekanan darah menjadi rendah.
  • Penglihatan terganggu.
  • Merasakan logam, mint, atau karet di mulut.
  • Peningkatan air liur dan keringat.
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar wajah dan/atau anggota badan.
  • Fasikulasi otot atau kedutan pada otot.

Biasanya, jika gigitan ular tersebut tak berbisa, maka hanya menimbulkan rasa sakit dan goresan di tempat yang digigit.

Umumnya, rasa sakit tersebut akan hilang dalam waktu 15-30 menit.

Pada sebagian kasus, bekas gigitan ular menyebabkan pembengkakan dan memar pada luka dan sampai ke lengan atau kaki.

Tanda dan gejala lain termasuk mual, sesak napas dan rasa lemah secara umum, serta rasa aneh di mulut.

Beberapa ular, seperti ular karang, memiliki racun yang menyebabkan gejala neurologis, seperti kulit kesemutan, kesulitan berbicara, dan kelemahan.

Terkadang, ular berbisa bisa menggigit tanpa menyuntikkan bisa. Hasil dari "gigitan kering" ini adalah iritasi di sekitar lokasi gigitan.

Baca Juga: 8 Fakta Pulau Ular atau Ilha da Queimada Grande di Brazil

2. Syok Anafilaksis

Selain beberapa gejala di atas, sebagian orang mengalami syok anafilaksis yakni reaksi alergi yang parah karena digigit ular.

Gejala syok anafilaksis (anafilaksis) ini biasanya dirasakan setelah beberapa menit digigit ular.

Syok anafilaksis sangat serius dan bisa berakibat fatal. Melansir dari Health Direct, berikut beberapa gejala seseorang mengalami syok anafilaksis:

  • Sulit bernapas atau mengeluarkan suara ketika bernapas
  • Sulit berbicara dan suara serak
  • Bengkak
  • Pusing terus-menerus
  • Pingsan
  • Pembengkakan atau sesak pada bagian tenggorokan
  • Wajah menjadi pucat
  • Batuk terus-menerus
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah

Jika seseorang mengalami anafilaksis, selain menelpon ambulans, Moms juga bisa memberikan pertolongan pertama yakni pemberian adrenalin melalui autoinjector (seperti Epipen) jika tersedia.

The Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy merekomendasikan bahwa untuk reaksi alergi yang parah, adrenalin adalah satu-satunya pengobatan.

Setelah mengetahui gejala dan tanda-tanda seseorang terkena gigitan ular, kini saatnya mencari tahu...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.